Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 6 / No. 2 / Published : 2017-02

TOC : 7, and page :234 - 244

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Hubungan premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga

Author :

  1. Suhailif Fatul*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstract The purpose of this study to determine whether there is a relationship between premenstrual syndrome with the level of physical activity on a student of the Faculty of Science and Political Science Sosila. Prementrual syndrome is a condition that occurs in women and takes place before the onset of menstruation. Level of physical activity is one of the triggers of prementrual syndrome. Data collection was performed at the Faculty of Social and Political Sciences, University of Airlangga in respondents aged 17-22 years and as many as 85 respondents. This study using chi-square statistical test by combining two cells premenstrual syndrome and physical activity. Results of statistical analysis showed that Ho = accepted meaning, premenstrual syndrome may be related to the level of physical activity, with p = 0,678. It can be concluded that there is no relationship between premenstrual syndrome with physical activity levels.   Keywords: premenstrual syndrome, physical activity levels   Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Prementrual syndrome adalah keadaan yang terjadi pada wanita dan berlangsung sebelum terjadinya menstruasi. Tingkat aktivitas fisik merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya prementrual syndrome. Pengambilan data dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga pada responden berumur 17-22 tahun dan sebanyak 85 responden. Penelitian ini menggunakan uji statistic chi-square dengan menggabungkan dua sel premenstrual syndrome dan aktivitas fisik. Hasil dari uji statistic menunjukkan bahwa Ho = diterima yang artinya, premenstrual syndrome tidak mempunyai hubungan dengan tingkat aktivitas fisik, dengan p = 0.678. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik.   Kata kunci: premenstrual syndrome,  tingkat aktivitas fisik

Keyword :

premenstrual syndrome , tingkat aktivitas fisik,


References :

  1. Price, Sylvia Anderson. , (1994). Patolofisiologis : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit / Sylvia Anderson Price; Alih Bahasa, Peter Anugrah : editor bahasa Indonesia Caroline Wijaya. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 243 : Jakarta: EGC
  2. Sloane, Ethel., (2003). Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula / Ethel Sloane; Alih Bahasa, James Veldman: Editor Edisi Bahasa Indonesia Palupi. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 243 : Jakarta :EGC.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 2 / Pub. : 2017-02
  1. Keragaman kebaya pengantin gaya solo (studi deskriptif mengenai makna kebaya gaya solo dalam prosesi pernikahan di surabaya)
  2. Komponis film di surabaya
  3. Tren tinggi badan anak berdasarkan luasan mmr orangtua trend of children height according parents’ mmr area
  4. Strategi petani bunga sedap malam (polianthes tuberosa) dalam menghadapi pasar di desa pekoren kecamatan rembang kabupaten pasuruan
  5. Analisis genealogi &mean matrimonial radius populasi tuli-bisu di desa bengkala, buleleng, bali
  6. Pola asuh anak dhuafa dan yatim piatu pada tingkat sd- perguruan tinggi di panti asuhan muhammadiyah, kecamatan gurah, kabupaten kediri
  7. Hubungan premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga
  8. Karakteristik fisik secara somatoskopi dan adaptasi budaya pada populasi masyarakat tengger di desa argosari, kecamatan senduro, kabupaten lumajang
  9. Fungsi bangunan pura penataran agung “margo wening” di desa balonggarut kecamatan krembung
  10. Karakteristik epigenetika pada upper viscerocranium dan bagian dahi tengkorak jawa dan papua berdasarkan perbedaan jenis kelamin