Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 23 / No. 1 / Published : 2011-04

TOC : 4, and page :25 - 33

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Profil penderita baru gonore di divisi infeksi menular seksual urj kesehatan kulit dan kelamin rsud dr. soetomo surabaya periode tahun 2007–2009

Author :

  1. Sarah Elfrida Hutapea*1
  2. Jusuf Barakbah*2
  1. Dep Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair - RSUD Dr.Soetomo
  2. Dep Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair - RSUD Dr.Soetomo

Abstract :

Latar Belakang: Gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) dengan prevalensi terbanyak di dunia. Tujuan: Untuk mengevaluasi gambaran umum penderita baru Gonore di Divisi Infeksi Menular Seksual (IMS) Unit Rawat Jalan Gonore di Divisi Infeksi Menular Seksual (IMS) Unit Rawat Jalan  di Divisi Infeksi Menular Seksual (IMS) Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya, selama periode Januari 2007–Desember 2009. Metode: Studi retrospektif dari data catatan medik penderita baru Gonore selama periode 3 tahun.Dicatat profil penderita berdasarkan jumlah Gonore selama periode 3 tahun.Dicatat profil penderita berdasarkan jumlah  selama periode 3 tahun. Dicatat profil penderita berdasarkan jumlah jumlah penderita, distribusi umur, jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan, status perkawinan, keluhan penderita, koitus suspektus, pasangan seksual, pengobatan sebelumnya, pemeriksaan status lokalis genitalia, sifat duh tubuh, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan status lokalis genitalia, sifat duh tubuh, pemeriksaan laboratorium, komplikasi, penatalaksanaan, dan kunjungan ulang. , dan kunjungan ulang. Hasil: Penderita Gonore baru adalah 5,2% dari jumlah total penderita IMS baru yang berobat, kelompok usia terbanyak 25–44 tahun (58,9%), distribusi jenis kelamin pria banding wanita 9,1:1. Keluhan terbanyak adalah disuria. Pada seluruh penderita ditemukan adanya diplokokus gram negatif. Tidak dijumpai komplikasi pada  Pada seluruh penderita ditemukan adanya diplokokus gram negatif. Tidak dijumpai komplikasi pada Tidak dijumpai komplikasi pada 93,4% penderita. Terapi yang terbanyak adalah cefixim kombinasi dengan doksisiklin (51,6%). Kesimpulan: Hal yang paling menarik dari studi retrospektif ini terjadi pergeseran penggunaan terapi penderita Gonore dari yang sebelumnya Ciprofloxacin 500 mg dosis tunggal menjadi Cefiksim 400 mg dosis tunggal kombinasi Doksisiklin 2 kali sehari 100 mg selama 7 hari, oleh karena tingginya angka resistensi terhadap antibiotika golongan quinolon.

Keyword :

Neisseria gonorrhoeae, sexual transmitted infection, retrospective,


References :

  1. Barakbah J, (1991). Pengobatan uretritis gonore akuta pria dengan kanamycin sulfat. Surabaya : Airlangga University Press
  2. Martodihardjo S, (1990). Kencing Nanah. Surabaya : Airlangga University Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 23 / No. : 1 / Pub. : 2011-04
  1. Profile of community-acquired methicillin resistant staphylococcus aureus (ca-mrsa) in pyoderma patients
  2. Sensitivity test of antifungal to candida sp. using microdelution methods in vulvovaginal candidiasis
  3. Retrospective study: subcutaneous mycoses treated in the ward of dermatology and venereology department of dr. soetomo general hospital, year 2000–2009 (10 years period
  4. Profil penderita baru gonore di divisi infeksi menular seksual urj kesehatan kulit dan kelamin rsud dr. soetomo surabaya periode tahun 2007–2009
  5. Hubungan antara kadar interleukin-5 (il-5) dalam serum dengan derajat kepositifan uji tempel pada penderita dermatitis kontak nikel
  6. Sensitivity and spesificity periodic acid schiff (pas) staining and culture in diagnosing onychomycosis
  7. Management of cutaneous cell lymphoma
  8. Role of topical vitamin c in cosmetics dermatology
  9. Phototherapy in dermatology
  10. Telogen effluvium
  11. Tca and electrocautery as a combination theory for recurrent condyloma accuminata in aids patient
  12. En coup de sabre