Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 22 / No. 2 / Published : 2010-08

TOC : 4, and page :102 - 108

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Staphylococcus aureus as the most common cause of secondary infection in all skin lesions of vesicobullous dermatosis

Author :

  1. Dewi Rosalina*1
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar belakang: Beberapa dermatosis vesikobulosa cenderung memudahkan terjadinya infeksi sekunder karena erosi luas yang ditimbulkan terlebih lagi dengan sering tidak ditempatkannya penderita di ruang isolasi yang memadai. Belum adanya standar terapi antibiotika yang digunakan untuk dermatosis vesikobulosa. Tujuan: Mengetahui kuman penyebab infeksi sekunder dan kepekaan antibiotika terhadap kuman penyebab infeksi sekunder erosi beberapa dermatosis vesikobulosa untuk memilih antibiotika yang tepat. Metode: Penelitian deskriptif diambil secara langsung dengan sampel dari erosi beberapa dermatosis vesikobulosa untuk kemudian dilakukan kultur aerob dan anaerob serta dilakukan tes sensitivitas. Hasil: Organisme terbanyak yang dapat diisolasi dari semua kasus adalah Staphylococcus aureus (42,1%) dan Peptostreptococcus sp. (80%). Diikuti Staphylococcus koagulase negatif (36,8%), Enterobacter aerogenes (10,5%), Streptococcus viridans (5,3%) dan Escherechia coli (5,3%). Terlihat Staphylococcus aureus yang terisolasi lebih suseptibel terhadap amoksisilin/asam klavulanat, vankomisin, sefalotin, sefazolin, nitrofurantoin, gentamisin, sefotaksim dan eritromisin dan lebih resisten terhadap penisilin, ampisilin, tetrasiklin dan amiksisilin. Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan Staphylococcus aureus sebagai penyebab tersering infeksi sekunder pada semua erosi kulit dermatosis vesikobulosa. Penggunaan gentamisin dan sefotaksim pada penderita dermatosis vesikobulosa di IRNA Kulit dan Kelamin masih suseptibel.

Keyword :

vesicobullous dermatoses, Staphylococcus aureus, Secondary Infection, sensitivity test,


References :

  1. Boediardja SA, (2007). Gambaran umum lesi bulosa pada bayi dan anak. Dalam : Agusni I, Zulkarnain I, Sawitri, editor.Lesi bulosa pada bayi dan anak. Surabaya : Airlangga University Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 22 / No. : 2 / Pub. : 2010-08
  1. Detection loss of sensation in hands and feet leprosy patients using tip of pen and monofilament examination
  2. Leprosy in childred as a standard for leprosy endemicity
  3. The profile of dermatophytosis cases in hiv patient at dr.soetomo hospital surabaya
  4. Staphylococcus aureus as the most common cause of secondary infection in all skin lesions of vesicobullous dermatosis
  5. Validity of diagnostic test of latex aglutination and wet preparation for trichomoniasis vaginalis patient at dr.soetomo hospital surabaya
  6. The profile of malassezia furfur specific ige according to the severity of atopic dermatitis in dr.soetomo general hospital surabaya
  7. Diagnostic test of latex aglutination for vulvovaginal candidiasis
  8. New clasification and pathogenesis of rosacea
  9. Clinical variant and histopathologic of darier disease
  10. Hand-foot-and-mouth disease
  11. Multiple pyogenic granuloma
  12. Extramammary paget disease on scrotum and penile