Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 26 / No. 2 / Published : 2014-08

TOC : 6, and page :116 - 121

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Reverse transcription polymerase chain reaction (rt-pcr) for detection of viable mycobacterium leprae in multibacilar type patients after mdt-who treatment

Author :

  1. Lunni Gayatri*1
  2. M. Yulianto Listiawan*2
  3. Indropo Agusni*3
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran
  3. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar belakang: Kusta masih menjadi masalah besar di Indonesia. Penatalaksanaan dengan MDT-WHO telah menjadi regimen standar untuk pasien kusta sejak lama. Pada pasien kusta tipe multibasiler (MB), indeks bakteriologis (IB) belum mencapai nilai nol, meskipun telah menyelesaikan terapi 12 regimen. Metode Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) memiliki sensitivitas tinggi untuk mendeteksi viabilitas M. leprae. Tujuan: Mengevaluasi viabilitas M. leprae dengan metode RT-PCR pada pasien kusta tipe MB yang telah menyelesaikan regimen MDT 12 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Metode: 15 pasien kusta tipe MB yang telah menyelesaikan pengobatan MDT-WHO 12 regimen dengan IB positif dilakukan biopsi kulit untuk pemeriksaan RT-PCR. Hasil: Terdapat 13 pasien (86,7%) dengan viabilitas M. leprae positif sementara seluruh pasien tersebut (100%) memiliki Indeks Morfologis (IM) 0%. Dua belas pasien (80%) memiliki Indeks Bakteriologis 2+ dan 10 pasien diantaranya adalah pasien kusta tipe Lepromatous Leprosy (LL) polar. Delapan pasien yang memiliki viabilitas positif tidak mendapatkan kortikosteroid oral selama siklus MDT. Simpulan: Pasien kusta yang telah menyelesaikan terapi MDT dengan MI 0%, didapatkan viabilitas M. Leprae positif dengan metode RT-PCR. Spektrum klinis pasien yang ditentukan dari imunitas seluler nampaknya menjadi faktor terpenting dalam viabilitas M. leprae.

Keyword :

viability, M. leprae, multibacilar type of leprosy, RT-PCR,


References :

  1. Agusni I, Menaldi SL, (2003). Beberapa prosedur diagnostik baru pada penyakit kusta. Dalam: Daili ES, Menaldi SL, Ismiarto SP, Nilasari H, editor. Kusta. Edisi ke-2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI
  2. Prakoeswa CRS, (2007). Profil ekspresi Rab5, Rab7, TACO, Lep-LAM dan PGL-1 pada kegagalan fagolisosom makrofag pasien kusta sebagai petanda viabilitas M. leprae (disertasi). Surabaya : Program pascasarjana Universitas Airlangga
  3. Prakoeswa CRS, (2008). Biomolecular aspect of leprosy in daily practice: one day seminar “leprosy in perspective”. Surabaya : Airlangga University Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 26 / No. : 2 / Pub. : 2014-08
  1. Secondary adrenal insufficiency in erythema nodosum leprosum: profile study of serum tnf- and cortisol
  2. Serum cortisol levels in new erythema nodusum leprosum patients
  3. Glicolic acid peels in photoaged patient
  4. Profil of new leprosy in childhood
  5. Patch test profile of contact dermatitis patients
  6. Reverse transcription polymerase chain reaction (rt-pcr) for detection of viable mycobacterium leprae in multibacilar type patients after mdt-who treatment
  7. Clinical understanding of lichen simplex chronicus: retrospective study
  8. A retrosprective study: bacterial vaginosis
  9. Sensitivity diffusion test of cefixime to neisseria gonorrhoeae in uncomplicated cervicitis gonorrhoeae
  10. Treatment of mucocutaneous candidiasis in infant
  11. Calcineurin inhibitors as topical immunomodulators for atopic dermatitis
  12. Non bullous congenital ichthyosiform erythroderma