Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 3 / No. 2 / Published : 2014-07

TOC : 4, and page :37 - 52

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Labuhan sarangan (kajian etnografi upacara labuhan sarangan di telaga sarangan, kelurahan sarangan, kecamatan plaosan, kabupaten magetan)

Author :

  1. Rahayu Setyo Rini*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

AbstractLabuhan Sarangan ceremony is a tradition which is routinely performed by society of Kelurahan Sarangan as one activity of villagers’ ritual Bersih Desa (village purification) which is held on Jumat Pon, Ruwah month (a certain day which is based on Javanese calendar). Labuhan Sarangan ceremony is a tradition which is used by the local society as a media to ask for safety and their gratitude to Allah SWT for His blessings. This tradition is interesting to be a research topic because the ceremony is held in two activities. They are a sacred activity which is done by society of Kelurahan Sarangan and an activity which is held by Kabupaten Magetan government as a tourism object. This tradition is more interesting with the used symbols, such as Tumpeng Agung Gono Bahui, Hulu Wektu and the procession structure of Tumpeng Gono Bahui. This research used qualitative method. Some theories were used to analyze Labuhan Sarangan ceremony. The theories are symbolic theory of C. Geertz and functional theory of Malinowski. From the research known that this annual tradition is held as a media to ask for safety and gratitude expression. In other, this tradition is also correlated with environment conservation and the local society need of religiosity. By doing the tradition, the society has peace and the nature will be protected to prevent disasters. Labuhan Sarangan ceremony is adjusted with nowadays society condition, so that the ancestor heritage will be interested by young generation and able to compete with foreign culture. AbstrakUpacara Labuhan Sarangan merupakan salah satu tradisi yang rutin dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan sebagai salah satu rangkaian dari kegiatan bersih desa yang dilakukan pada hari Jumat Pon di bulan Ruwah. Upacara Labuhan Sarangan merupakan suatu tradisi yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai media untuk meminta keselamatan dan mengucap syukur kepada Allah SWT atas berkah yang diterima. Tradisi ini menarik untuk diteliti karena pelaksanaannya dilakukan dalam dua bentuk kegiatan, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan yang sifatnya sakral dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan sebagai bentuk kemasan wisata. Tradisi ini semakin menarik dengan berbagai simbol yang dipakai, seperti Tumpeng Agung Gono Bahu, Hulu Wektu dan struktur pengiring Tumpeng Gono Bahu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Beberapa teori juga digunakan dalam analisa upacara Labuhan Sarangan. Teori-teori tersebut antara lain adalah teori simbolik C. Geertzdan teori fungsional Malinowski. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa tradisi tahunan ini dilakukan sebagai media memohon keselamatan dan media mengucap syukur. Selain itu, tradisi ini juga berkaitan erat dengan pelestarian lingkungan dan pemenuhan kebutuhan religi masyarakat setempat. Dengan melakukan tradisi tersebut masyarakat memperoleh ketenangan batin dan juga alam akan tetap terpelihara sehingga tidak terjadi bencana. Pelaksanaan upacara Labuhan Sarangan sendiri disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini, sehingga dalam perkembangannya tradisi warisan nenek moyang tetap diminati oleh generasi muda dan mampu bersaing dengan berbagai budaya asing.

Keyword :

Labuhan Sarangan, Ceremony, Symbol, Ethnography, Bersih Desa,


References :

  1. Geertz, C. , (2004). Tafsir Kebudayaan.. Yogyakarta : Kanisius
  2. Ihromi, T. O., (1996). Pokok-Pokok Antropologi Budaya. . Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
  3. Koentjaraningrat., (1987). Sejarah Teori Antropologi I.. Jakarta : UI-Press.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 2 / Pub. : 2014-07
  1. Lansia di panti werdha (studi deskriptif mengenai proses adaptasi lansia di panti werdha hargo dedali surabaya)
  2. Penurunan karakteristik fisik marga-marga arab di kelurahan ampel, surabaya
  3. Dinamika tradisi petik laut di kelurahan blimbing, kecamatan paciran, kabupaten lamongan
  4. Labuhan sarangan (kajian etnografi upacara labuhan sarangan di telaga sarangan, kelurahan sarangan, kecamatan plaosan, kabupaten magetan)
  5. Asimetri ekstremitas atas (studi antropometri perbandingan pada pemain bulutangkis dan non-pebulutangkis)
  6. Pemanfaatan uang ganti rugi lahan pertanian (studi kasus pembangunan jalan tol di desa kedunglosari, kecamatan tembelang, kabupaten jombang)
  7. Metode penyembuhan “santri baru” dan “wong gendheng”