Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 3 / No. 3 / Published : 2014-10

TOC : 1, and page :1 - 11

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Gratifikasi syahwat (studi deskriptif tentang fenomena sales promotion girls sebagai objek gratifikasi syahwat di surabaya)

Author :

  1. Ruth Royke Wadja *1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak Modernisasi sebagai sebuah perkembangan peradaban layaknya dua sisi koin mata uang yang membawa dampak positif dan negatif bagi kebudayaan asli sebuah daerah. Ancaman pergeseran nilai budaya dimana nilai dan norma sedikit demi sedikit menjadi terkikis dengan adanya dampak negatif dari sebuah modernitas menjadi fenomena sosial yang jamak ditemui di masyarakat kita. Munculnya Sales Promotion Girls atau yang lebih sering dikenal dengan singkatan SPG, yang kemudian melahirkan pula SPG++ menunjukkan bahwa ancaman dari dampak modernisasi nyata ada di masyarakat. Tulisan ini menggunakan latar belakang hadirnya fenomena SPG++ yang kemudian dikorelasikan dengan fenomena lain yakni praktek gratifikasi syahwat. Gratifikasi syahwat sendiri kini mulai populer di telinga masyarakat kita seiring dengan terbongkarnya beberapa kasus korupsi yang menggunakan SPG++ sebagai sebuah alat tukar maupun hadiah agar beberapa oknum yang mayoritas berasal dari kalangan pengusaha mampu memenangkan sebuah proyek/tender. Dalam pendekatan gift exchange, gratifikasi syahwat menjadi sebuah bentuk strategi yang paling efektif dalam memuluskan sebuah kepentingan bisnis. Pendekatan yang dibawa oleh Marcel Mauss ini mengemukakan bahwa hadiah tidak pernah diberikan secara cuma-cuma, namun akan selalu ada kewajiban untuk membalas hadiah tersebut, yang kemudian populer dengan istilah “do ut des”. Sedangkan dalam pendekatan social exchange, fenomena gratifikasi syahwat tidak hanya melihat pengusaha dan pejabat sebagai subjeknya, namun juga melibatkan SPG++ yang sama memiliki kepentingan untuk melakukan transaksi pertukaran tersebut.   Kata Kunci : Sales Promotion Girls, SPG++, Gratifikasi Syahwat, gift exchange, sosial exchange.     Abstract Modernization as a civilization like the two sides of the development coin coin positive and negative impacts for the indigenous culture of a region. The threat of shifting cultural values ​​and norms which value has gradually become eroded by the negative impact of modernity into a social phenomenon encountered in our society plural. The emergence of Sales Promotion Girls or the more commonly known by the acronym SPG, which gave birth to the SPG++ also shows that the threat of modernization real impact in the community. This paper uses a background presence of SPG++ phenomenon which then correlated with other phenomena that is the practice of gratification of lust. Gratification of lust itself now becoming popular in the ears of our community along with the discovery of several cases of corruption that using SPG++ as a medium of exchange and a gift that few actors who mostly came from the businessmen were able to win a project / tender. In the gift exchange approach, gratification of lust into a form that is most effective strategies in paving a business interest. The approach taken by this Marcel Mauss argued that gifts are never given freely, but there will always be an obligation to repay the gift, which was then popular with the term "do ut des". While the approach of social exchange, the phenomenon of gratification of lust not only see businessmen and officials as their subject, but also involves the same SPG0++ have an interest in the exchange transaction.     Keyword: Sales Promotion Girls, SPG++, Gratification of Lust, gift exchange, sosial exchange.

Keyword :

Sales Promotion Girls, SPG++, Gratifikasi Syahwat, gift exchange, sosial exchange.,


References :

  1. Bogdan dan Taylor, (1984). Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya : Usaha Nasional
  2. Collins, Randall, (1994). Four Sociological Traditions. . . New York : Oxford University Press
  3. Mauss, Marcel, (1992). Pemberian (dierjemahkan oleh Parsudi Suparlan). Jakarta : Yayasan Obor Indonesia


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 3 / Pub. : 2014-10
  1. Gratifikasi syahwat (studi deskriptif tentang fenomena sales promotion girls sebagai objek gratifikasi syahwat di surabaya)
  2. Profil penderita kusta: studi pengetahuan dan penyembuhan penyakit kusta di desa curah tatal kecamatan arjasa kabupaten situbondo
  3. Bonek malang raya (studi deskriptif dalam perspektif strategi adaptasi)
  4. Komunitas motor honda cb (studi deskriptif di kota surabaya – jawa timur)
  5. Budaya perusahaan rumah sakit universitas airlangga
  6. Tinggi wajah, panjang dan tinggi kepala berkorelasi secara positif dengan tinggi badan manusia
  7. Cara pengasuhan anak ( studi deskriptif masyarakat nelayan di kelurahan kingking, kecamatan tuban, kabupaten tuban)
  8. Variasi ukuran konstitusi tubuh atlet renang berdasarkan gaya berenang
  9. Perbandingan morfologi femur populasi prasejarah pesisir dan pegunungan (studi osteologi femur rangka manusia populasi prasejarah situs plawangan, gilimanuk, lewoleba, liang bua, liang toge )
  10. Pengusaha batik tulis kain gedog tuban (studi deskriptif strategi adaptasi pengusaha dalam mengembangkan batik tulis kain gedog ud. melati mekar mandiri desa margorejo kecamatan kerek kabupaten tuban)