Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 6 / No. 1 / Published : 2017-01

TOC : 12, and page :135 - 142

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Stress marker pada tulang lumbar buruh manol di kecamatan genteng, banyuwangi

Author :

  1. Nur Fitria*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

ABSTRACT Porters have high work intensity and heavy workload. Everday, porters work to lift loads between 80-150 kilograms in a single lift. Such work activities would damage the porter’s lumbar spine, because it is done continously and repetitively for a long period of time. This can lead to signs of stress marker that appear on the lumbar spine of porter workers. The goal of this study is to see the varieties of stress marker that is shown on the lumbar spine of porters related to the intensity of the job, the work hour, and the workload. The subjects were 10 porters that are actively working in Traditional Market of Genteng, Banyuwangi. The methods used in the data retrieval and collection are observation, interview, and x-rays to see whether or not exist stress marker. The data analysis was performed using quantitative descriptive analysis, namely by looking at the x-rays and analyzing the data on the intensity of the job, the work hour, and the workload from each porters. The result shows that there are stress markers in the form of osteophyte in 8 subjects of this research, one person suffered robusticity, and one person has a normal lumbar spine. It is caused by differences in the length of work, frequency of lifting the load, and the workload on each subject of research. Keywords: stress marker, porters, work intensity, workload, long work       ABSTRAK Buruh manol memiliki intensitas kerja yang tinggi dan beban kerja yang berat. Setiap harinya buruh manol bekerja mengangkat barang dengan beban antara 80-150 kg dalam sekali angkat. Aktivitas bekerja tersebut akan membebani tulang lumbar buruh manol, sebab dilakukan secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal tersebut dapat menimbulkan tanda-tanda stres pada tulang punggung buruh manol. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana variasi stress markeryang muncul pada tulang punggung buruh manol, terkait dengan intensitas kerja, lama bekerja, dan beban kerja buruh manol. Subjek penelitian ini adalah 10 orang buruh manol yang aktif bekerja di Pasar Tradisional Genteng, Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam pengambilan dan pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, dan rontgen untuk melihat ada atau tidaknya stress marker. Adapun analisis data dilakukan menggunakan metode analisis kuantitatif, yaitu dengan melihat hasil rontgen dan menganalisisnya dengan data intensitas kerja, lama bekerja, dan beban kerja masing-masing buruh manol. Hasilnya adalah bahwa terdapat stress marker berupa osteopit pada 8 orang subjek penelitian, 1 orang mengalami robustisitas, dan 1 orang memiliki tulang lumbar yang normal. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan lama masa bekerja, frekuensi mengangkat beban, dan beban kerja pada masing-masing subjek penelitian. Kata kunci : stress marker, buruh manol, intensitas kerja, lama bekerja, beban kerja.

Keyword :

stress marker, buruh manol, intensitas kerja, lama bekerja, beban kerja,


References :

  1. Byers, S. N., (2008). Introduction to Forensic Anthropology (3rd ed.).. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.1/Pebruari 2017, hal 142 : Boston: Pearson Education, Inc
  2. Iscan, M. I., & Kennedy, K. A. R. (, (1989). Reconstruction of Life from the Skeleton. (M. I. Iscan & K. A. R. Kennedy, Eds.).. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.1/Pebruari 2017, hal 142 : New York: Alan R. Liss, Inc.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 1 / Pub. : 2017-01
  1. Kidungan jawa timuran dalam pertunjukan ludruk budhi wijaya jombang
  2. Fungsi coffee shop bagi perempuan penikmat kopi (studi deskriptif di coffee shop hoomee surabaya )
  3. Aktivitas masyarakat sekitar cagar alam manggis gadungan, desa manggis, kecamatan puncu, kabupaten kediri (studi adaptasi pasca penutupan hutan)
  4. Aktivitas penambang batu kapur (saren) di desa leran kulon kecamatan palang kabupaten tuban
  5. Dinamika manfaat pengembangan wisata kayangan api bagi masyarakat di desa sendang harjo kecamatan ngasem kabupaten bojonegoro provinsi jawa timur
  6. Pembangunan kampung kue di rungkut lor rt 02/05, kelurahan kali rungkut, kecamatan rungkut, kota surabaya.
  7. Fungsi manifes dan fungsi laten pesantren mahasiswa baitul hikmah surabaya
  8. Variasi sidik palmar dan phalanx distal pada penderita kanker payudara di surabaya
  9. Transmisi budaya pada komunitas pena hitam surabaya sebagai penunjang kreativitas dalam bidang seni
  10. Migrasi dan pengaruhnya terhadap pola pengasuhan anak tkw di dusun pangganglele desa arjowilangun kecamatan kalipare kabupaten malang
  11. Layanan spa jawa di tirta ayu spa kecamatan bojonegoro, kabupaten bojonegoro – jawa timur
  12. Stress marker pada tulang lumbar buruh manol di kecamatan genteng, banyuwangi
  13. Strategi adaptasi pedagang kaki lima “bermobil” terhadap tekanan struktural di kawasan merr rungkut kota surabaya
  14. Apresiasi anggota komunitas darjezz sidoarjo terhadap musik jazz