Catalog :




Detail Article

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

ISSN 1978-4279

Vol. 26 / No. 2 / Published : 2014-08

TOC : 10, and page :139 - 145

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Treatment of mucocutaneous candidiasis in infant

Author :

  1. Bagus Haryo Kusumaputra*1
  2. Iskandar Zulkarnain*2
  1. Mahasiswa Fakultas Kedokteran
  2. Dosen Fakultas Kedokteran

Abstract :

Latar belakang: Bayi memiliki risiko lebih tinggi terhadap cedera kulit, absorbsi kulit, dan infeksi kulit. Kandidiasis mukokutanpada bayi dapat berupainfeksi yang paling umum seperti kandidiasis oral dan ruam popok, sampai berupa infeksi serius yangberpotensi menjadi infeksi sistemik, seperti kandidiasis kongenital dan dermatitis fungal invasif. Infeksi mukokutan pada bayiprematur dapat menjadi permulaan infeksi sistemik sehingga membutuhkan perhatian khusus.Tujuan: Memberikanpengetahuan mengenai kandidiasis mukokutan pada bayi yang meliputi etiopatogenesis dan manifestasi klinis, sehinggadiharapkan dapat memberikan pengobatan yang lebih baik. Telaah kepustakaan: Lokasi utama kontak dengan kandida padabayi baru lahir yang tersering adalah mukokutan, termasuk saluran pencernaan, pernapasan, dan kulit. Faktor predisposisikandidiasis meliputi faktor mekanik, nutrisi, perubahan fisiologis, penyakit sistemik, dan faktor iatrogenik. Diagnosiskandidiasis mukokutan berdasarkan pemeriksaan klinis ditunjang dengan pemeriksaan mikroskop langsung dan kultur.Pengobatan kandidiasis mukokutan pada bayi meliputi pengobatan topikal dan sistemik. Golongan antijamur topikal yangdigunakan pada kandidiasis antara lain imidazol dan poliene, sedangkan pengobatan antijamur sistemik meliputi flukonazol danamfoterisin B. Simpulan: Pengobatan kandidiasis mukokutan pada bayi sebagian besar menggunakan obat topikal. Pengobatansistemik digunakan bila terapi topikal gagal atau pada infeksi kandida yang terdapat gejala sistemik.

Keyword :

mucocutaneous candidiasis, infant, treatment,


References :

  1. Zulkarnain I, (2002). Gambaran klinis dermatomikosis superfisial. Dalam: Simposium penatalaksanaan dermatomikosis superfisial masa kini. Surabaya : Airlangga University Press
  2. Evy Ervianti, (2002). Etiologi dan patogenesis derma-tomikosis superfisialis. Dalam: Simposium penatalaksanaan dermatomikosis superfisial masa kini. Surabaya : Airlangga University Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 26 / No. : 2 / Pub. : 2014-08
  1. Secondary adrenal insufficiency in erythema nodosum leprosum: profile study of serum tnf- and cortisol
  2. Serum cortisol levels in new erythema nodusum leprosum patients
  3. Glicolic acid peels in photoaged patient
  4. Profil of new leprosy in childhood
  5. Patch test profile of contact dermatitis patients
  6. Reverse transcription polymerase chain reaction (rt-pcr) for detection of viable mycobacterium leprae in multibacilar type patients after mdt-who treatment
  7. Clinical understanding of lichen simplex chronicus: retrospective study
  8. A retrosprective study: bacterial vaginosis
  9. Sensitivity diffusion test of cefixime to neisseria gonorrhoeae in uncomplicated cervicitis gonorrhoeae
  10. Treatment of mucocutaneous candidiasis in infant
  11. Calcineurin inhibitors as topical immunomodulators for atopic dermatitis
  12. Non bullous congenital ichthyosiform erythroderma