Catalog :




Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 6 / No. 3 / Published : 2017-09

TOC : 32, and page :72 - 82

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Analisis aspek diplomasi kultural dalam ekspedisi pamalayu, 1275 – 1294 m

Author :

  1. Diansasi Proborini*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Pamalayu expedition is one of international relations art implementation in Southeast Asia’s history. It took place hundreds of years ago, even before the Westphalian state system exists. Pamalayu expedition was conducted under the command of King Kertanegara from Singasari, against Melayu Dharmasraya. The initial intention of this policy tends to similar with imperialism way. Meanwhile, many historical records are not indicating any military engagement between the two of them. Even in some case, this expedition suits well with cultural diplomacy practices. The analysis and identification process to verify that Pamalayu expedition is more likely to be cultural diplomacy than cultural imperialism is based on three variables that has been simply developed, those are, approach, process, and output. However, it is inevitably valid that Pamalayu expedition is a military patterned expedition with a peaceful process and output, and capable to generate common ground as the core item of cultural diplomacy. 

Keyword :

Pamalayu Expedition, Cultural Diplomacy, Cultural Imperialism.,


References :

  1. Bade, D., (2013). Of Palm Wine, Women and War: The Mongolian Naval Expedition to Java in the 13th Century. - : Institute of Southeast Asian Studies.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 3 / Pub. : 2017-09
  1. Keputusan jepang dalam pembentukan china-japan-republic of korea free trade agreement (cjk fta)
  2. The alan kurdi effect; peran media sosial dengan solidaritas kemanusiaan di jerman
  3. Perkembangan industri psmc di tengah kebijakan regulasi pembatasan pemerintah di afrika selatan
  4. Mengkaji program redd+ (reducing emission from deforestation and degradation) plus dalam kerjasama norwegia dengan indonesia
  5. Agensi pemerintah jawa timur dalam tata kelola gula terhadap implementasi mea
  6. Faktor constraints dan incentives dalam kebijakan india meratifikasi additional protocol iaea
  7. Faktor constraints dan incentives dalam kebijakan india meratifikasi additional protocol iaea
  8. Analisis aspek diplomasi kultural dalam ekspedisi pamalayu, 1275 – 1294 m
  9. Adaptasi pemerintahan obama terhadap negara-negara besar terkait kasus nuklir iran
  10. Penolakan indonesia terhadap kerjasama keamanan selat malaka terkait “proliferation security initiative” dengan amerika serikat
  11. Latar belakang pencabutan moratorium tenaga kerja indonesia (tki) ke malaysia tahun 2011
  12. Alasan tetap dipertahankannya program petrocaribe di wilayah karibia
  13. Tiongkok dalam penguasaan rare earth elements (ree) sebagai leading sector perekonomian baru
  14. Upaya hambatan non-tarif oleh uni eropa terhadap minyak kelapa sawit indonesia
  15. Apropriasi kultural, akulturasi, atau komodifikasi?kepentingan inggris dalam pengembangan industri kari
  16. Relasi program reformasi dan pembangunan sepak bola dengan kebijakan ekonomi tiongkok era presiden xi jinping
  17. Dari saving ke consumption; upaya pemerintah tiongkok dalam merespon penurunan gdp (gross domestic product) di tahun 2008
  18. Latar belakang kontuinitas pemberian bantuan luar negeri inggris kepada india pasca reformasi ekonomi dekade 1990
  19. Sikap indonesia terkait dengan serangan amerika serikat ke afghanistan 2001
  20. Contest dan peningkatan foreign fighters inggris dalam perang sipil di suriah bersama is tahun 2011-2015
  21. Perbandingan kebijakan as terkait nuklir iran: era george walker bush dan barack hussein obama ii
  22. Peran media massa terhadap perubahan kebijakan perancis. kasus: paris attack 2015
  23. Implikasi adopsi protokol montreal terhadap pengendalian dan perdagangan ozone depleting substances di tiongkok