Catalog :




Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 2 / No. 3 / Published : 2013-09

TOC : 9, and page :171 - 195

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Normalisasi hubungan bilateral georgia-rusia pascakonflik tahun 2008

Author :

  1. Dinar Prisca Putri*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Penelitian  ini  menjelaskan  perkembangan  normalisasi  hubungan bilateral  Georgia-Rusia  setelah  konflik  kedua  negara  pada  Agustus  2008 dan  meneliti  faktor-faktor  pendorong  yang  memengaruhi  normalisasi hubungan  bilateral  dua  negara  tersebut.  Latar  belakang  penelitian  ini bermula  dari  adanya  tanda-tanda  perbaikan  atau  normalisasi  hubungan bilateral  antara  Georgia  dan  Rusia  dalam  kondisi  belum  dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pascakonflik 2008 (Georgia memutus hubungan  diplomatiknya  dengan  Rusia  setelah  pengakuan  kedaulatan yang diberikan Rusia atas wilayah separatis Georgia, yaitu Abkhazia dan Ossetia  Selatan)  dan  persepsi  kedua  negara  yang  cenderung  bersifat mutual  distrust  atau  saling  curiga.  Tanda-tanda  normalisasi  hubungan bilateral  kedua  negara  tersebut  tercermin  dari  dibukanya  kembali perbatasan  wilayah  antara  Georgia  dan  Rusia  yang  sebelumnya  ditutup selama  perang,  pemulihan  aturan  penerbangan  regular  antar  kedua negara, dibukanya kembali pasar Rusia bagi produk pertanian Georgia dan kesediaan  Georgia  untuk  membuka  dialog  dengan  Rusia  yang  akhirnya membawa  Rusia  sebagai  anggota  tetap  dari  World  Trade  Organisation (WTO).  Hipotesis  atau  dugaan  sementara  dari  permasalahan  penelitian dihasilkan  melalui  sintesis  teori  Bar-Siman  Tov  tentang  rekonsiliasi konflik  dan  teori  Robert  Jarvis  tentang  persepsi  ancaman,  dihadapkan dengan teori Stephen M. Saideman tentang pengaruh ikatan etnis (ethnic ties)  dalam  menentukan  kebijakan  luar  negeri  suatu  negara  dan  teori Louis  Kriesberg  tentang  peran  pihak-pihak  perantara  (intermediaries). Berdasarkan teori-teori tersebut diperoleh hipotesis bahwa perkembangan normalisasi  hubungan  bilateral  antara  Georgia  dan  Rusia  pascakonflik tahun  2008  disebabkan  oleh  pengaruh  ikatan  etnis  antara  Georgia  dan Rusia  yang  beroperasi  dengan  dorongan  pihak  ketiga  sebagai  perantara. Kedua  faktor  tersebut  saling  berkorelasi  dalam  menjawab  permasalahan penelitian.

Keyword :

konflik, , intermediaries, ikatan etnis,


References :

  1. Anders, Aslund dan Kuchins, Andrew. , (2009). The Russia Balance Sheet. . - : Peterson Institute
  2. Sarjveladze, Nodar dan Shushania, Nino. , (2009). Tolerance in Multiethnic Georgia. . - : Publishing House Mtsignobari
  3. -, (0000). -. - : -
  4. -, (0000). -. - : -
  5. -, (0000). -. - : -


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 3 / Pub. : 2013-09
  1. Pengaruh ikhwanul muslimin terhadap politik luar negeri mesir dalam konflik israel-palestina
  2. Analisis atribut budaya nasional dalam promosi online toshiba corporation
  3. Politik energi rusia dan dampaknya terhadap eropa terkait sengketa gas rusia-ukraina 2006-2009
  4. European union’s protection policy towards united states beef imports analysis
  5. Faktor penyebab konflik pasca partisi sudan-sudan selatan tahun 2011-2012
  6. Bilateral free trade: hubungan perdagangan indonesia-china dalam kerangka acfta
  7. Pengaruh trips dalam bisnis benih transgenik mnc terhadap isu ketahanan pangan studi kasus: monsanto di lahan pertanian indonesia
  8. Konstruksi identitas dan politik luar negeri indonesia dalam kasus sengketa ambalat tahun 2005
  9. Normalisasi hubungan bilateral georgia-rusia pascakonflik tahun 2008
  10. Keterlibatan rusia dalam upaya resolusi konflik nagorno-karabakh antara armenia dan azerbaijan 2008- 2012
  11. Implementasi heart of borneo oleh indonesia dan malaysia dalam mengatasi illegal logging di hutan perbatasan kalimantan timur
  12. Koneksi al-qaeda dan aqim di mali utara: ideologi, jaringan, dan aktivisme
  13. Strategi jepang dan korea selatan dalam menyelesaiakan sengketa teritorial pulau takeshima / dokdo
  14. Etnisitas dan politik luar negeri: respon turki terhadap penindasan etnis uyghur di xinjiang
  15. Kebijakan pemerintah australia terkait permasalahan irregular maritime arrivals periode kepemimpinan perdana menteri julia gillard tahun 2010-2012
  16. Dua belas tahun aksesi keanggotaan arab saudi dalam world trade organization (wto) : pengaruh politik dalam negeri
  17. Proteksionisme amerika serikat pasca krisis finansial 2008
  18. Pengaruh krisis pangan global 2008 terhadap ketahanan pangan negara haiti
  19. Pengaruh kebijakan sertifikasi ecolabel uni eropa terhadap tingkat penjualan produk komputer perusahaan asustek computer inc. di kawasan uni eropa tahun 2008-2012
  20. Pengaruh cina terhadap taiwan terkait penerimaan prinsip satu cina oleh taiwan tahun 2008
  21. Pengaruh asean economic community terhadap strategi akuisisi yang dilakukan maybank ke bii
  22. Faktor-faktor yang mempengaruhi cina dalam membuat regulasi human organ transplantation tahun 2002-2007
  23. Implementasi convention on the elimination of all forms discrimination against women (cedaw) terhadap kasus kekerasan seksual di wilayah shan myanmar pada 1996-2001
  24. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai non-intervensi pada organization of african unity (oau)
  25. Pengaruh students for a democratic society dan vietnam veterans against war (1964-1973) terhadap perubahan kebijakan luar negeri amerika serikat dalam mengakhiri perang vietnam
  26. Faktor kultural dan ekonomi sebagai penyebab peningkatan kasus perdagangan manusia di thailand periose 2006-2011
  27. Permintaan kenaikan upah minimum buruh bangladesh oleh h&m: analisis hubungan negara dan perusahaan