Catalog :




Detail Article

Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory

ISSN 0854-4263

Vol. 20 / No. 3 / Published : 2014-01

TOC : 11, and page :219 - 223

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

(centella asiatica extract the original bali increase tumor necrosis factor alpha (tnf-a) secretion on mice infected by salmonella typhi)

Author :

  1. I Nyoman Wande*1
  2. Sianny Herawati*2
  3. Ida Ayu Alit Widhiartini*3
  4. I Wayan Putu Sutirta Yasa*4
  5. Tjokorda Gede Oka*5
  6. Ni Made Linawati*6
  1. Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  2. Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  3. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  4. Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  5. Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  6. Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Abstract :

Tumor Necrosis factor alpha (TNF-α) adalah sitokin yang dihasilkan oleh makrofag dan sel berinti satu yang lain, sebagaiantibakteri yang baik melawan Salmonella Spp., khususnya Salmonella typhi. Centella asiatica adalah obat pilihan penggantitertentu yang diperkirakan berperan sebagai imunostimulan bagi pasien demam tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiketepatgunaan sari Centella asiatica tumbuhan asli Bali sebagai imunostimulan dengan membandingkannya di mencit yangdiinfeksikan Salmonella typhi tanpa diberikan sari ditinjau dari sekresi TNF-α. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorikdengan rancangan post test only with control group design. Jumlah keseluruhan mencit sebagai subjek penelitian sebanyak 20 ekor,yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok pertama diberikan sari Centella asiatica 75 mg/20 g bb (0,5 cc) dan kelompok keduatidak diberi selama empat (4) minggu. Kedua kelompok dimasukkan kuman S.typhi lewat rongga mulut sebanyak 106/mL padaminggu kedua. Kelompok ketiga diberikan tiamfenikol ditambah sari Centella asiatica 75 mg/20g bb (0,5 cc) dan kelompok keempathanya diberikan tiamfenikol masing-masing selama empat minggu. Kedua kelompok dimasukkan kuman S.typhi lewat rongga mulutsebanyak 106/mL pada hari pertama perlakuan. Semua kelompok diterminasi pada minggu keempat dan diperiksa kadar TNF-αdengan ELISA dan kultur empedu. Rerata kadar TNF-α di setiap kelompok (1–4) yaitu 86,10±2,67 pg/mL; 32,81±11,33 pg/mL;35,87±3,90 pg/mL dan 19,21±2,19 pg/mL. Berdasarkan pemeriksaan kultur empedu menunjukkan biakan positif di kelompokpertama dan kedua, sedangkan yang ketiga dan keempat menunjukkan benihan negatif. Hasil uji statistik dengan analisis OnewayANOVA di kadar TNF-α menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara kelompok pertama dan kedua (p<0,05), sedangkanantara kelompok ketiga dan keempat juga menunjukkan ada perbedaan yang berarti (p<0,05). Didasari telitian ini, dapat disimpulkanterjadi peningkatan kadar TNF-α di mencit dengan infeksi Salmonella typhi yang diberikan sari Centella asiatica.

Keyword :

Centella asiatica extract, the original bali, salmonella typhi, tumour necrosis factor alpha (TNF-α), mice,


References :

  1. Widodo D, (2007). Demam Tifoid. Jakarta : Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 20 / No. : 3 / Pub. : 2014-01
  1. (fibrin monomer level and infarct size in acute ischemic stroke)
  2. (st2 in acute myocardial infarction)
  3. (aerobic bacteria and pathogenic in neonatal intensive care unit)
  4. (serum procalcitonin, crp and presepsin in sirs)
  5. {(carcinoembryonic antigen (cea) in colorectal cancer)}
  6. (optimation attempt on platelet rich plasma preparation for stem cell therapy)
  7. (correlation between nitric oxide levels and histopathology scores during endotoxemia)
  8. (interleukin-8 levels in breast cancer)
  9. (apoptosis related protein in acute lymphoblastic leukemia)
  10. (fungus on instruments in the neonatal intensive care unit)
  11. (centella asiatica extract the original bali increase tumor necrosis factor alpha (tnf-a) secretion on mice infected by salmonella typhi)
  12. (storaging time of thrombocyte on platelets count in its concentrates)
  13. (serum uric acid and metabolic syndrome component)
  14. (hospital acquired pneumonia onset and bacteremia)
  15. (tsh level in multidrug resistance tuberculosis related to ethionamid)
  16. (erythrocyte deformation in glomerulonephritis)
  17. (discrepancy of blood group abo in auto immune haemolytic)
  18. (knowledge management on patient safety)