Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 22 / No. 3 / Published : 2010-12

TOC : 8, and page :206 - 210

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Diagnosis of nevus unius lateris

Author :

  1. Angelica Vanini*1
  2. Vella*2
  3. Sunarko Martodihardjo*3
  4. Eka Koesoema Wardhani*4
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  3. Dosen Fakultas Kedokteran
  4. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar belakang: Nevus unius lateris merupakan varian nevus epidermal verukosa, insidensinya 1:1000 lahir hidup, ditandai dengan gambaran histopatologi yang sama dengan nevus epidermal. Banyak penyakit yang menyerupai nevus unius lateris, sehingga diperlukan pemeriksaan histopatologi untuk membantu menegakkan diagnosis. Tujuan: Memahami patofisiologi, manifestasi klinis nevus unius lateris dan dapat membedakan gambaran histopatologinya dengan penyakit lain. Telaah Kepustakaan: Nevus unius lateris bersifat lokal atau difus, dengan letak yang saling berdekatan, warna sama dengan warna kulit atau coklat keabuan, batas jelas, bentuk papul verukosa, mengikuti Blaschko’s line. Pada nevus unius lateris terdapat 10 macam gambaran histopatologi, 60% berupa hiperkeratosis, papilomatosis dan akantosis. Beberapa variasi menunjukkan gambaran menyerupai lichen striatus, porokeratosis linier, psoriasis linier dan incontinentia pigmenti stadium verukosa. Kesimpulan: Dengan mengetahui manifestasi klinis dan gambaran histopatologi secara jelas dapat membedakan nevus unius lateris dengan penyakit lain.

Keyword :

nevus unius lateris, Blaschko’s line, nevus epidermal,


References :

  1. Dosik JS., (2001). Epidermal nevus. - : Dermatology Online Journal


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 22 / No. : 3 / Pub. : 2010-12
  1. Anti pgl-i serologic test in leprosy
  2. Urticaria - a retrospective study
  3. Colonization of staphylococcus aureus and spesific ige to staphycoccus aureus enterotoxin in atopic dermatitis
  4. Tnf-a expression of skin tissue in erythema nodosum leprosum
  5. Pathogenesis and diagnosis of hirsutism in dermatology
  6. Biologic treatment in psoriasis
  7. Diagnosis of spitz nevus
  8. Diagnosis of nevus unius lateris
  9. Secondary syphilis with condylomata lata as a clinical manifestation
  10. Langerhans cell histiocytosis
  11. Diagnosis of skrofuloderma and verrucous tuberculosis cutis one patient
  12. Successful treatment of recurrent cholinergic urticaria with updosing regimen of loratadine