Catalog :




Detail Article

AntroUnairDotNet

ISSN 2303-3053

Vol. 6 / No. 2 / Published : 2017-02

TOC : 3, and page :189 - 198

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Tren tinggi badan anak berdasarkan luasan mmr orangtua trend of children height according parents’ mmr area

Author :

  1. Rintis Alun Atthahar*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak Tinggi badan ditentukan oleh kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan.tinggi badan merupakan suatu hal yang sangat penting secara antropologis untuk menentukan perbedaan rasial. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tren tinggi badan berdasarkan luasan MMR orangtua pada mahasiswa FISIP Universitas Airlangga Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan membaca tren tinggi badan dibandingkan dengan MMR. Besaran sampel 83 mahasiswa kemudian dibedakan menurut jenis kelamin laki-laki sebanyak 48 orang dan 35 orang pada mahasiswa perempuan. Setelah data disajikan dalam tabel penyajian deskriptif dan MMR kemudian data dianalisis dengan melihat tren tinggi badan. Rata-rata tinggi badan pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Jarak tempat kelahiran dan tempat tinggal orangtua menunjukkan varian yang heterogen. Sesuai dengan hasil penelitian yang disajikan dalam tabel perbandingan nilai MMR, TB orangtua dan mahasiswa berdasarkan urutan luasan MMR diketahui bahwa semakin luas MMR memiliki tren tinggi badan mahasiswa yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata tinggi badan orangtua, sebaliknya semakin kecil luasan MMR semakin rendah tinggi badan mahasiswa jika dibandingkan dengan rata-rata tinggi badan orangtua. Kata kunci: MMR (Mean Matrimonial Radius), Tinggi Badan, faktor genetik, faktor lingkungan   Abstrak Height is determined by a combination of genetic factors and environmental factors. Height is very important anthropologically to determine racial differences. The aim of this study was to determine the trend by height within the birthplace of parents with a place to stay on the Student of the Faculty of Social and Political Science of Universitas Airlangga. This research uses descriptive quantitative method to read trends in height compared with MMR. The total sample consist of 48 students of men and 35 women student. Once the data are presented in tables and descriptive presentation of MMR then the data were analyzed by seeing trends in height. The mean height in males is higher than for women. Distance birthplace and residence of the parents showed a heterogeneous variants. In accordance with the results of the research presented in the table comparison of the value of MMR, TB parents and students in order extents MMR is known that the wider MMR has the trend heights of the students were higher when compared with an average height parents, otherwise the smaller the area of ​​MMR the lower the height student compared with an average height parents. Keywords : MMR (Mean Matrimonial Radius), height, genetic factor, environmental fatcor

Keyword :

MMR (Mean Matrimonial Radius), Tinggi Badan, faktor genetik, faktor lingkungan,


References :

  1. Glinka, J. , (2008). Manusia Makhluk Sosial Bilogis. AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 198 : Surabaya: Airlangga University Press,
  2. Koesbardiati, T. , (2012). Bahan Ajar Antropologi Forensik. . AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 198 : Surabaya; Reyka Petra Media
  3. Olson, S. , (2004). Mapping Human History (Gen, Ras, dan Asal-Usul Manusia). . AntroUnairdotNet, Vol.VI/No.2/Juli 2017, hal 198 : Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 2 / Pub. : 2017-02
  1. Keragaman kebaya pengantin gaya solo (studi deskriptif mengenai makna kebaya gaya solo dalam prosesi pernikahan di surabaya)
  2. Komponis film di surabaya
  3. Tren tinggi badan anak berdasarkan luasan mmr orangtua trend of children height according parents’ mmr area
  4. Strategi petani bunga sedap malam (polianthes tuberosa) dalam menghadapi pasar di desa pekoren kecamatan rembang kabupaten pasuruan
  5. Analisis genealogi &mean matrimonial radius populasi tuli-bisu di desa bengkala, buleleng, bali
  6. Pola asuh anak dhuafa dan yatim piatu pada tingkat sd- perguruan tinggi di panti asuhan muhammadiyah, kecamatan gurah, kabupaten kediri
  7. Hubungan premenstrual syndrome dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas airlangga
  8. Karakteristik fisik secara somatoskopi dan adaptasi budaya pada populasi masyarakat tengger di desa argosari, kecamatan senduro, kabupaten lumajang
  9. Fungsi bangunan pura penataran agung “margo wening” di desa balonggarut kecamatan krembung
  10. Karakteristik epigenetika pada upper viscerocranium dan bagian dahi tengkorak jawa dan papua berdasarkan perbedaan jenis kelamin