Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-02

TOC : 13, and page :311 - 320

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Makna hijab atau jilbab di kalangan mahasiswa universitas airlangga

Author :

  1. Firza Ristinova*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak Busana muslim hijab atau jilbab sering dibilang ketinggalan zaman oleh kebanyakan orang. Tetapi semenjak adanya desainer, media sosial, dan komunitas yang mengusung hijab dan jilbab, kini busana muslim hijab atau jilbab banyak digemari oleh wanita muslimah khususnya pada mahasiswi FISIP UNAIR. Sehingga mahasiswi FISIP UNAIR mengubah gaya berpakaian dengan kerudung mereka menjadi modern. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini ialah apa yang melatarbelakangi mahasiswi FISIP UNAIR memakai busana muslimah hijab atau jilbab dan apa makna hijab atau jilbab bagi para mahasiswi pemakai di FISIP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latarbelakang mahasiswi FISIP UNAIR memakai busana muslimah hijab atau jilbab dan untuk mengetahui makna hijab atau jilbab yang dikenakan oleh mahasiswi FISIP UNAIR. Lokasi penelitian ini berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tafsir budaya Cliffort Geertz bahwa hijab atau jilbab digunakan oleh mahasiswi FISIP UNAIR untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang Islam dan orang lain, bahwa dirinya adalah orang Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan penelitian ini bersifat deskriptif. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan observasi, wawancara, dokumen serta studi pustaka dan informan dipilih secara purposive. Hasil penelitian ini ialah latar belakang mahasiswi FISIP UNAIR memakai hijab atau jilbab ialah kesadaran diri, keyakinan dan pengaruh lingkungan seperti keluarga dan teman. Mahasiswi FISIP UNAIR dalam memahami pemaknaan hijab atau jilbab ialah dengan memakai busana muslim yang sesuai dengan prinsip berbusana muslim.   Kata kunci: Agama, Busana Muslim, Hijab atau Jilbab, Makna Hijab atau Jilbab, Prinsip berbusana muslim, dan tren.   Abstract Islamic clothing of hijab or jilbab often considered obsolete by most people. But ever since the designers, social media, and the community inspired the use of hijab and jilbab, now it has been favored by Muslim women, particularly the students of FISIP UNAIR (Faculty of Social and Political Science of Airlangga University). They changed their style of dress with veil to be modern. This study is set to find out the reasoning as well as the meaning of wearing hijab or jilbab for FISIP UNAIR students. The location of this research is in the FISIP UNAIR. The theory used in this research is the theory of cultural interpretation by Cliffort Geertz, that hijab or jilbab used by students of FISIP UNAIR is to convey a message to the Muslims and others, that they are Muslim. This study is qualitative and descriptive. In collecting the data, researchers conducted observation, interviews, documents and literature reviews, and the subjects were selected purposively. This study found that the reasoning of FISIP UNAIR student to wear the hijab or jilbab is because of self-awareness, confidence and environmental influences such as family and friends. The meaning of wearing hijab or jilbab for them is that it is in accordance with the clothing principles of Islam.   Keyword: Religion, Clothing, Hijab or jilbab, meaning of hijab or jilbab, Principle Muslim dress, and trends.

Keyword :

Agama, Busana Muslim , Hijab atau Jilbab, Makna Hijab atau Jilbab, Prinsip berbusana muslim, tren,


References :

  1. Koentjaraningrat , (1980). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 320 : Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  2. Moleong, Lexy J. , (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif.. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 320 : PT Remaja Rosda Karya Bandung
  3. Siauw, Felix Y., (2015). Yuk, Berhijab!. . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 320 : Jakarta: Alfatih Press
  4. Spradley, James P., (1997). Metode Etnografi. Terjemahan oleh Misbah Zulfa Elizabeth. . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 320 : Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-02
  1. Strategi adaptasi kelompok pengawas konservasi penyu taman kili-kili, desa wonocoyo, kecamatan panggul, kabupaten trenggalek
  2. Kesesuaian ukuran helm open face merk ink dengan ukuran antropometri kepala
  3. Komparasi tumbuh kembang anak laki-laki petani dan nelayan umur 7 tahun berdasarkan ukuran antropometris
  4. Dampak perceraian orang tua bagi perilaku mahasiswa universitas airlangga
  5. Hubungan somatotype dengan kelincahan atlet sepak takraw upt sma negeri olahraga jawa timur
  6. Variasi soft tissue pada wajah laki-laki populasi batak toba di surabaya
  7. Hubungan perkawinan endogami dengan kelainan bawaan lahir
  8. Patologi gigi-geligi pada tengkorak manusia liang bua, manggarai, flores, nusa tenggara timur
  9. Efek endogami lokal terhadap tinggi badan anak di desa karangpatihan kec. balong kab. ponorogo
  10. Pembelajaran bahasa jawa dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari pada murid sekolah dasar kelas satu dan kelas dua dari suku bangsa madura di sekolah dasar negeri pegirian i/47, jl. wonosari i/16, kecamatan semampir, kota surabaya
  11. Korelasi umur ibu melahirkan dengan panjang lahir dan berat badan lahir bayi umur 0 hari di kecamatan genteng-kabupaten banyuwangi
  12. Legenda bajul njayan folklor lisan masyarakat desa senjayan, kecamatan gondang, kabupaten nganjuk
  13. Makna hijab atau jilbab di kalangan mahasiswa universitas airlangga
  14. Tradisi ta’ziran di pondok pesantren raudlatul muta’allimin desa datinawong, kecamatan babat, kabupaten lamongan-jawa timur
  15. Fungsi gabungan kelompok tani (gapoktan) bagi petani desa pojokkulon kecamatan kesamben kabupaten jombang
  16. Syawir pesantren sebagai metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren manbaul hikam desa putat, kecamatan tanggulangin, kabupaten sidoarjo- jawa timur
  17. Perbedaan karakteristik gigi pada etnis madura, etnis jawa, dan etnis madura-jawa di surabaya berdasarkan shovel-shaped, carabelli’s cusp, serta anterior fovea