Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-02

TOC : 14, and page :1 - 15

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Makna penggusuran menurut masyarakat miskin kota surabaya (studi kasus pada warga miskin pinggir rel korban rencana penggusuran double track oleh pt. kai dalam perspektif konstruksi sosial berger di kelurahan sidotopo)

Author :

  1. Tiandi Zana Hetsy*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstract This research revolves around the plan eviction of those residing in Sidotopo, Surabaya, a matter currently under consideration by the Indonesia Train Company (ITC), who have warned them to vacate the land. The area that the ITC is interested in laying a double track is renowned for the number of poverty-stricken citizens who consider this as their home and only source of shelter. The reason this researcher has chosen this location in particular is that it is under serious threat by the ITC while the impoverished citizens are desperate to be fairly represented in the negotiations between the ITC and the Government of Surabaya. This research focuses on understanding how these track-side denizens interpret the proposed eviction plan and how they react and counter the eviction proposal. This research applies the social construction theory of Peter Berger and Luckman. This is qualitative research where the primary data collection means are field observation and in-depth interviews. The results vividly and clearly indicate that these track-side citizens interpret the proposed eviction plan in negative terms – they persevere however to participate and contribute to the negotiations underway with the ITC and the government. The conclusion reached by this research is that these deprived citizens continuously live in fear that they will not be equitably compensated for by the negotiations underway, and when evicted, will have a poor chance of relocating effectively.   Keywords : Indonesia Train Company (ITC), Eviction, Double Track, Peter Berger, Social Construction. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi atas rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh PT.KAI dengan tujuan pembuatan double track. Alasan pemilihan lokasi penelitian di Kelurahan Sidotopo khususnya warga pinggir rel karena banyaknya jumlah penduduk pinggir rel, kondisi ekonomi yang rendah (miskin), warga pinggir rel aktif mengikuti negosiasi dan diskusi dengan PT. KAI dan Pemerintah Kota Surabaya. Fokus penelitian adalah bagaimana warga pinggir rel di Kelurahan Sidotopo memaknai rencana penggusuran yang akan terjadi di wilayah mereka serta bagaimana reaksi dan usaha warga pinggir rel menghadapi rencana penggsuran oleh PT. KAI. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter Berger dan Luckman. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian dijelaskan secara deskriptif bahwa warga pinggir rel memaknai rencana penggusuran sebagai hal yang negatif atau buruk, warga pinggir rel menghadapi rencana penggusuran secara tenang namun juga melakukan usaha dengan bentuk negosiasi dan diskusi dengan pihak PT. KAI dan Pemerintah Kota Surabaya. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa warga pinggir rel telah melakukan berbagai usaha dalam menghadapi rencana penggusuran karena mereka berasumsi bahwa penggusuran hanya akan merugikan pihak korban apabila tidak diimbangi dengan relokasi ganti rugi.   Kata Kunci : PT. KAI, Penggusuran, Double track, Peter Berger, Konstruksi Sosial.

Keyword :

PT. KAI, Penggusuran, Double track, Peter Berger, Konstruksi Sosial,


References :

  1. Berger, P., & Luckman T, (2012). Tafsir Sosial Atas Kenyataan : Risalah Sosiologi Pengetahuaan. Jakarta : LP3ES
  2. Parera, F. M., (2012). Kata Pengantar. In P. Berger, & T. Luckman, Tafsir Sosial Atas Kenyataan : Risalah Sosiologi Pengetahuaan. Jakarta : LP3ES


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-02
  1. Strategi intervensi tim patroli air kali surabaya di kota surabaya
  2. Jaringan sosial prostitusi peran dan fungsi mucikari di lokalisasi sanggrahan tretes
  3. Strategi adaptasi pendega pasca bencana lumpur lapindo (studi deskriptif di desa tambak kalisogo kecamatan jabon kabupaten sidoarjo)
  4. Korelasi antara tinggi badan dan panjang jari tangan
  5. Dilema pedagang sayur dan buah di pasar induk puspa agro, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  6. Keterkaitan kebiasaan dan kepercayaan mengunyah sirih pinang dengan kesehatan gigi
  7. Pengaruh aktivitas pengayuh becak dan lamanya bekerja terhadap munculnya stress markers pada calcaneus
  8. Makna simbolik ritual ngobur tamoni (studi etnografi ritual ngobur tamoni di kelurahan pajagalan, kecamatan kota sumenep, kabupaten sumenep)
  9. Perubahan masyarakat dan kebudayaan terhadap tradisi kesenian tiban (studi kasus di desa banggle, kecamatan kanigoro, kabupaten blitar)
  10. Kesenian “damar muncar” (makna simbolik kesenian damar muncar bagi masyarakat desa lembor kecamatan brondong kabupaten lamongan)
  11. Metalhead (studi deskriptif gaya hidup pendukung subkultur metalhead di kota surabaya)
  12. Makna pemberian marga dalam adat batak toba (studi kasus kepada perantau batak toba di surabaya)
  13. Makna penggusuran menurut masyarakat miskin kota surabaya (studi kasus pada warga miskin pinggir rel korban rencana penggusuran double track oleh pt. kai dalam perspektif konstruksi sosial berger di kelurahan sidotopo)
  14. Pola makan pada ibu hamil dan pasca melahirkan di desa tiripan kecamatan berbek kabupaten nganjuk
  15. Kontribusi buruh wanita di industri perakitan lampu untuk ekonomi keluarga (studi deskriptif di industri perakitan lampu di kelurahan kedung baruk, kota surabaya)
  16. Pembentukan disiplin belajar anak sekolah dasar oleh ibu pekerja (studi di rt 2, desa sedengan mijen, kecamatan krian, kabupaten sidoarjo jawa timur)
  17. “makna daeng dalam kebudayaan suku makassar”
  18. Penerapan metode sentra dan calistung untuk anak tk a dan b futuhiyah di desa kloposepuluh, kecamatan sukodono, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  19. Penerimaan diri penderita dan anggota keluarga penderita kusta di kecamatan sumber, kabupaten rembang, provinsi jawa tengah