Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 23 / No. 1 / Published : 2011-04

TOC : 12, and page :80 - 83

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

En coup de sabre

Author :

  1. Eddy Tjahyono*1
  2. Suhartono*2
  3. Asih Budiastuti*3
  4. Meilien Himbawani*4
  1. Dep Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNDIP
  2. Dep Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNDIP
  3. Dep Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNDIP
  4. Dep Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNDIP

Abstract :

Latar Belakang: En coup de sabre merupakan suatu bentuk skleroderma lokalisata (SL) linier yaitu kelainan jaringan ikat yang tidak diketahui penyebabnya, ditandai alur atrofik tunggal berwarna putih atau garis coklat keunguan yang terletak secara vertikal pada dahi. Mengenai semua usia dengan puncak insidensi antara 20–40 tahun, dengan perbandingan antara wanita dan pria adalah 3:1. Pemeriksaan laboratorium yang paling sering digunakan adalah tes antibodi antinuklear. Tujuan: Mengetahui manifestasi klinik dan penatalaksanaan en coup de sabre. Kasus:  Seorang wanita 25 tahun sejak 2 tahun mengeluh timbul bercak kecoklatan pada dahi sebelah kanan yang meluas ke kulit kepala. Gambaran klinik didapatkan makula hiperpigmentasi dan atrofi pada dahi dan kulit kepala bagian frontal. Gambaran histopatologik menunjukkan epidermis dengan bagian atrofi dan pada dermis terdapat penambahan jaringan ikat dan atrofi adneksa kulit. Penatalaksanaan: Penderita diterapi dengan tablet metotreksat 3 × 2,5 mg secara oral dan kortikosteroid topikal. Diperoleh perbaikan dan diperlukan pengamatan lebih lanjut. Kesimpulan: Terapi spesifik pada en coup de sabre belum ada yang memuaskan

Keyword :

En coup de sabre, methotrexate,


References :

  1. James WD, (2006). Scleroderma. Andrews’ diseases of the skin. Clinical dermatology. Ottawa : Elsevier Inc


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 23 / No. : 1 / Pub. : 2011-04
  1. Profile of community-acquired methicillin resistant staphylococcus aureus (ca-mrsa) in pyoderma patients
  2. Sensitivity test of antifungal to candida sp. using microdelution methods in vulvovaginal candidiasis
  3. Retrospective study: subcutaneous mycoses treated in the ward of dermatology and venereology department of dr. soetomo general hospital, year 2000–2009 (10 years period
  4. Profil penderita baru gonore di divisi infeksi menular seksual urj kesehatan kulit dan kelamin rsud dr. soetomo surabaya periode tahun 2007–2009
  5. Hubungan antara kadar interleukin-5 (il-5) dalam serum dengan derajat kepositifan uji tempel pada penderita dermatitis kontak nikel
  6. Sensitivity and spesificity periodic acid schiff (pas) staining and culture in diagnosing onychomycosis
  7. Management of cutaneous cell lymphoma
  8. Role of topical vitamin c in cosmetics dermatology
  9. Phototherapy in dermatology
  10. Telogen effluvium
  11. Tca and electrocautery as a combination theory for recurrent condyloma accuminata in aids patient
  12. En coup de sabre