UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 6 / No. 1 / Published : 2007-01

Order : 3, and page :26 - 38

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Aktivitas masyarakat sekitar cagar alam manggis gadungan, desa manggis, kecamatan puncu, kabupaten kediri (studi adaptasi pasca penutupan hutan)

Author :

  1. Alvian Affan Maulana*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

ABSTRAK Cagar alam adalah hutan yang dilindungi negara dan aksesnya terbatas untuk masyarakat umum.Aktivitas masyarakat di sekitar Cagar alam juga dibatasi, termasuk masyarakat sekitar Cagar alam di Desa Manggis, Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Fenomena pembatasan dengan penutupan Cagar alam ini menarik untuk diteliti karena masyarakat sekitar tetap dapat mengakses Cagar alam. Dalam hal ini aktivitas masyarakat sekitar tidak bisa dipisahkan terhadap Cagar alam Manggis Gadungan pada tahap pasca penutupan.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana aktivitas masyarakat sekitar pada pasca penutupan Cagar alam Manggis Gadungan?dan (2) Apa saja aktivitas masyarakat sekitar hutan pada tiap tahap pasca penutupan yang terkait penyeimbangan ?.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi.Lokasi penelitian ini di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri karena di lokasi tersebut Cagar alam ditutup.Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam pada 10 informan dengan pedoman wawancara.Teknik analisis data kualitatif secara kualitatif dengan menggunakan teori penyeimbangan Roy A. Rappaport.Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas masyarakat sekitar cagar alam Manggis Gadungan pasca penutupan adalah mereka tetap menjalanakan program SPKP yaitu, Penagkaran burung, budidaya lebah, pembuatan pupuk organik, serta berdagang, membuka lahan parkir, dan mendukung sekitar Cagar alam menjadi tujuan wisata. Aktivitas masyarakat sekitar hutan tahap pasca penutupan untuk penyeimbangan dengan menjadikan sekitar kawasan konservasi sebagai tempat wisata.Dengan ditutupnya kawasan Cagar alam Manggis Gadungan lebih terjaga ketahanan air tanahnya dan lebih lestari.   Kata kunci : Penyeimbangan, Cagar alam, aktivitas masyarakat sekitar hutan ABSTRACT    Nature reserves are protected State forests, and they have limited access for the general public. Community activities around nature reserves are also restricted, including community around a nature reserve in the village of Manggis sub-district Puncu, Kediri District. The phenomenon of this restriction is exciting to researched because the surrounding communities still have access the nature reserve. In this case, the activities of the surrounding communities can not be separated from the Manggis Gadungan nature reserve at it’s stage of pre, mid, and post-closure. The formulations of the problem in this research are (1) How the activities of the local community on the pre, mid, and post closure of the Manggis Gadungan nature reserve? and (2) What are the activities of the communities surrounding the forest at each stage of the forest’s closing in regards of balancing?.The methods used in this research is Ethnography. The location of this research is in the village of Manggis sub-district Puncu, Kediri Regency, because in that location the nature reserve was closed. The technique used for collecting data are observation and in-depth interviews on 10 informants using playbook interview. Qualitative data analysis techniques using qualitative theory of balancing of Roy Rappaport. The results of this research show what the activities of the community around the Manggis Gadungan nature reserve post-closure are. They keep running the program SPKP which are bird breeding, bee cultivation, making organic fertilizers, tradings, creating a parking lot, and making the areas around the nature reserve to became a tourist destination. The activities of the communities surrounding the forest post-closure as an effort for balancing by making areas around the conservation area as tourist attractions. With the closure of the area Manggis Gadungan nature reserve, the soil’s water resistance are getting better and more sustainable.   Keywords: balancing,nature reserve, forest, community activities surrounding the  forest 

Keyword :

Penyeimbangan, Cagar alam, aktivitas masyarakat sekitar hutan,


References :

  1. Nugraha, Agung. Murtijo., , (2005). Antropologi Kehutanan,. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.1/Pebruari 2017, hal 38 : Banten: Wana Aksara
  2. Spradley, James p. , (2007). Metode Etnografi. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.1/Pebruari 2017, hal 38 : Yogyakarta: Tiara Wacana




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 1 / Pub. : 2017-01
  1. Kidungan jawa timuran dalam pertunjukan ludruk budhi wijaya jombang
  2. Fungsi coffee shop bagi perempuan penikmat kopi (studi deskriptif di coffee shop hoomee surabaya )
  3. Aktivitas masyarakat sekitar cagar alam manggis gadungan, desa manggis, kecamatan puncu, kabupaten kediri (studi adaptasi pasca penutupan hutan)
  4. Aktivitas penambang batu kapur (saren) di desa leran kulon kecamatan palang kabupaten tuban
  5. Dinamika manfaat pengembangan wisata kayangan api bagi masyarakat di desa sendang harjo kecamatan ngasem kabupaten bojonegoro provinsi jawa timur
  6. Pembangunan kampung kue di rungkut lor rt 02/05, kelurahan kali rungkut, kecamatan rungkut, kota surabaya.
  7. Fungsi manifes dan fungsi laten pesantren mahasiswa baitul hikmah surabaya
  8. Variasi sidik palmar dan phalanx distal pada penderita kanker payudara di surabaya
  9. Transmisi budaya pada komunitas pena hitam surabaya sebagai penunjang kreativitas dalam bidang seni
  10. Migrasi dan pengaruhnya terhadap pola pengasuhan anak tkw di dusun pangganglele desa arjowilangun kecamatan kalipare kabupaten malang
  11. Layanan spa jawa di tirta ayu spa kecamatan bojonegoro, kabupaten bojonegoro – jawa timur
  12. Stress marker pada tulang lumbar buruh manol di kecamatan genteng, banyuwangi
  13. Strategi adaptasi pedagang kaki lima “bermobil” terhadap tekanan struktural di kawasan merr rungkut kota surabaya
  14. Apresiasi anggota komunitas darjezz sidoarjo terhadap musik jazz