Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 6 / No. 2 / Published : 2017-02

TOC : 1, and page :167 - 177

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Keragaman kebaya pengantin gaya solo (studi deskriptif mengenai makna kebaya gaya solo dalam prosesi pernikahan di surabaya)

Author :

  1. Qonita Nabila*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak   Salah satu siklus yang dialami oleh tiap manusia adalah pernikahan. Pernikahan merupakan salah satu proses peralihan penting yang dimulai dari tingkat hidup remaja ke tingkat hidup berkeluarga.  Pada tahap pernikahan ini masyarakat di Jawa memiliki beberapa ritual adat yang harus dilaksanakan guna untuk mensyukuri apa yang telah terjadi selama proses fase kehidupan tersebut. Pelaksanaan ritual adat pernikahan sesuai apa yang sudah diberlakukan secara turun-temurun. Dalam pelaksanaan ritual adat pernikahan terdapat unsur-unsur yang mendukung keberlangsungan prosesi ini, salah satunya ialah kebaya. Kebaya memiliki peran selama prosesi pernikahan adat Jawa. Peran tersebut terlihat ketika calon pengantin perempuan menggunakan busana kebaya selama prosesi pernikahan tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh data mengenai fenomena keragaman kebaya pengantin gaya Solo di kota Surabaya. Hasil data yang didapatkan bahwa keragaman kebaya pengantin gaya Solo yang digunakan selama proses pernikahan memiliki dua konsep, yaitu kebaya tradisional dan kebaya modifikasi. Kedua konsep kebaya yang berkembang tersebut dapat diketahui dengan klasifikasi warna, bahan, dan bentuk. Kata kunci            : pernikahan, keragaman kebaya Abstract One phase of human experience is a marriage. In this phase, Indonesian societies celebrate by doing some rituals. It aims to be grateful by what happens in those process of the wedding. For Javanese people, wedding ritual is held as common custom in many years ago. One of the elements that support  in Javanese traditional wedding is Kebaya.  Kebaya has a role during the procession of Javanese traditional wedding. It shows when the bride wears Kebaya during the procession. This research uses qualitative method and descriptive method to attain and process the data. The result describes that Kebaya in Solo style has its own meaning. It is known by the form, colour, material and design. It shows that Kebaya has two shapes, there are Kutubaru and Kartini. Those two concepts are known by their colour material, form, and pattern.  Key words: Javanese traditional wedding, the diversity of Kebaya

Keyword :

pernikahan , keragaman kebaya,


References :

  1. Koentjaraningrat. , (2002). Pengantar Ilmu Antropologi. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 177 : Jakarta: Rineka Cipta
  2. Moleong, Lexy, (2004). Metode Penelitian Kualitatif. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 177 : Bandung: Remaja Rosda Karya
  3. Spradley, (1997). Metodologi Etnografi. . AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 177 : Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya
  4. Wiyasa, Thomas., (1990). Upacara Perkawinan Adat Jawa. . AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 177 : Jakarta: Pusaka Sinar Harapan


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 2 / Pub. : 2017-02
  1. Keragaman kebaya pengantin gaya solo (studi deskriptif mengenai makna kebaya gaya solo dalam prosesi pernikahan di surabaya)
  2. Komponis film di surabaya
  3. Tren tinggi badan anak berdasarkan luasan mmr orangtua trend of children height according parents’ mmr area
  4. Strategi petani bunga sedap malam (polianthes tuberosa) dalam menghadapi pasar di desa pekoren kecamatan rembang kabupaten pasuruan
  5. Analisis genealogi &mean matrimonial radius populasi tuli-bisu di desa bengkala, buleleng, bali
  6. Pola asuh anak dhuafa dan yatim piatu pada tingkat sd- perguruan tinggi di panti asuhan muhammadiyah, kecamatan gurah, kabupaten kediri
  7. Hubungan premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga
  8. Karakteristik fisik secara somatoskopi dan adaptasi budaya pada populasi masyarakat tengger di desa argosari, kecamatan senduro, kabupaten lumajang
  9. Fungsi bangunan pura penataran agung “margo wening” di desa balonggarut kecamatan krembung
  10. Karakteristik epigenetika pada upper viscerocranium dan bagian dahi tengkorak jawa dan papua berdasarkan perbedaan jenis kelamin