Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 24 / No. 1 / Published : 2012-01

TOC : 8, and page :49 - 54

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Skin barrier dysfunction in atopic dermatitis

Author :

  1. Irmadita Citrashanty*1
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar belakang: Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis inflamasi dengan perjalanan penyakit yang seringmengalami kekambuhan dan remisi. Didapatkan suatu teori adanya defek intrinsik pada kulit (stratum korneum) yang mengarahpada disfungsi sawar kulit. Namun karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya perbaikan sawar kulit, sampai saat inipenatalaksanaan DA berdasarkan adanya disfungsi sawar kulit tidak selalu dilakukan. Tujuan: Memberikan pengetahuan tentangdefek sawar kulit DA, sehingga penatalaksanaan DA yang holistik dapat menurunkan angka kekambuhan dan meningkatkankualitas hidup penderita. Telaah Kepustakaan: Etiopatogenesis DA telah berkembang pesat. Teori yang saat ini berkembangadalah inside-outside, yaitu adanya defek intrinsik pada stratum korneum yang mengarah pada disfungsi sawar kulit. Defek inimenyebabkan suatu alergen mudah berpenetrasi dan menyebabkan gangguan imunologis. Pada kulit penderita DA didapatkanpenurunan komposisi lipid di epidermis, khususnya kolesterol, seramid dan asam lemak bebas; defek filaggrin yang merupakansuatu protein penting pembentuk natural moisturizing factor (NMF) di dalam korneosit; defek involucrin; penurunan asam lemakesensial dan penurunan pH. Keseluruhan abnormalitas tersebut menyebabkan penurunan fungsi sawar kulit yang bermanifestasikulit menjadi kering dan gatal. Oleh sebab itu hidrasi kulit serta moisturisasi dengan menggunakan agen oklusif maupun nonoklusifmerupakan hal yang penting. Kesimpulan: Perjalanan penyakit DA yang kronis disertai keluhan utama gatal seringmenimbulkan masalah psikologis dan sosial, sehingga penatalaksanaan DA yang baik memerlukan pendekatan sistematik yangtidak cukup dengan pemberian farmakoterapi saja. Diharapkan dengan adanya suatu penatalaksanaan DA yang holistik dapatmenurunkan angka kekambuhan DA, dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Keyword :

atopic dermatitis, skin barrier, inside-outside,


References :

  1. Wasitaatmaja SM, (2007). Faal Kulit Dalam Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : Balai Penerbit FKUI


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 24 / No. : 1 / Pub. : 2012-04
  1. Viability of mycobacterium leprae from skin and blood of leprosy patient with biomolecular examination
  2. Primary superfisial pyodermas in children in dermatovenereology outpatient clinic of dr. soetomo general hospital surabaya periods year 2008–2010
  3. Influence of demodex folliculorum density on the clinical severity of seborrheic dermatitis in dr.mohammad hoesin general hospital palembang
  4. The staphylococcus aureus resistances percentages to mupirocin and fusidic acid topical antibiotic in impetigo at dermatovenereology departement dr.soetomo hospital surabaya
  5. Hormonal therapy for acne vulgaris
  6. Environment and cosmetic induced hair loss
  7. The role of tnf-α in imunopathogenesis of enl and the contribution in management of enl
  8. Skin barrier dysfunction in atopic dermatitis
  9. Chemical peeling on melasma
  10. Non-diabetic necrobiosis lipoidica
  11. Epidermoid carcinoma in vulva resembling condyloma accuminatum
  12. Diagnosis of lamellar ichthyosis