UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-02

Order : 7, and page :70 - 75

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pengaruh aktivitas pengayuh becak dan lamanya bekerja terhadap munculnya stress markers pada calcaneus

Author :

  1. Stefia Maharani*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstract Physical Anthropology is a part of human physical study thoroughly and the diversity as well as his trademark . The main points in this study is part of the Physical Anthropology on pedicab driver activity that affect the appearance stressmarker on the heel pedicab driver. The study subjects were selected researchers on five pedicab driver in the area Kalidami ​​Surabaya. The reason researchers chose the object of the research activities carried out by having a very high workload . High workload can affect the muscles and joints of the individual bones . The author assumes the workload on the pedicab driver occurs in the muscles of the leg . The method used in this study is the method of X-ray radiology . The results of X-rays will show whether there is stressmarker on the heel pedicab driver as a result of paddling activity repetitive . Analysis of the results of x-rays performed by the researcher based on literature. This study used a quantitative analysis of the anatomy and movement of the muscles and joints that affects the bone as a sign of activity . The results of the study are used to investigate the influence of patterns of work against the emergence of osteophyte on the heels of the pedicab driver in Kalidami Surabaya. Keyword: pedicab, osteophyte, stress marker, heel Abstrak Studi Antropologi Ragawi merupakan bagian dari studi fisik manusia yang mempelajari manusia secara menyeluruh dan mempelajari keanekaragaman serta ciri khasnya. Pokok utama pada penelitian ini adalah bagian dari Antropologi Ragawi tentang aktivitas pengayuh becak yang berpengaruh terhadap munculnya stress marker pada tumit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode radiologi foto rontgen dan foto aktivitas saat mengayuh. Subyek penelitian yang dipilih peneliti adalah para pengayuh becak berjumlah 5 orang di daerah kawasan kecamatan Kalidami Surabaya. Alasan peneliti memilih obyek penelitian tersebut berdasarkan aktivitas yang dilakukan mempunyai beban kerja yang sangat tinggi dan mmerlukan kerja otot pada bagian kaki. Beban kerja yang tinggi dapat mempengaruhi kerja otot dan persendian pada tulang dan memunculkan stress markers. Analisis hasil foto rontgen dilakukan oleh peneliti berdasarkan studi pustaka dan menggunakan analisis kuantitatif melalui studi anatomi dan gerakan pada otot yang bekerja aktif saat mengayuh. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa pola aktivitas pengayuh becak dengan menggunakan kekuatan otot kaki, disertai dengan semakin lamanya bekerja dan beban berat yang dibawa berdampak pada munculnya osteopit pada tumit. Kata kunci: becak, osteopit, stress marker, tumit

Keyword :

becak, osteopit, stress marker, tumit,


References :

  1. Byers, S.N. , (2008). “Introduction to Forensic Anthropology”. U.S.A. : Pearson Education Inc.
  2. Hamill, J& Knutzen, K.M. , (1995). Biomechanical Basis of Human Movement. London : Williams and Wilkins
  3. Sucipto., (2006). Adaptasi Musculoskeletal Terhadap Latihan. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia
  4. Tarwaka., Bakri, Solichul HA. dan Sudiajeng, Lilik., (2004). Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas . Surakarta : Uniba Press.




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-02
  1. Strategi intervensi tim patroli air kali surabaya di kota surabaya
  2. Jaringan sosial prostitusi peran dan fungsi mucikari di lokalisasi sanggrahan tretes
  3. Strategi adaptasi pendega pasca bencana lumpur lapindo (studi deskriptif di desa tambak kalisogo kecamatan jabon kabupaten sidoarjo)
  4. Korelasi antara tinggi badan dan panjang jari tangan
  5. Dilema pedagang sayur dan buah di pasar induk puspa agro, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  6. Keterkaitan kebiasaan dan kepercayaan mengunyah sirih pinang dengan kesehatan gigi
  7. Pengaruh aktivitas pengayuh becak dan lamanya bekerja terhadap munculnya stress markers pada calcaneus
  8. Makna simbolik ritual ngobur tamoni (studi etnografi ritual ngobur tamoni di kelurahan pajagalan, kecamatan kota sumenep, kabupaten sumenep)
  9. Perubahan masyarakat dan kebudayaan terhadap tradisi kesenian tiban (studi kasus di desa banggle, kecamatan kanigoro, kabupaten blitar)
  10. Kesenian “damar muncar” (makna simbolik kesenian damar muncar bagi masyarakat desa lembor kecamatan brondong kabupaten lamongan)
  11. Metalhead (studi deskriptif gaya hidup pendukung subkultur metalhead di kota surabaya)
  12. Makna pemberian marga dalam adat batak toba (studi kasus kepada perantau batak toba di surabaya)
  13. Makna penggusuran menurut masyarakat miskin kota surabaya (studi kasus pada warga miskin pinggir rel korban rencana penggusuran double track oleh pt. kai dalam perspektif konstruksi sosial berger di kelurahan sidotopo)
  14. Pola makan pada ibu hamil dan pasca melahirkan di desa tiripan kecamatan berbek kabupaten nganjuk
  15. Kontribusi buruh wanita di industri perakitan lampu untuk ekonomi keluarga (studi deskriptif di industri perakitan lampu di kelurahan kedung baruk, kota surabaya)
  16. Pembentukan disiplin belajar anak sekolah dasar oleh ibu pekerja (studi di rt 2, desa sedengan mijen, kecamatan krian, kabupaten sidoarjo jawa timur)
  17. “makna daeng dalam kebudayaan suku makassar”
  18. Penerapan metode sentra dan calistung untuk anak tk a dan b futuhiyah di desa kloposepuluh, kecamatan sukodono, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  19. Penerimaan diri penderita dan anggota keluarga penderita kusta di kecamatan sumber, kabupaten rembang, provinsi jawa tengah