Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-02

TOC : 11, and page :1 - 14

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Metalhead (studi deskriptif gaya hidup pendukung subkultur metalhead di kota surabaya)

Author :

  1. Ady Mat Soleh*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak Masuknya media massa elektronik melalui acara-acara musik MTV maupun media massa cetak seperti majalah dan koran yang ada di Indonesia mengakibatkan adanya arus yang membawa berbagai macam kebudayaan dan identitas dari seluruh dunia. Eksistensi diri merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam dunia remaja. Rasa ingin mandiri, indiependen dan mencari identitas, inilah yang terkadang membuat para remaja melakukan petualangan dengan mencoba hal-hal baru yang membuat mereka ingin diterima di kelompok sebayanya, walaupun terkadang dapat berdampak negatif bagi diri mereka sendiri, seperti memilih menjadi seorang metalhead. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang pada akhirnya menghasilkan sebuah laporan deskripsi. Penelitian ini melalui beberapa tahap, yaitu pengamatan, wawancara, dan menelaah dokumen. Peneliti berhasil mengumpulkan fakta lapangan bahwa gaya hidup metalhead di kota Surabaya menjadi identitas bagi mereka dan mempunyai makna yang terdapat di dalamnya. Makna yang terkandung di dalam gaya hidup metalhead baik dari atribut, simbol, maupun semangat indiependennya, mempunyai inti makna yakni perlawanan terhadap aturan, baik aturan kemiliteran, kemapanan, maupun agama. Merujuk pada penjabaran di atas, peneliti memfokuskan permasalahan penelitian mengenai “Bagaimana gaya hidup pendukung subkultur metalhead yang ada di kota Surabaya?”   Kata Kunci: Metalhead, Gaya Hidup, Subkultur, Remaja   Abstract The influx of electronic media through MTV music events or print media such as magazines and newspapers in Indonesia led to the current that carries a wide variety of cultures and identities from around the world. Self-existence is important to consider for teenagers. Independent curiosity, indiependen and search for identity, this is the reason that sometimes make teenagers do the adventure of trying new things that make them want to be accepted in the peer group, although sometimes it has a negative impact for themselves, such as choosing to be a metalhead. This study used qualitative research methods, which in turn generates a report description. This research through several steps, namely observation, interviews, and reviewing documents. Researcher gather facts on the ground that the metalhead lifestyle in the city of Surabaya is the identity for them and have the meanings contained therein. Meaning contained in either of the metalhead lifestyle attributes, symbols, and their spirit indiependen, has a core meaning that resistance to the rule, either military rule, establishment, or religion. Referring to the explanation above, researcher focused on the research problem "How the metalhead subculture lifestyle supporters in Surabaya?"   Keywords: Metalhead, Lifestyle, Subculture, Teenagers

Keyword :

Metalhead, Gaya Hidup, Subkultur, Remaja,


References :

  1. Barker, Chris, (2005). Cultural Studies: Teori dan Praktis. Terjemahan oleh Tim KUNCI Cultural Studies Center. :.. Yogyakarta : Bentang
  2. Chaney, David , (1996). Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. Terjemahan oleh Nuraeni. : . Jogjakarta : Jalasutra
  3. Geertz, Clifford, (1991). Tafsir Kebudayaan. Terjemahan oleh Fransisco Budi Hardiman. Yogyakarta : Kanisius
  4. Hebdige, Dick, (1999). Asal Usul & Ideologi: Subkultur Punk. Terjemahan oleh Ari Wijaya. : . Yogyakarta : Buku Baik


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-02
  1. Strategi intervensi tim patroli air kali surabaya di kota surabaya
  2. Jaringan sosial prostitusi peran dan fungsi mucikari di lokalisasi sanggrahan tretes
  3. Strategi adaptasi pendega pasca bencana lumpur lapindo (studi deskriptif di desa tambak kalisogo kecamatan jabon kabupaten sidoarjo)
  4. Korelasi antara tinggi badan dan panjang jari tangan
  5. Dilema pedagang sayur dan buah di pasar induk puspa agro, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  6. Keterkaitan kebiasaan dan kepercayaan mengunyah sirih pinang dengan kesehatan gigi
  7. Pengaruh aktivitas pengayuh becak dan lamanya bekerja terhadap munculnya stress markers pada calcaneus
  8. Makna simbolik ritual ngobur tamoni (studi etnografi ritual ngobur tamoni di kelurahan pajagalan, kecamatan kota sumenep, kabupaten sumenep)
  9. Perubahan masyarakat dan kebudayaan terhadap tradisi kesenian tiban (studi kasus di desa banggle, kecamatan kanigoro, kabupaten blitar)
  10. Kesenian “damar muncar” (makna simbolik kesenian damar muncar bagi masyarakat desa lembor kecamatan brondong kabupaten lamongan)
  11. Metalhead (studi deskriptif gaya hidup pendukung subkultur metalhead di kota surabaya)
  12. Makna pemberian marga dalam adat batak toba (studi kasus kepada perantau batak toba di surabaya)
  13. Makna penggusuran menurut masyarakat miskin kota surabaya (studi kasus pada warga miskin pinggir rel korban rencana penggusuran double track oleh pt. kai dalam perspektif konstruksi sosial berger di kelurahan sidotopo)
  14. Pola makan pada ibu hamil dan pasca melahirkan di desa tiripan kecamatan berbek kabupaten nganjuk
  15. Kontribusi buruh wanita di industri perakitan lampu untuk ekonomi keluarga (studi deskriptif di industri perakitan lampu di kelurahan kedung baruk, kota surabaya)
  16. Pembentukan disiplin belajar anak sekolah dasar oleh ibu pekerja (studi di rt 2, desa sedengan mijen, kecamatan krian, kabupaten sidoarjo jawa timur)
  17. “makna daeng dalam kebudayaan suku makassar”
  18. Penerapan metode sentra dan calistung untuk anak tk a dan b futuhiyah di desa kloposepuluh, kecamatan sukodono, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  19. Penerimaan diri penderita dan anggota keluarga penderita kusta di kecamatan sumber, kabupaten rembang, provinsi jawa tengah