Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 5 / No. 2 / Published : 2016-02

TOC : 14, and page :321 - 334

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Tradisi ta’ziran di pondok pesantren raudlatul muta’allimin desa datinawong, kecamatan babat, kabupaten lamongan-jawa timur

Author :

  1. Lailatus Saidah*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstract Ta'zir is a sanction given to santri who have committed violations of rules in the pondok pesantren. Ta'zir is one tradition which entrenched in the pondok pesantren and it is still upheld until today because it is deemed to be necessary to be enforced in pondok pesantren. This article talks about how the implementation of ta'ziran in pondok pesantren and why ta'ziran tradition is still used until now. This study aims to identify and describe the tradition of sanctions for santri who violate and also to describe the causes that make ta'ziran tradition can continue. Location of this research was at Raudaltul Muta'allimin pondok pesantren in Lamongan. Data was collected through observation and interviews, and the informants were selected purposively. This type of research was qualitative descriptive with description, explanation, and analysis of the phenomenon of ta'zir in accordance with the theory. The analysis concluded that in practice, this ta'zir was decided based on discussion meeting, which was undertaken to comply with the rules of pondok pesantren, to improve the character and behavior of santri towards goodness so that they can maintain authority regulations. Regulations were very strictly implemented in the pondok pesantren and the programs are implemented in a disciplined manner to make pondok pesantren as an influential institution, as well as further strengthen its presence in the middle of the process of the dynamic and rapidly changing society.   Key words: Pondok pesantren, ta’ziran, existence, system.   Abstrak Ta’zir adalah suatu sanksi yang diberikan oleh santri yang telah melakukan pelanggaran tata aturan di pondok pesantren. Ta’zir merupakan salah satu tradisi yang membudaya di pondok pesantren yang sampai sekarang masih dipertahankan karena sangat diperlukan untuk menegakkan peraturan di pondok pesantren. Artikel ini membahas permasalahan tentang bagaimana pelaksanaan ta’ziran di pondok dan mengapa tradisi ta’ziran ini tetap dipergunakan sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan tradisi pemberian sanksi bagi santri yang melanggar dan menggambarkan penyebab yang menjadikan tradisi ta’ziran ini bisa bertahan. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Raudaltul Muta’allimin Lamongan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, dan informan dipilih secara purposive. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis fenomena ta’zir sesuai dengan teori. Dari analisis dapat diperoleh kesimpulan bahwa ta’zir ini dalam pelaksanaannya ditentukan berdasarkan prosedur yang telah dimusyawarahkan bersama, yang dilaksanakan untuk menaati peraturan pondok, memperbaiki tabiat dan tingkah laku anak ke arah kebaikan sehingga dapat menjaga kewibawaan peraturan. Penerapan peraturan pesantren yang sangat ketat dan program-program pesantren yang dilaksanakan secara disiplin menjadikan pesantren sebagai institusi yang berpengaruh, sekaligus semakin memantapkan eksistensinya di tengah proses perubahan sosial yang cepat dan dinamik.   Kata kunci: Pondok pesantren, ta’ziran, eksistensi, sistem

Keyword :

Pondok pesantren, ta’ziran, eksistensi, sistem,


References :

  1. Dhofier, Zamahsyar , (1982). Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai.. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 333 : Jakarta: LP3ES
  2. Ihromi, T.O. , (1999). Pokok-pokok Antropologi Budaya. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 333 : Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  3. Jones, PIP , (2009). Pengantar Teori-teori Sosial. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 333 : Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
  4. Koentjaraningrat , (1987). Sejarah Teori Antropologi 1.. AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 333 : Jakarta: UI-Press.
  5. Spradley, James P, (1997). Metode Etnografi. . AntroUnairdotNet, Vol.V/No.2/Juli 2016, hal 333 : Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 2 / Pub. : 2016-02
  1. Strategi adaptasi kelompok pengawas konservasi penyu taman kili-kili, desa wonocoyo, kecamatan panggul, kabupaten trenggalek
  2. Kesesuaian ukuran helm open face merk ink dengan ukuran antropometri kepala
  3. Komparasi tumbuh kembang anak laki-laki petani dan nelayan umur 7 tahun berdasarkan ukuran antropometris
  4. Dampak perceraian orang tua bagi perilaku mahasiswa universitas airlangga
  5. Hubungan somatotype dengan kelincahan atlet sepak takraw upt sma negeri olahraga jawa timur
  6. Variasi soft tissue pada wajah laki-laki populasi batak toba di surabaya
  7. Hubungan perkawinan endogami dengan kelainan bawaan lahir
  8. Patologi gigi-geligi pada tengkorak manusia liang bua, manggarai, flores, nusa tenggara timur
  9. Efek endogami lokal terhadap tinggi badan anak di desa karangpatihan kec. balong kab. ponorogo
  10. Pembelajaran bahasa jawa dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari pada murid sekolah dasar kelas satu dan kelas dua dari suku bangsa madura di sekolah dasar negeri pegirian i/47, jl. wonosari i/16, kecamatan semampir, kota surabaya
  11. Korelasi umur ibu melahirkan dengan panjang lahir dan berat badan lahir bayi umur 0 hari di kecamatan genteng-kabupaten banyuwangi
  12. Legenda bajul njayan folklor lisan masyarakat desa senjayan, kecamatan gondang, kabupaten nganjuk
  13. Makna hijab atau jilbab di kalangan mahasiswa universitas airlangga
  14. Tradisi ta’ziran di pondok pesantren raudlatul muta’allimin desa datinawong, kecamatan babat, kabupaten lamongan-jawa timur
  15. Fungsi gabungan kelompok tani (gapoktan) bagi petani desa pojokkulon kecamatan kesamben kabupaten jombang
  16. Syawir pesantren sebagai metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren manbaul hikam desa putat, kecamatan tanggulangin, kabupaten sidoarjo- jawa timur
  17. Perbedaan karakteristik gigi pada etnis madura, etnis jawa, dan etnis madura-jawa di surabaya berdasarkan shovel-shaped, carabelli’s cusp, serta anterior fovea