Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-02

TOC : 10, and page :1 - 12

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Kesenian “damar muncar” (makna simbolik kesenian damar muncar bagi masyarakat desa lembor kecamatan brondong kabupaten lamongan)

Author :

  1. Ahmad Nailul Murtaji*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstract The purpose of this study was to examine more deeply about the meaning of art Damar Muncar Lembor in the village for the local community . Introduce Damar Muncar art Village Lembor to other regions , because this art is only in the area . According to Geertz culture is seen as a pattern of meaning (pattern of meaning ) historically determined and stored in symbols by which humans then communicate , behave and view life . This research is a qualitative descriptive study . The focus is thoroughly describe the symbolic meaning of the art Damar Muncar . In determining the informant , the authors define the informant by people who have status as actors ( community leaders ) who have long lived with the local community. Poems that exist in the art resin comprising Damar Muncar rowi - rowi meaningful Arab and Javanese poem about the necessity to enliven Violating Muslims or mosques as a place of worship to defend the teachings of Islam. Art for the people of the village of Damar Muncar Lembor considered as an art . Damar Muncar meaning that as parents prior art that must be preserved in order not to be lost , and as a form of homage to the Prophet Muhammad in order to get the reward and salvation . Damar Muncar art still survive and Lembor held in the village because it is still the willingness of people to carry out the arts in events held by the public . Damar Muncar art as a guide for Lembor villagers to carry out their daily lives in accordance with religious teachings contained in Damar Muncar art .   Keywords : Damar Muncar , art , symbolic meaning , East Java       Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui makna simbolik kesenian Damar Muncar yang ada di Desa Lembor bagi masyarakat setempat. Baik makna syairnya dan makna keseluruhan dari kesenian Damar Muncar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokusnya adalah menggambarkan makna simbolik secara menyeluruh tentang kesenian Damar Muncar. Dalam menentukan informan, penulis menentukan informan berdasarkan orang yang  memiliki status sebagai pelaku (tokoh masyarakat) yang sudah lama hidup bersama masyarakat setempat. Syair-syair yang ada dalam kesenian Damar Muncar yang terdiri dari rowi-rowi Arab dan syair Jawa bermakna tentang keharusan umat Islam untuk meramaikan Langgar atau masjid sebagai tempat ibadah untuk mempertahankan ajaran-ajaran agama Islam. Kesenian Damar Muncar bagi masyarakat Desa Lembor dianggap sebagai suatu kesenian. Memiliki makna bahwa Damar Muncar sebagai kesenian dari orang tua terdahulu yang harus dilestarikan agar tidak hilang, dan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhamad agar mendapatkan pahala dan keselamatan. Kesenian Damar Muncar masih bertahan dan dilaksanakan di Desa Lembor karena masih adanya kemauan dari masyarakat untuk melaksanakan kesenian dalam acara-acara yang diadakan oleh masyarakat.  Kesenian Damar Muncar sebagai pedoman bagi masyarakat Desa Lembor untuk melaksanakan kehidupan mereka sehari-hari sesuai dengan ajaran agama yang terkandung dalam kesenian Damar Muncar.

Keyword :

Damar Muncar, kesenian, makna simbolik, Jawa Timur,


References :

  1. Bogdan, Robert C. Dan Steven J. Taylor. , (1992). Introduction to Qualitative Research Methotds : A Phenomenological Approach in the Social Sciences. Surabaya : Usaha Nasional
  2. Geertz, Clifford, (1981). Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. . Jakarta : PT. Dunia Putaka Jaya
  3. Ihromi, T.O. , (2006). Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia
  4. Peacock, James L., (2005). Ritus Modernisasi. Depok : Desantara


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-02
  1. Strategi intervensi tim patroli air kali surabaya di kota surabaya
  2. Jaringan sosial prostitusi peran dan fungsi mucikari di lokalisasi sanggrahan tretes
  3. Strategi adaptasi pendega pasca bencana lumpur lapindo (studi deskriptif di desa tambak kalisogo kecamatan jabon kabupaten sidoarjo)
  4. Korelasi antara tinggi badan dan panjang jari tangan
  5. Dilema pedagang sayur dan buah di pasar induk puspa agro, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  6. Keterkaitan kebiasaan dan kepercayaan mengunyah sirih pinang dengan kesehatan gigi
  7. Pengaruh aktivitas pengayuh becak dan lamanya bekerja terhadap munculnya stress markers pada calcaneus
  8. Makna simbolik ritual ngobur tamoni (studi etnografi ritual ngobur tamoni di kelurahan pajagalan, kecamatan kota sumenep, kabupaten sumenep)
  9. Perubahan masyarakat dan kebudayaan terhadap tradisi kesenian tiban (studi kasus di desa banggle, kecamatan kanigoro, kabupaten blitar)
  10. Kesenian “damar muncar” (makna simbolik kesenian damar muncar bagi masyarakat desa lembor kecamatan brondong kabupaten lamongan)
  11. Metalhead (studi deskriptif gaya hidup pendukung subkultur metalhead di kota surabaya)
  12. Makna pemberian marga dalam adat batak toba (studi kasus kepada perantau batak toba di surabaya)
  13. Makna penggusuran menurut masyarakat miskin kota surabaya (studi kasus pada warga miskin pinggir rel korban rencana penggusuran double track oleh pt. kai dalam perspektif konstruksi sosial berger di kelurahan sidotopo)
  14. Pola makan pada ibu hamil dan pasca melahirkan di desa tiripan kecamatan berbek kabupaten nganjuk
  15. Kontribusi buruh wanita di industri perakitan lampu untuk ekonomi keluarga (studi deskriptif di industri perakitan lampu di kelurahan kedung baruk, kota surabaya)
  16. Pembentukan disiplin belajar anak sekolah dasar oleh ibu pekerja (studi di rt 2, desa sedengan mijen, kecamatan krian, kabupaten sidoarjo jawa timur)
  17. “makna daeng dalam kebudayaan suku makassar”
  18. Penerapan metode sentra dan calistung untuk anak tk a dan b futuhiyah di desa kloposepuluh, kecamatan sukodono, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  19. Penerimaan diri penderita dan anggota keluarga penderita kusta di kecamatan sumber, kabupaten rembang, provinsi jawa tengah