UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 2 / No. 1 / Published : 2013-03

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pengaruh peran united nations development programme dalam peningkatan partisipasi politik wanita di indonesia (2006-2010)

Author :

  1. Oki Astriani *1
  1. -

Abstract :

Partisipasi politik perempuan adalah prasyarat fundamental dalam memajukan kesetaraan gender dan demokrasi. Di negara demokratis seperti Indonesia pun, keterwakilan perempuan di parlemen dapat dikatakan tidak proporsional dengan jumlah penduduk perempuan. Dengan perbandingan penduduk perempuan dan laki-laki yang tidak jauh berbeda, perempuan seharusnya mendapatkan proporsi keterwakilan yang sama dengan keterwakilan laki-laki. Kurangnya partisipasi perempuan dalam politik berujung pada kurangnya perhatian terhadap isu-isu gender dalam proses perkembangan negara. Padahal, dapat dikatakan bahwa perempuan adalah tulang punggung perkembangan negara. Di Indonesia, telah banyak perundang-undangan yang mendukung partisipasi perempuan di politik. Dengan perundang-undangan tersebut, dapat dikatakan bahwa Indonesia telah memiliki instrumen untuk meningkatkan partisipasi politik perempuan. Oleh karena itu, yang dibutuhkan Indonesia adalah rekan-rekan untuk mengimplementasikan strategi pengembangan negara dengan undang-undang tersebut sebagai landasan hukumnya. Salah satu rekan penting tersebut adalah United Nations Development Programme (UNDP). Sebagai salah satu “agen perkembangan” di jaringan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNDP memiliki kemampuan untuk membantu mendukung ribuan proyek pengembangan di seluruh dunia, salah satunya Indonesia. Program-program UNDP tersebut sekaligus bertujuan untuk mendukung tercapainya Millenium Development Goals (MDG), sebagai tujuan pengembangan global PBB. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan pengaruh UNDP dengan upaya peningkatan

Keyword :

gender, pengarusutamaan gender, partisipasi politik, UNDP, MDG,


References :

  1. Clive Archer, (1992). International Organizations. London : Routledge.
  2. Alida Brill, (1995). A Rising Public Voice: Women in Politics Worldwide. New York : The Feminist Press
  3. Peter Burnell, (2000). Democracy Assistance: The State of the Discourse. Portland : Frank Cass Publishers
  4. Thomas Carothers, (1999). Aiding Democracy Abroad: the Learning Curve. Washington, DC : The Carnegie Endowment for International Peace
  5. Margaret E. Keck dan Kathryn Sikkink, (1998). Activists beyond Borders: Advocacy Networks in International Politics. Ithica, NY : Cornell University Press




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 1 / Pub. : 2013-03
  1. Politik luar negeri argentina di bawah pemerintahan nestor kirchner dalam sengketa falkland (malvinas)
  2. Perubahan kebijakan pemerintah bangladesh terhadap kaum rohingya di perbatasan bangladesh-myanmar
  3. Permasalahan organisasi kriminal transnasional: analisa perang obat bius meksiko selama merida initiative tahun 2008-2010
  4. Pengaruh globalisasi terhadap industri pariwisata lokal: wisata meeting, incentive, convention exhibition (mice) di kota surabaya tahun 2008-2011
  5. Penggunaan kekuatan pakistan dan india dalam mempertahankan wilayah kashmir pasca perang dingin
  6. Peran partai politik inggris dalam kebijakan non bail out inggris terhadap inggris krisis yunani 2009-2012
  7. Pegeseran politik luar negeri turki dari barat ke timur tengah (2007-2011)
  8. Strategi surabaya tourism promotion board dalam menjalankan diplomasi pariwisata surabaya dengan brunei darussalam tahun 2005-2008
  9. Peran asean regional forum (arf) dalam menjembatani penyelesaian konflik laut cina selatan tahun 2002-2011
  10. Penanganan pemerintah indonesia dalam mengatasi masalah penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia di arab saudi
  11. Peran pemerintah kota surabaya dalam kerjasam sister city sebelum dan setelah desentralisasi
  12. Pengaruh peran united nations development programme dalam peningkatan partisipasi politik wanita di indonesia (2006-2010)
  13. Kelompok industri dalam pengecualian komoditas asal jepang kaesong industrial complex kasus korus fta
  14. Respon china, indonesia dan filipina terhadap keberadaan pangkalan militer amerika serikat di darwin, australia tahun 2011-2012
  15. Strategi kraft menghadapi sentimen nasional inggris terkait akuisisi kraft-cadbury
  16. Faktor internal dan eksternal dalam proses de-eskalasi konflik eta – pemerintah spanyol tahun 2006 - 2012
  17. Strategi pemerintahan ahmadinejad dalam penolakan penghentian program nuklir iran yang berdampak terhadap semakin memburuknya hubungan iran dengan amerika serikat tahun 2005-2009
  18. Peran unicef atas perlindungan kekerasan seksual terhadap perempuan dalam konflik di republik demokratik kongo
  19. Idiosinkretik susilo bambang yudhoyono terhadap kebijakan penanganan mv sinar kudus
  20. Palestinian refugees and lebanese security and political instability post-1989