Catalog :




Detail Article

Bio-Kultur

ISSN 2302-3058

Vol. 5 / No. 1 / Published : 2016-01

TOC : 1, and page :1 - 17

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Praktik pengusiran makhluk halus pada orang kesurupan dalam masyarakat lebou di senegal

Author :

  1. Fatou Bintou Diatta*1
  1. Program Magister Sastra dan Budaya Universitas Airlangga

Abstract :

Abstract More than 90 percent of the Senegalese population consists of Muslim believers, and a small minority consists of Christians. Despite these demographics, many Senegalese integrate animistic beliefs inherited from their ancestors with their religion. In both the metropolitan area of Dakar and village settings, animist beliefs and practices are still present despite many influences of Islam and even colonization. The purpose of this study is to explore spirit world on the Lebou ethnic group in Yoff Senegal, to examine how the spirit cult acts in the life of women exorcists, and take a look of the function of the women exorcists in the religious society as Senegalese population are. This study used a qualitative research method which are in depth interview with a woman exorcist Lebou. As a theoretical frame, this study used the theory of structural functionalism to analyze the functional structure of women exorcists with spirits in Senegal. By examining that functional structure, it reveals how the spirits provides a complimentary sphere of social power to women exorcists. In this way, women exorcists act as an important person who tie the tread between the spirit world and the Senegalese population. And it reveals too that there is no problem for those women exorcists to keep their animistic beliefs and practices beside worship also God as every good Muslim do.      Keywords: Women exorcists, Spirit world, Structural functionalism         Abstrak Lebih dari 90 persen penduduk Senegal beragama Muslim, dan minoritas kecil adalah beragama Kristen. Secara demografis, meskipun banyak penduduk Senegal menggabungkan kepercayaan animisme yang diwarisi dari nenek moyang mereka dengan agama mereka. Baik di daerah metropolitan maupun di pedesaan, kepercayaan dan praktek animisme masih ada meskipun telah banyak pengaruh dari Islam bahkan juga penjajahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dunia makhluk halus pada kelompok etnis Lebou di Yoff Senegal, menguji bagaimana makhluk halus tersebut bertindak dalam kehidupan pengusir Lebou, dan mengamati fungsi mereka dalam masyarakat religius seperti penduduk Senegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan seorang pengusir makhluk halus Lebou. Sebagai kerangka teoritis, penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme struktural untuk menganalisis struktur fungsional pengusir makhluk halus dengan para makhluk halus di Senegal. Dengan analisis struktur fungsional, hal tersebut mengungkapkan bagaimana makhluk halus memberikan ruang lingkup kekuasaan sosial yang saling membutuhkan bagi pengusir makhluk halus. Dengan cara ini, mereka bertindak sebagai orang penting yang mengikat jejak antara dunia makhluk halus dengan penduduk Senegal. Dan hal itu juga mengungkapkan bahwa mereka para pengusir makhluk halus tidak mengalami kesulitan untuk menjaga kepercayaan dan praktek-praktek animisme mereka di samping beribadah kepada Tuhan sebagaimana yang dilakukan oleh setiap muslim yang baik.   Kata Kunci: Pengusir perempuan, Dunia Makhluk Halus, Fungsionalisme Struktural

Keyword :

Pengusir perempuan, Dunia Makhluk Halus, Fungsionalisme Struktural,


References :

  1. Koentjaraningrat , (1993). Metode-metode Penelitian Masyarakat.. BioKultur, Vol.V/No.1/Januari-Juni 2016, hal. 16 : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 1 / Pub. : 2016-01
  1. Praktik pengusiran makhluk halus pada orang kesurupan dalam masyarakat lebou di senegal
  2. Peranan modal sosial dalam mengimplementasi csr (studi kasus csr di daerah ring i perusahaan semen )
  3. Nilai-nilai dan praktek budaya tentang pemenuhan kesehatan perempuan bawean
  4. Perubahan budaya kerja nelayan
  5. Penyelesaian konflik dalam pemanfaatan hutan konservasi pada masyarakat adat di jawa timur
  6. Modifikasi tubuh dan potensinya dalam identifikasi jenasah dan rangka tak dikenal
  7. Pengasuhan dan kepribadian anak tengger
  8. Jaringan sosial dalam pencurian kayu jati di perhutani kabupaten tuban provinsi jawa timur