Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 26 / No. 1 / Published : 2014-04

TOC : 12, and page :79 - 83

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Erythema induratum of bazin in patient with lung tuberculosis

Author :

  1. Windy Miryana*1
  2. Sri Adila Nurainiwati*2
  3. Taufiq Hidayat*3
  4. Moedjiwijono*4
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran Unibraw
  3. Dosen FK Unibraw
  4. Dosen FK Unibraw

Abstract :

Latar Belakang: Eritema Induratum Bazin (EIB) atau yang disebut dengan Nodular Vaskulitis merupakan tuberkulosis kutis jenis tuberkulid, ditandai dengan erupsi nodular kronik pada tungkai bawah terutama menyerang wanita usia pertengahan. Eritema Induratum Bazin merupakan bentuk panikulitis lobular dengan vaskulitis. Gambaran klinis berupa nodul, nyeri, yang akan membentuk ulkus dan skar, bersifat kronis dan rekuren. Penyakit ini jarang dijumpai. Tujuan: Memaparkan kasus EIB pada pasien tuberkulosis paru yang merupakan kasus yang jarang ditemukan. Kasus: Wanita, 24 tahun dirujuk oleh dokter spesialis paru dengan keluhan luka dan nyeri pada kedua tungkai sejak 4,5 tahun yang lalu yang hilang timbul. Pemeriksaan dermatologis terdapat nodul dan plak eritematus, multipel, ireguler, ulkus multipel tertutup krusta kehitaman, dan skar atrofi. Pemeriksaan histopatologis menunjukkan adanya epitel histiosit, radang granulomatus dan vaskulitis. Tes Mantoux positif dan foto Thorax menunjukkan gambaran tuberkulosis paru. Penatalaksanaan: Pasien diberikan regimen obat anti tuberkulosis kategori I, yaitu Rifampisin 600 mg/hari,Isoniazide 300 mg/hari, Pirazinamide 1500 mg/hari dan Etambutol 800 mg/hari selama 2 bulan, dilanjutkan dengan Rifampisin 600 mg/hari dan Isoniazide 300 mg/hari selama 4 bulan berikutnya. Simpulan: Diagnosis EIB ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gambaran klinis ditunjang dengan pemeriksaan histopatologi. Sesuai hasil tes Mantoux dan foto thorax menunjukkan bahwa etiologi kasus ini berkaitan dengan tuberkulosis. Patogenesis EIB berkaitan dengan reaksi imun kompleks. Pasien diterapi dengan obat anti tuberkulosis dan memberikan hasil yang memuaskan setelah pengobatan selama 3 bulan.

Keyword :

Erythema induratum of Bazin, panniculitis, tuberculosis, anti tuberculous drugs,


References :

  1. Nirmala C, Nagaraiappa, (2010). Erythema Induratum – a type of cutaeous tuberculosis. India : Indian Journal of Tuberculosis


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 26 / No. : 1 / Pub. : 2014-04
  1. The differences between lymphocyte transformation test with drugs patch test in drug eruption patients
  2. Patch test patients with allergic contact dermatitis cosmetic history at dermatovenereology outpatient clinic dr. soetomo hospital
  3. The concordance of clinical pathognomonic manifestation of scabies with positivity of dermoscopy and skin scraping
  4. Tnf- level in skin lesion with severity scale of psoriasis vulgaris
  5. The profile of candida species in oral candidiasis patient with hiv&aids infection
  6. Modes of transmission of hiv & aids in infectious disease intermediate care unit dr. soetomo general hospital surabaya
  7. Retrospective study: factors aggravating acne vulgaris
  8. Retrospective study: generalized pustular psoriasis
  9. Retrospective study: diagnosis and therapy of melasma patients
  10. Histopathologic feature of necrobiosis lipoidica
  11. Differentiation of seborrheic dermatitis and psoriasis vulgaris based on clinical manifestation and histophatological examination
  12. Erythema induratum of bazin in patient with lung tuberculosis