UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-02

Order : 1, and page :178 - 197

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Strategi adaptasi kelompok pengawas konservasi penyu taman kili-kili, desa wonocoyo, kecamatan panggul, kabupaten trenggalek

Author :

  1. Basyarul Aziz*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstract             The slaughtering of sea turtles and trading of turtle eggs in Bendogolor, Wonocoyo Village, Panggul Sub-district has caused the decrease in turtles’ populations. Thus, this study is interested in observing a turtle conservation community which has the objective to save sea turtles from slaughters, trades, or consumption by the local community which is related to some obstacles and adaptation strategies in various seasons. The method used is ethnography. The data were obtained using participant observation on the community’s daily activities. In-depth interview were done with thirteen informants who matched the research guidelines. The data were analyzed using Bennet’s adaptation theory about the active and conscious adaptation to the environment.             The results shows that some people in that community have several reasons for doing conservation, such as to improve their finance, maintain trust, for side job, and to protect sea turtles from extinction. There are various activity processes and obstacles on different seasons. In summer, the sea turtles are coming out to the surface, and the adaptation strategy used is to conduct an Ucul-ucul ceremony and monitoring the sea tides. On rainy season, when the sea turtles are not coming out, the strategy is to pick up the trash on sea. The last obstacle is the lack of marketing knowledge, so that the adaptation strategies used are to learn how to cultivate sea turtles, manage the community’s finance, and marketing the turtles.   Keywords: Activity Process, Environmental Problem, Adaptation Strategy, Sea Turtles Conservation   Abstrak               Latar belakang pembantaian penyu dan perdagangan telur penyu di Dusun Bendogolor, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul membuat populasi penyu menjadi menurun. Untuk itu, peneliti tertarik meneliti kelompok konservasi penyu yang dibentuk untuk menyelamatkan penyu dari pembantaian, perdagangan maupun konsumsi masyarakat lokal terkait kendala dan strategi adaptasi pada musim yang berbeda. Metode Penelitian  menggunakan metode etnografi dengan melakukan observasi partisipasi pada proses aktivitas sehari-hari Kelompok Konservasi Penyu. Teknik Pengumpulan data dengan wawancara mendalam kepada tiga belas informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses aktivitas dan strategi adaptasi pada musim yang berbeda dalam melakukan konservasi penyu. Kelompok Pengawas melakukan aktivitas berupa pengawasan, pemeliharaan, sosialisasi kepada pengunjung dan pelepasan tukik. Adapun strategi adaptasi pada musim yang berbeda yakni musim panas dan musim hujan. Strategi adaptasi Kelompok Pengawas pada musim panas adalah Upacara Ucul-Ucul dan pengawasan terhadap pasang surut air laut. Selanjutnya, Strategi yang dilakukan pada musim hujan adalah mengambil sampah di laut. Kelompok Pengawas juga memasarkan penyu yang bertujuan untuk keberlanjutan konservasi penyu.   Kata Kunci: Proses Aktivitas, Kendala, Strategi Adaptasi, Konservasi Penyu

Keyword :

Proses Aktivitas, Kendala, Strategi Adaptasi, Konservasi Penyu,


References :

  1. Ahimsa-Putra, Heddy Shri , (1994). Antropologi Ekologi : Beberapa Teori dan Perkembangannya. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 197 : Universitas Gadjah Mada.
  2. Farina, Almo., (2010). Ecology, Cognition and Landscape Linking Natural and Social Systems. . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 197 : London : Springer
  3. Sukadana, Adi., (1983). Antropo-Ekologi. . Hal 18.. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 197 : Surabaya: Airlangga University Press
  4. Haviland, William., (1985). Antropologi Jilid I. Terjemahan R.G. Soekadijo. . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 197 : Jakarta : Erlangga.
  5. Koentjaraningrat, (2009). Pengantar Ilmu Antropologi.. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 197 : Jakarta : Rineka Cipta




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-02
  1. Strategi adaptasi kelompok pengawas konservasi penyu taman kili-kili, desa wonocoyo, kecamatan panggul, kabupaten trenggalek
  2. Kesesuaian ukuran helm open face merk ink dengan ukuran antropometri kepala
  3. Komparasi tumbuh kembang anak laki-laki petani dan nelayan umur 7 tahun berdasarkan ukuran antropometris
  4. Dampak perceraian orang tua bagi perilaku mahasiswa universitas airlangga
  5. Hubungan somatotype dengan kelincahan atlet sepak takraw upt sma negeri olahraga jawa timur
  6. Variasi soft tissue pada wajah laki-laki populasi batak toba di surabaya
  7. Hubungan perkawinan endogami dengan kelainan bawaan lahir
  8. Patologi gigi-geligi pada tengkorak manusia liang bua, manggarai, flores, nusa tenggara timur
  9. Efek endogami lokal terhadap tinggi badan anak di desa karangpatihan kec. balong kab. ponorogo
  10. Pembelajaran bahasa jawa dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari pada murid sekolah dasar kelas satu dan kelas dua dari suku bangsa madura di sekolah dasar negeri pegirian i/47, jl. wonosari i/16, kecamatan semampir, kota surabaya
  11. Korelasi umur ibu melahirkan dengan panjang lahir dan berat badan lahir bayi umur 0 hari di kecamatan genteng-kabupaten banyuwangi
  12. Legenda bajul njayan folklor lisan masyarakat desa senjayan, kecamatan gondang, kabupaten nganjuk
  13. Makna hijab atau jilbab di kalangan mahasiswa universitas airlangga
  14. Tradisi ta’ziran di pondok pesantren raudlatul muta’allimin desa datinawong, kecamatan babat, kabupaten lamongan-jawa timur
  15. Fungsi gabungan kelompok tani (gapoktan) bagi petani desa pojokkulon kecamatan kesamben kabupaten jombang
  16. Syawir pesantren sebagai metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren manbaul hikam desa putat, kecamatan tanggulangin, kabupaten sidoarjo- jawa timur
  17. Perbedaan karakteristik gigi pada etnis madura, etnis jawa, dan etnis madura-jawa di surabaya berdasarkan shovel-shaped, carabelli’s cusp, serta anterior fovea