UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 3 / No. 1 / Published : 2014-02

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Strategi adaptasi pendega pasca bencana lumpur lapindo (studi deskriptif di desa tambak kalisogo kecamatan jabon kabupaten sidoarjo)

Author :

  1. Ainin Zuhriyah Haq*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak   Pasca bencana Lumpur Lapindo, ternyata air lumpur Lapindo tetap mencemari air sungai sekitarnya, salah satunya terjadi di Desa Tambak Kalisogo Kecamatan Jabon.Hal itu sekarang merugikan tambak yang berada di sekitar sungai.Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah strategi pendega dalam mengelola tambak.Yang dimaksud dengan pendega adalah seseorang yang diberi kepercayaan sepenuhnya oleh pemilik tambak dalam mengelola tambaknya.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendeskripsikan tentang strategi adaptasi pendega dalam mengelola tambak di Desa Tambak Kalisogo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi kegiatan pendega dalam mengelola tambak. Pengumpulan data juga dilakukan peneliti dengan teknik wawancara mendalam terhadap informan yaitu pendega. Dikarenakan pemilik tambak sebagian besar adalah penduduk diluar kota sidoarjo maka peneliti menggunakan teknik purposive dalam teknik penentuan informan dengan jumlah tiga informan pendega. Teknik analisis data dengan menggunakan pendekatan teori Adaptasi dari Bennet dalam buku Adi Sukadana yang menjelaskan adaptasi sebagai suatu perilaku yang secara sadar dan aktif dapat memilih dan memutuskan apa yang ingin dilaksanakan sebagai usaha penyesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan cara pengelolaan tambak sejak adanya perubahan kondisi air sungai yang tercemari air Lapindo. Terdapat empat strategi adaptasi pendega dalam mengelola tambaknya yaitu dalam teknik persiapan tambak, pada pengolaan air tambak, pada pemeliharaan ikan dan udang, dan dalam proses pemanenan juga penjualan hasil panen. Perubahan perilaku tersebut merupakan hasil penyesuaian diri mereka terhadap kondisi alam yang telah berubah. Disisi lain Pendega juga menggunakan logika mereka sendiri dalam mengembangkan cara dalam menghadapi masalah di lingkungannya sebagai suatu strategi adaptasi.   Kata kunci : Pendega, Strategi Adaptasi, Lumpur Lapindo             Abstract After lapindo mudflow disaster, water mud of lapindo still pollutes the waters of the surrounding areas, One of them is happening in the village of an Tambak Kalisogo, Jabon sub-district. It now injurious areas located around the river. The focus of this research is pendega’s strategy in managing an embankment. What is meant by pendega is a person who is given trust fully by the owners of an embankment  to managing. The purpose this research is to know and described about strategy adaption Pendega in managing an embankment in the village Tambak Kalisogo sub-district Jabon Sidoarjo. A method of research used in this research is using methods research qualitative with uses the technique collecting data by means of observations activities pendega in managing an embankment. Collecting data also conducted research technique an deep interview with against an informer namely pendega. Because the owner tambak mostly is a outside the city sidoarjo and researchers used technique purposive in Technique determination informer with the sum of three informer pendega. Technique of data analysis by using the theory of Adaptation approach of Bennet in the book Adi Sukadana explaining adaptation as a behavior that is a conscious and active can choose and decide what is implemented as an effort adjustment. The results showed that changes the way the management of embankment since a change in the rivers heavily polluted water condition of water Lapindo. There are four strategies of adaptation pendega in managing her farm is on his pond preparation techniques, On the management of water areas, on the maintenance of fish and shrimp, and in the process of harvesting and selling crops. The change in behavior is the result of adjustments themselves against natural conditions have changed. On the other side Pendega also use their own logic in developing ways to deal with problems in their environment as an adaptation strategy.   Keywords: pendega, adaptation strategies, lapindo mudflow

Keyword :

Pendega, Strategi Adaptasi, Lumpur Lapindo,


References :

  1. Koentjaraningrat, (1977). Beberapa pokok Antropologi Sosial. Jakarta : Dian Rakyat
  2. Moeleong, L.J., (1993). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya
  3. Sukadana, Adi, (1983). Antropologi Ekologi. Surabaya : Lembaga penerbitan Universitas Airlangga
  4. Suparlan. Parsudi, (1984). Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungan. Jakarta : CV.Rajawali.




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 1 / Pub. : 2014-02
  1. Strategi intervensi tim patroli air kali surabaya di kota surabaya
  2. Jaringan sosial prostitusi peran dan fungsi mucikari di lokalisasi sanggrahan tretes
  3. Strategi adaptasi pendega pasca bencana lumpur lapindo (studi deskriptif di desa tambak kalisogo kecamatan jabon kabupaten sidoarjo)
  4. Korelasi antara tinggi badan dan panjang jari tangan
  5. Dilema pedagang sayur dan buah di pasar induk puspa agro, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  6. Keterkaitan kebiasaan dan kepercayaan mengunyah sirih pinang dengan kesehatan gigi
  7. Pengaruh aktivitas pengayuh becak dan lamanya bekerja terhadap munculnya stress markers pada calcaneus
  8. Makna simbolik ritual ngobur tamoni (studi etnografi ritual ngobur tamoni di kelurahan pajagalan, kecamatan kota sumenep, kabupaten sumenep)
  9. Perubahan masyarakat dan kebudayaan terhadap tradisi kesenian tiban (studi kasus di desa banggle, kecamatan kanigoro, kabupaten blitar)
  10. Kesenian “damar muncar” (makna simbolik kesenian damar muncar bagi masyarakat desa lembor kecamatan brondong kabupaten lamongan)
  11. Metalhead (studi deskriptif gaya hidup pendukung subkultur metalhead di kota surabaya)
  12. Makna pemberian marga dalam adat batak toba (studi kasus kepada perantau batak toba di surabaya)
  13. Makna penggusuran menurut masyarakat miskin kota surabaya (studi kasus pada warga miskin pinggir rel korban rencana penggusuran double track oleh pt. kai dalam perspektif konstruksi sosial berger di kelurahan sidotopo)
  14. Pola makan pada ibu hamil dan pasca melahirkan di desa tiripan kecamatan berbek kabupaten nganjuk
  15. Kontribusi buruh wanita di industri perakitan lampu untuk ekonomi keluarga (studi deskriptif di industri perakitan lampu di kelurahan kedung baruk, kota surabaya)
  16. Pembentukan disiplin belajar anak sekolah dasar oleh ibu pekerja (studi di rt 2, desa sedengan mijen, kecamatan krian, kabupaten sidoarjo jawa timur)
  17. “makna daeng dalam kebudayaan suku makassar”
  18. Penerapan metode sentra dan calistung untuk anak tk a dan b futuhiyah di desa kloposepuluh, kecamatan sukodono, kabupaten sidoarjo, jawa timur
  19. Penerimaan diri penderita dan anggota keluarga penderita kusta di kecamatan sumber, kabupaten rembang, provinsi jawa tengah