Catalog :




Detail Article

Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory

ISSN 0854-4263

Vol. 20 / No. 3 / Published : 2014-01

TOC : 14, and page :233 - 237

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

(hospital acquired pneumonia onset and bacteremia)

Author :

  1. Bellya Affan Roes*1
  2. Dewi Kartika T*2
  3. Basti Andriyoko*3
  1. Bag. PK Unpad, Bandung
  2. Bag. PK Unpad, Bandung
  3. Bag. PK Unpad, Bandung

Abstract :

Hospital Acquired Pneumonia (HAP) secara bermakna mempengaruhi angka kesakitan dan angka kematian pasien, sehinggapenyebab penyakit HAP menjadi kegawatdaruratan dalam lingkup bidang Mikrobiologi. Identifikasi penyebab penyakit HAPberdasarkan permulaan timbulnya dapat menentukan infeksi patogen yang khas dan dapat mempengaruhi ramalan perjalananpenyakit pasien dan mencegah bakteremia. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui pola dan kepekaan bakteri pada early onsetdan late onset HAP, serta yang bersangkutan dengan bakteremia di Ruang Perawatan Intensif. Penelitian ini bersifat deskriptifretrospektif, menggunakan data dari Laboratorium Mikrobiologi Klinik Departemen Patologi Klinik dan rekam medik RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung, masa waktu April 2012–Maret 2013. Dari 61 peristiwa HAP, didapatkan 18 kejadian early onset dan 43late onset HAP, dengan lima (5) (8,2%) di antaranya mengalami bakteremia. Klebsiella pneumoniae merupakan penyebab penyakittersering terkait kejadian early onset HAP (22,2%), dengan kepekaan tertinggi (75%) terhadap: amikasin, meropenem dan tigesiklin.Acinetobacter baumannii merupakan penyebab tersering late onset HAP (27,9%), dengan kepekaan tertinggi terhadap amikasin dankotrimoksazol (75%). Penyebab bakteremia tersering adalah Klebsiella pneumoniae yang diperkuat ESBL (40%) dengan kepekaantertinggi terhadap amikasin dan meropenem (100%). Berdasarkan kajian ini dapat disimpulkan, bahwa pola bakteri tersering diearly onset HAP adalah K. pneumoniae, sedangkan late onset HAP adalah A. baumannii dan yang dengan bakteremia adalah K.pneumoniae confirmed ESBL. Ketiga hal tersebut memiliki kepekaan tertinggi terhadap amikasin.

Keyword :

Hospital acquired pneumonia, early onset, late onset HAP, bacteremia,


References :

  1. Vandepitte J, Verhaegen J, Engbaek, et al, (2003). Basic laboratory Procedures in Clinical Bacteriology. Singapore : World Health Organization


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 20 / No. : 3 / Pub. : 2014-01
  1. (fibrin monomer level and infarct size in acute ischemic stroke)
  2. (st2 in acute myocardial infarction)
  3. (aerobic bacteria and pathogenic in neonatal intensive care unit)
  4. (serum procalcitonin, crp and presepsin in sirs)
  5. {(carcinoembryonic antigen (cea) in colorectal cancer)}
  6. (optimation attempt on platelet rich plasma preparation for stem cell therapy)
  7. (correlation between nitric oxide levels and histopathology scores during endotoxemia)
  8. (interleukin-8 levels in breast cancer)
  9. (apoptosis related protein in acute lymphoblastic leukemia)
  10. (fungus on instruments in the neonatal intensive care unit)
  11. (centella asiatica extract the original bali increase tumor necrosis factor alpha (tnf-a) secretion on mice infected by salmonella typhi)
  12. (storaging time of thrombocyte on platelets count in its concentrates)
  13. (serum uric acid and metabolic syndrome component)
  14. (hospital acquired pneumonia onset and bacteremia)
  15. (tsh level in multidrug resistance tuberculosis related to ethionamid)
  16. (erythrocyte deformation in glomerulonephritis)
  17. (discrepancy of blood group abo in auto immune haemolytic)
  18. (knowledge management on patient safety)