Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-02

TOC : 8, and page :258 - 267

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Patologi gigi-geligi pada tengkorak manusia liang bua, manggarai, flores, nusa tenggara timur

Author :

  1. Fitri Arizona*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak Seiring perkembangan kehidupan manusia pada masa neolitik, berkembang pula permasalahan hidup pada periode tersebut, seperti berkembangnya masalah kesehatan. Permasalahan kesehatan terkait kemunculan patologi dapat terekam pada sisa rangka manusia, baik pada tulang maupun pada gigi, sebab rangka merupakan bagian tubuh manusia yang memiliki sifat plastis dan dinamis. Sisa rangka manusia mampu memberikan banyak informasi terkait dampak perubahan dan perkembangan gaya hidup. Perkembangan gaya hidup memiliki dampak pada perubahan ekologis, peningkatan jumlah populasi, dan kemunculan permasalahan kesehatan atau penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan patologi gigi-geligi apa saja yang masih tampak pada tengkorak manusia. Bahan penelitian adalah lima sisa rangka manusia Liang Bua yang ditemukan oleh Verhoeven di Gua Liang Bua. Antikuitas kelima material Liang Bua merujuk pada masa transisi akhir neolitik menuju ke awal jaman logam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode makroskopis dan definisi patologis menurut Ortner bahwa kemunculan patologis pada sisa rangka manusia dapat terekspresi dalam keadaan abnormalitasnya (terkait dengan formasi, destruksi, densitas, ukuran, dan bentuk tulang), yang berkaitan dengan fungsi fisiologis dan faktor penyebab kemunculanya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kemunculan ante-mortem tooth loss, karies gigi, periodontal, abses dan atrisi gigi pada kelima material Liang Bua. Kemunculan patologi gigi-geligi ini merupakan respon dari perkembangan kehidupan transisi dari neolitik menuju ke jaman logam, dimana pada periode tersebut telah berkembang budaya agrikultur.   Kata kunci: Liang Bua, penyakit gigi, paleopatologi, agrikultur   Abstract As human life progressed during the Neolithic era, life problems also developed on that period, one of it is growing health problems. Health problems related to the occurrence of the pathology can be recorded on the human skeletal remains, both on the bones and teeth, since skeleton is the part of the human body which is plastic and dynamic. The human skeleton is able to provide a lot of information related to the impact of the changes and development of life style. The development of the style of life has an impact on the ecological changes, an increase in the number of population, and the emergence of problems of health or diseases. The aim of this study is to describe the pathological conditions which can be identified on the teeth remains. Research subjects are the human skeletal remains of Liang Bua discovered by Verhoeven in the cave of Liang Bua. Antiquity of Liang Bua refers to late Neolithic transition. This research applied macroscopic method and Pathologic definition of Ortner on the rest of the human skeletal remains which can be found in case of abnormality (related to the formation, destruction, density, size, and shape of the bone), which deals with the physiological function and cause factor occurrences. After the research was done, ante-mortem tooth loss, dental caries, periodontal, abscess, and dental attrition were found on the five human skeletal remains. These teeth pathologies is the response of the development of way of life from the Neolithic age toward the metal ages, which at that period has entered the culture of agriculture.   Keywords: Liang Bua, dental diseases, paleopathology, agriculture

Keyword :

Liang Bua, penyakit gigi, paleopatologi, agrikultur,


References :

  1. Artaria, M. D. , (2009). Antropologi Dental. . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 266 : Surabaya: Graha Ilmu.
  2. Koesbardiati, T. , (2014). Rekonstruksi Alam dan Kehidupan Berdasarkan Rangka Manusia. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 266 : Surabaya: Airlangga University Press.
  3. Waldron, T. , (2009). Paleopathology. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 266 : New York: Cambridge University Press.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-02
  1. Strategi adaptasi kelompok pengawas konservasi penyu taman kili-kili, desa wonocoyo, kecamatan panggul, kabupaten trenggalek
  2. Kesesuaian ukuran helm open face merk ink dengan ukuran antropometri kepala
  3. Komparasi tumbuh kembang anak laki-laki petani dan nelayan umur 7 tahun berdasarkan ukuran antropometris
  4. Dampak perceraian orang tua bagi perilaku mahasiswa universitas airlangga
  5. Hubungan somatotype dengan kelincahan atlet sepak takraw upt sma negeri olahraga jawa timur
  6. Variasi soft tissue pada wajah laki-laki populasi batak toba di surabaya
  7. Hubungan perkawinan endogami dengan kelainan bawaan lahir
  8. Patologi gigi-geligi pada tengkorak manusia liang bua, manggarai, flores, nusa tenggara timur
  9. Efek endogami lokal terhadap tinggi badan anak di desa karangpatihan kec. balong kab. ponorogo
  10. Pembelajaran bahasa jawa dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari pada murid sekolah dasar kelas satu dan kelas dua dari suku bangsa madura di sekolah dasar negeri pegirian i/47, jl. wonosari i/16, kecamatan semampir, kota surabaya
  11. Korelasi umur ibu melahirkan dengan panjang lahir dan berat badan lahir bayi umur 0 hari di kecamatan genteng-kabupaten banyuwangi
  12. Legenda bajul njayan folklor lisan masyarakat desa senjayan, kecamatan gondang, kabupaten nganjuk
  13. Makna hijab atau jilbab di kalangan mahasiswa universitas airlangga
  14. Tradisi ta’ziran di pondok pesantren raudlatul muta’allimin desa datinawong, kecamatan babat, kabupaten lamongan-jawa timur
  15. Fungsi gabungan kelompok tani (gapoktan) bagi petani desa pojokkulon kecamatan kesamben kabupaten jombang
  16. Syawir pesantren sebagai metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren manbaul hikam desa putat, kecamatan tanggulangin, kabupaten sidoarjo- jawa timur
  17. Perbedaan karakteristik gigi pada etnis madura, etnis jawa, dan etnis madura-jawa di surabaya berdasarkan shovel-shaped, carabelli’s cusp, serta anterior fovea