Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 27 / No. 1 / Published : 2015-04

TOC : 5, and page :32 - 40

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

The profile of erysipelas and cellulitis patients

Author :

  1. Ryski Meilia Novarina*1
  2. Sawitri*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar belakang: Erisipelas dan selulitis adalah infeksi kulit akut disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui sawar kulit yang tidak utuh dan dapat berakibat fatal. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran klinis dan penatalaksanaan pasien erisipelas dan selulitis di Divisi Dermatologi Umum Instalasi Rawat Inap (IRNA) Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2008-2011. Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan mengevaluasi catatan medik pasien rawat inap meliputi jumlah kasus, jenis kelamin, umur, keluhan utama, lama keluhan, faktor pencetus, penyakit penyerta, lokasi lesi, pemeriksaan laboratorium, penatalaksanaan, lama perawatan dikaitkan dengan hasil pemeriksaan laju endap darah (LED), dan prognosis. Hasil: Ditemukan kasus erisipelas dan selulitis sebanyak 65 kasus (1,9%) dari seluruh kasus rawat inap dengan jumlah pasien laki-laki 36 pasien dan perempuan 29 pasien, kelompok umur terbanyak adalah 45-65 tahun (35,4%), gejala dan keluhan utama tersering adalah bengkak, kemerahan dan nyeri (66,2%), lamanya penyakit selama 1-7 hari (81,5%), faktor pencetus tersering adalah akibat garukan (34%). Anemia (30,8%) merupakan penyakit penyerta terbanyak. Lokasi lesi tersering adalah di ekstremitas bawah (86,1%). Pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya anemia (30,8%), leukositosis (44,6%), dan LED > 20 mm/j (76,9%). Bakteri yang paling sering ditemukan pada kultur adalah Staphylococcus aureus (37,5%). Penatalaksanaan adalah dengan tirah baring, pada 25 kasus diberikan pengobatan dengan Ampicillin secara intravena (38,5%) dan kompres normal saline, 15 pasien dengan LED > 50 mm/j dirawat selama 8 -14 hari, 1 kasus (1,5%) mengalami komplikasi selulitis gangrenosum, dan 40 pasien (61,5%) KRS dalam keadaan sembuh. Simpulan: Penatalaksanaan pasien erisipelas dan selulitis secara umum sudah sesuai dengan literatur serta pedoman penegakan diagnosis dan terapi. Staphylococcus aureus merupakan kuman yang tersering ditemukan dari hasil kultur.

Keyword :

erysipelas, cellulitis, Staphylococcus aureus,


References :

  1. Sawitri, Zulkarnain I, Suyoso S., (2005). Erisipelas. Dalam: Pedoman diagnosis dan terapi Dept/SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK UNAIR/RSU Dr. Soetomo Surabaya. 35-7 : Airlangga University Press
  2. Sawitri, Listiawan MY, Rosita C, (2005). Selulitis. Dalam: Pedoman diagnosis dan terapi Dept/SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK UNAIR/RSU Dr. Soetomo Surabaya. 39-40 : Airlangga University Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 27 / No. : 1 / Pub. : 2015-04
  1. Management of drug eruption in dermatovenereology ward of dr. soetomo general hospital surabaya: retrospective study
  2. Retrospective study of skin prick test in atopic dermatitis patients at dermato-venereology outpatient clinic of dr. soetomo general hospital surabaya during 2007-2012
  3. Secreted aspartyl proteinase[sap] enzyme profile on vulvovaginalis candidiasis patient's isolates
  4. Viral infection profile in pediatric dermatology division clinic of dermatology and venereology outpatient dr. soetomo general hospital surabaya
  5. The profile of erysipelas and cellulitis patients
  6. Profile of scabies in children
  7. Oral corticosteroid therapy in leprosy's new patients
  8. Susceptibility test of griseofulvin, ketoconazole, itraconazole, and terbinafine to dermatophyte species using microdilution method
  9. Immunomodulators for a variety of viral infections of the skin
  10. Pure neural leprosy
  11. Successful treatment of actinomycetoma with combination of cotrimoxazole and tetracycline