Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 25 / No. 3 / Published : 2013-12

TOC : 11, and page :212 - 215

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Tinea imbricata

Author :

  1. Dian Pertiwi Habibie*1
  2. Indropo Agusni*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar Belakang: Tinea imbrikata adalah dermatofitosis kronis dan sering kambuh, merupakan suatu bentuk tinea korporis yang disebabkan oleh Trichophyton concentricum.Penyebaran geografis tinea imbrikata pada daerah beriklim tropis.Tujuan:Memahami tentang tinea imbrikata sehingga dapat memberi referensi dalam diagnosis dan penatalaksanaannya.Telaah kepustakaan:Penyakit inimemberikan gambaran khas berupa skuama kasar yang tersusun konsentris sehingga tampak seperti genting, dapat terjadi pada semua usia, tidak ada perbedaan pada pria dan wanita. Kesimpulan: Penegakkan diagnosa tinea imbrikata berdasarkan anamnesis, temuan klinis yang khas, pada pemeriksaan mikroskopis menunjukkan gabungan dari hifa yang bersepta, dan ditemukannya organisme penyebab pada pemeriksaan kultur jamur. Pemahaman tentang tinea imbrikata penting dalam diagnosis dan tatalaksana tinea imbrikata.

Keyword :

tinea imbricata, T.concentricum, tinea corporis, concentric rings formed scales, dermatophyte,


References :

  1. Suyoso S, Ervianti E, Zulkarnain I., (2005). Dermatofitosis. Dalam: Pedoman diagnosis dan terapi Bag/SMF kulit dan kelamin, Edisi Ke-3.. 59-67 : Surabaya
  2. Murtiastutik D, Ervianti E, Agusni I, Suyoso S., (2009). Atlas penyakit kulit & kelamin DEP/SMF kulit dan kelamin FK Unair RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Edisi 2. 66- 77 : Surabaya
  3. Kurniati, Prakoeswa CRS, (2008). Etiopatogenesis dermatofitosis. Dept./SMF ilmu kulit dan kelamin FK UNAIR/RSU Dr. Soetomo. 20 no.3. 243-50 : BIKKK


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 25 / No. : 3 / Pub. : 2013-12
  1. Genitalis affection
  2. Dermatology on geriatry
  3. Cutaneus vascular dissorders in elderly
  4. Halo nevus
  5. Oral hairy leukoplakia
  6. Pemphigoid (herpes) gestationis
  7. The most causal of erythroderma
  8. Vaginal immune response and the disease accompanying it
  9. Syphilis in pregnancy
  10. Sunscreen for children
  11. Tinea imbricata
  12. Secondary syphilis with hiv coinfection : a case report