Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-02

TOC : 12, and page :299 - 310

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Legenda bajul njayan folklor lisan masyarakat desa senjayan, kecamatan gondang, kabupaten nganjuk

Author :

  1. Lintang Wahyusih Nirmala*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstract Legend as one type of oral folklore does not only contain stories from a collective but also contains elements of history in it. Legend can reveal a part of cultural reflection of a society. The legend of Bajul Njayan is an oral folklore that belonged to Senjayan villagers which is still believed and functioned until today. This research aims is to reveal the oral folklore as one form of a collective culture; this research also aims to discover the function and structure of the relationship between the legend and the society. The method used in this research is the method of folklore research through observation and interviews conducted in the Senjayan and surrounding villages. The results from this research are about the history of the Senjayan village related to the origin of the legend of Bajul Njayan in the society. This research also discovered the function, structure and mutual relationship between the legend and the society. In each legend or society, they have their own structures that keep the system always balanced to maintain the harmony of the people’s life. The legend of Bajul Njayan has four functions that govern the behavior of Senjayan villagers. Traditions of Nyadran, kenduren and pengajian are routinely performed by Senjayan villagers as a way to overcome their anxiety of the mythical influences that surrounds their lives. The mythical power in legend affects the Senjayan villagers’ behavior, especially in their activities on the the livelihoods and maintaining harmonious relationship with nature and fellow human beings.   Keywords: Legend, Structural-fungsionalism, Legend function   Abstrak Legenda sebagai salah satu jenis folklor lisan tidak hanya mengandung kisah-kisah dari suatu kolektif tetapi juga mengandung unsur sejarah di dalamnya. Legenda dapat mengungkapkan sebagian cerminan kebudayaan atas suatu masyarakat. Legenda Bajul Njayan adalah folklor lisan milik masyarakat Desa Senjayan yang masih diyakini dan berfungsi dalam masyarakat hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan folklor lisan sebagai salah satu bentuk kebudayaan suatu kolektif, selain itu tujuan lain penelitian ini adalah untuk mengungkapan fungsi dan struktur dalam hubungan antara legenda dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian folklor melalui observasi dan wawancara yang dilakukan di Desa Senjayan dan sekitarnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu tentang sejarah Desa Senjayan yang berkaitan dengan asal-usul Legenda Bajul Njayan dalam masyarakat. Melalui penelitian ini juga ditemukan fungsi, struktur dan hubungan timbal balik antar legenda dan masyarakat. Dalam legenda maupun masyarakat masing-masing memiliki struktur yang menjaga sistem yang selalu seimbang untuk menjaga keselarasan hidup masyarakat. Legenda Bajul Njayan memiliki empat fungsi yang mengatur perilaku dalam kehidupan masyarakat Desa Senjayan. Tradisi Nyadran, kenduren dan pengajian yang rutin dilakukan masyarakat Desa Senjayan berguna untuk mengatasi kecemasan atas kekuatan mitis yang mengelilingi hidup mereka. Kekuatan mistis dalam legenda mempengaruhi perilaku masyarakat Desa Senjayan terutama dalam beraktivitas pada mata pencaharian dan menjaga keselarasan hubungan dengan alam dan sesama manusia.   Kata Kunci : Legenda, Fungsionalisme-struktural, Fungsi Legenda

Keyword :

Legenda, Fungsionalisme-struktural, Fungsi Legenda,


References :

  1. Danandjaja, James , (2007). Folklor Indonesia, Ilmu gosip, dongeng dan lain-lain.. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 310 : Jakarta: Balai Pustaka
  2. Haviland, William A , (1985). Antropologi Jilid 2 (Edisi Keempat). . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 310 : Jakarta: Erlangga
  3. Koentjaraningrat , (1984). Kebudayaan Jawa. . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 310 : Jakarta: Balai Pustaka
  4. Saifudin, Achmad Ferdyani , (2006). Antropologi Kontemporer : Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma (Edisi Pertama).. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 310 : Jakarta: Kencana


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-02
  1. Strategi adaptasi kelompok pengawas konservasi penyu taman kili-kili, desa wonocoyo, kecamatan panggul, kabupaten trenggalek
  2. Kesesuaian ukuran helm open face merk ink dengan ukuran antropometri kepala
  3. Komparasi tumbuh kembang anak laki-laki petani dan nelayan umur 7 tahun berdasarkan ukuran antropometris
  4. Dampak perceraian orang tua bagi perilaku mahasiswa universitas airlangga
  5. Hubungan somatotype dengan kelincahan atlet sepak takraw upt sma negeri olahraga jawa timur
  6. Variasi soft tissue pada wajah laki-laki populasi batak toba di surabaya
  7. Hubungan perkawinan endogami dengan kelainan bawaan lahir
  8. Patologi gigi-geligi pada tengkorak manusia liang bua, manggarai, flores, nusa tenggara timur
  9. Efek endogami lokal terhadap tinggi badan anak di desa karangpatihan kec. balong kab. ponorogo
  10. Pembelajaran bahasa jawa dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari pada murid sekolah dasar kelas satu dan kelas dua dari suku bangsa madura di sekolah dasar negeri pegirian i/47, jl. wonosari i/16, kecamatan semampir, kota surabaya
  11. Korelasi umur ibu melahirkan dengan panjang lahir dan berat badan lahir bayi umur 0 hari di kecamatan genteng-kabupaten banyuwangi
  12. Legenda bajul njayan folklor lisan masyarakat desa senjayan, kecamatan gondang, kabupaten nganjuk
  13. Makna hijab atau jilbab di kalangan mahasiswa universitas airlangga
  14. Tradisi ta’ziran di pondok pesantren raudlatul muta’allimin desa datinawong, kecamatan babat, kabupaten lamongan-jawa timur
  15. Fungsi gabungan kelompok tani (gapoktan) bagi petani desa pojokkulon kecamatan kesamben kabupaten jombang
  16. Syawir pesantren sebagai metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren manbaul hikam desa putat, kecamatan tanggulangin, kabupaten sidoarjo- jawa timur
  17. Perbedaan karakteristik gigi pada etnis madura, etnis jawa, dan etnis madura-jawa di surabaya berdasarkan shovel-shaped, carabelli’s cusp, serta anterior fovea