Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 6 / No. 2 / Published : 2017-02

TOC : 8, and page :245 - 259

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Karakteristik fisik secara somatoskopi dan adaptasi budaya pada populasi masyarakat tengger di desa argosari, kecamatan senduro, kabupaten lumajang

Author :

  1. Valentinus Deeshandio Pamedar Jati*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak      Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik fisik masyarakat Tengger di Desa Argosari berdasarkan metode somatoskopi. Penelitian ini juga membahas mengenai adaptasi budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut, guna mendapatkan gambaran adaptasi secara lengkap. Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan memaparkan presentase berbagai variasi temuan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 100 orang, yang terdiri dari 57 responden laki-laki dan 43 responden perempuan. Teknik pemilihan responden adalah purposive sampling dengan kriteria pemilihan responden berada pada rentang usia 20-40 tahun. Instrumen utama penelitian ini adalah lembar pengamatan somatoskopi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menghasilkan temuan warna kulit berada rentang 21-26 Skala Luschan. Sebanyak 100% responden memiliki warna iris mata pada kategori skala 2-3 coklat tua dan juga menunjukkan bahwa mereka memiliki distribusi pigmen pada mata yang berbentuk radial. Sebesar 71% responden berada pada kategori letaknya celahnya mata yang sifatnya miring ke atas. Besarnya celah mata menunjukkan bahwa 92% responden berada pada kategori sedang. Bentuk celah mata dengan presentase tertinggi berada pada kategori IA dengan jumlah sebanyak 51%. Sebanyak 53% responden tidak memiliki epicantus. Bentuk punggung hidung dari arah depan atau en face menghasilkan 100% responden berada pada kategori en face yang lebar. Sebanyak 45% dalamnya pangkal hidung berada pada skala kode ke 3. Sebanyak 34% responden berada pada kategori bentuk punggung hidung dari samping yang lurus dan ujungnya naik. Sebanyak 72% responden berada pada kategori ujung hidung yang naik dan sebanyak 64% responden berada pada bentuk lubang hidung yang sifatnya oval dan miring. Temuan mengenai bentuk rambut menunjukkan bahwa 52% responden berada pada kategori rambut berombak dangkal. Temuan bentuk bibir menunjukkan bahwa 71% responden berada pada kategori bentuk bibir yang sedang. Kata Kunci : Somatoskopi, Variasi Biologis Manusia, Adaptasi Budaya, Lingkungan   Abstract This study aims to look at the physical characteristics of the Tengger people in the village Argosari based methods somatoskopi. This study also discusses the cultural adaptations that are owned by the community, in order to get a complete picture adaptation. This research is quantitative descriptive findings expose the percentage variations. This study was conducted using a sample of 100 people, consisting of 57 male respondents and 43 female respondents. Respondent selection technique is purposive sampling with criteria for selection of the respondents were in the age range of 20-40 years. The main instrument of this study is the observation sheet somatoskopi and interview guidelines. The results of the study produced findings were the skin color range Scale Luschan 21-26. A total of 100% of the respondents have the color of the iris on a 2-3 scale category of dark brown and also show that they have a distribution of pigment in the eyes of the radial. 71% of respondents in the category located slit eyes that are slanted upward. The amount of eye slits showed that 92% of respondents are in the medium category. Shape slit eyes with the highest percentage in the category IA with a total of 51%. As many as 53% of respondents do not have epicantus. Forms the back of the nose from the front or en face generate 100% of respondents in the category en face width. As many as 45% inside base of the nose are in scale code to 3. As many as 34% of respondents in the category forms the back of the nose of the side edges straight and go up. As many as 72% of respondents are in the category of nasal tip rises and 64% of respondents were in the shape of the nostrils that are oval and slanted. Findings regarding the shape of the hair showed that 52% of respondents in the category shallow wavy hair. Findings shape of the lips showed that 71% of respondents in the category lip shape being.   Keywords: Somatoskopi, Human Biological Variation, Cultural Adaptation, Environment

Keyword :

Somatoskopi, Variasi Biologis Manusia, Adaptasi Budaya, Lingkungan,


References :

  1. Arikunto, S.,, (1983). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 259 : Jakarta: PT BINA AKSARA
  2. Frisancho, A., , (1993). Human Adaptation and Accommodation.. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 259 : Michigan: The University of Michigan Press
  3. Gallahue, D. & Ozmun, C., , (1998). Understanding Motor Development Infant Children, Adolescent, Adults.. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 259 : USA: Mac Graw Hill Company.
  4. Glinka, J.,, (2008). Manusia Makhluk Sosial Biologis.. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 259 : Surabaya: Airlangga University Press
  5. Glinka, J., Artaria, M. D. & Koesbardiati, T., , (2007). Metode Pengukuran Manusia. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 259 : Surabaya: Airlangga University Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 2 / Pub. : 2017-02
  1. Keragaman kebaya pengantin gaya solo (studi deskriptif mengenai makna kebaya gaya solo dalam prosesi pernikahan di surabaya)
  2. Komponis film di surabaya
  3. Tren tinggi badan anak berdasarkan luasan mmr orangtua trend of children height according parents’ mmr area
  4. Strategi petani bunga sedap malam (polianthes tuberosa) dalam menghadapi pasar di desa pekoren kecamatan rembang kabupaten pasuruan
  5. Analisis genealogi &mean matrimonial radius populasi tuli-bisu di desa bengkala, buleleng, bali
  6. Pola asuh anak dhuafa dan yatim piatu pada tingkat sd- perguruan tinggi di panti asuhan muhammadiyah, kecamatan gurah, kabupaten kediri
  7. Hubungan premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga
  8. Karakteristik fisik secara somatoskopi dan adaptasi budaya pada populasi masyarakat tengger di desa argosari, kecamatan senduro, kabupaten lumajang
  9. Fungsi bangunan pura penataran agung “margo wening” di desa balonggarut kecamatan krembung
  10. Karakteristik epigenetika pada upper viscerocranium dan bagian dahi tengkorak jawa dan papua berdasarkan perbedaan jenis kelamin