Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 6 / No. 2 / Published : 2017-02

TOC : 4, and page :199 - 212

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Strategi petani bunga sedap malam (polianthes tuberosa) dalam menghadapi pasar di desa pekoren kecamatan rembang kabupaten pasuruan

Author :

  1. Robiatul Adawiyah*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak Kehidupan ekonomi petani bunga sedap malam berada dalam keadaan yang tidak menentu. Pendapatan petani bunga sedap malam tergantung pada keadaan pasar. Salah satunya adalah harga bunga yang berfluktuasi yakni Rp 300,00-Rp 5.000,00 per tangkai, untuk itu dilakukan penelitian mengenai bagaimana strategi petani bunga sedap malam di desa Pekoren, kecamatan Rembang, kabupaten Pasuruan dalam mengatasi persoalan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dan analisis data menggunakan teori moral ekonomi dan ekonomi rasional. Karena kehidupan petani memegang prinsip gotong royong dan petani juga ingin mendapatkan keuntungan dari usahanya tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh petani bunga sedap malam di desa Pekoren adalah 1) Memberdayakan tenaga keluarga/kerabat untuk menutupi kekurangan modal dan kerugian akibat harga bunga sedap malam merosot. 2) Menjual hasil panen kepada juragan untuk memperoleh harga yang baik. 3) Meminjam uang kepada kerabat. 4) Melakukan diversifikasi dalam kegiatan ekonomi antara lain membuka toko kelontong, pekerjaan sampingan terutama dilakukan pada hari libur (sabtu/minggu), mengatur pola tanam secara bergantian antara padi dan bunga sedap malam. Kata kunci: Budidaya, Bunga Sedap Malam, Fluktuasi, Moral, Pasar, Petani, Rasional, Strategi   Abstract Economic life tuberose flower growers are in a state of uncertainty. Tuberose flower farmer's income depends on the state of the market. One is the interest rates that fluctuate at $ 300.00-USD 5000.00 per stalk, for it carried out research on how the strategy tuberose flower growers in the village Pekoren, sub Rembang, Pasuruan regency in overcoming these problems. The method used in this research is descriptive and qualitative analysis of the data using economic theory and economic rational moral. Because the lives of farmers holding the principle of mutual cooperation and farmers also want to benefit from his efforts. These results indicate that strategy undertaken by the tuberose flower growers in the village Pekoren is 1) Empowering the family labor / relatives to cover losses due to lack of capital and tuberose flower prices slumped. 2) Sell harvest to the skipper to get a good price. 3) Borrowing money to relatives. 4) To diversify the economic activities among others opened a grocery store, a second job is mainly done on holidays (Saturday / Sunday), adjust the cropping pattern, alternating between rice and tuberose flower.   Keywords: Aquaculture, Flower Tuberose, Fluctuation, Morals, Markets, Farmer, Rational, Strategy.

Keyword :

Budidaya, Bunga Sedap Malam, Fluktuasi, Moral, Pasar, Petani, Rasional, Strategi,


References :

  1. Ahimsa-Putra, H. S. , (2003). Ekonomi Moral, Rasional dan Politik dalam Industri Kecil di Jawa.. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 212 : Yogyakarta: Kepel Press.
  2. Popkin, Samuel, L , (1986). Petani Rasional.. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 212 : Jakarta: Yayasan Padamu Negeri
  3. Scott, James, C. , (1983). Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara/James C. Scott; diterjemahkan oleh Hasan Basari. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 212 : Jakarta: LP3ES.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 2 / Pub. : 2017-02
  1. Keragaman kebaya pengantin gaya solo (studi deskriptif mengenai makna kebaya gaya solo dalam prosesi pernikahan di surabaya)
  2. Komponis film di surabaya
  3. Tren tinggi badan anak berdasarkan luasan mmr orangtua trend of children height according parents’ mmr area
  4. Strategi petani bunga sedap malam (polianthes tuberosa) dalam menghadapi pasar di desa pekoren kecamatan rembang kabupaten pasuruan
  5. Analisis genealogi &mean matrimonial radius populasi tuli-bisu di desa bengkala, buleleng, bali
  6. Pola asuh anak dhuafa dan yatim piatu pada tingkat sd- perguruan tinggi di panti asuhan muhammadiyah, kecamatan gurah, kabupaten kediri
  7. Hubungan premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga
  8. Karakteristik fisik secara somatoskopi dan adaptasi budaya pada populasi masyarakat tengger di desa argosari, kecamatan senduro, kabupaten lumajang
  9. Fungsi bangunan pura penataran agung “margo wening” di desa balonggarut kecamatan krembung
  10. Karakteristik epigenetika pada upper viscerocranium dan bagian dahi tengkorak jawa dan papua berdasarkan perbedaan jenis kelamin