UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 2 / No. 1 / Published : 2013-03

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Penggunaan kekuatan pakistan dan india dalam mempertahankan wilayah kashmir pasca perang dingin

Author :

  1. M Finsa Arrahman*1
  1. -

Abstract :

Tulisan ini membahas mengenai alasan, munculnya kesempatan serta penggunaan kekuatan India dan Pakistan pada konflik di wilayah Kashmir  pasca perang dingin. Setelah kekalahan Pakistan pada perang tahun 1971 ditandai dengan lepasnya Pakistan barat menjadi negara merdeka, perlahan intensitas konflik kedua negara di wilayah Kashmir berkurang dan mulai memasuki masa-masa damai. Memasuki akhir tahun 1989, muncul ketegangan di wilayah India over Kashmir. Ketegangan ini dipicu oleh munculnya gerakan anti pemerintah India. Pada dasarnya gerakan ini menuntut agar Kashmir dapat lepas dari pemerintahan India. Peristiwa ini memunculkan kembali ketegangan hubungan India dan Pakistan melalui keterlibatan kedua negara. Memasuki tahun 1990 ketegangan ini semakin meningkat intensitasnya. Gerakan anti pemerintah India mulai berkembang kearah aksi penculikan dan pembunuhan. Pemerintah Pakistan menyebut gerakan pemberontakan sebagai gerakan pembebasan dan berupaya untuk terlibat dalam ketegangan tersebut dengan memberi dukungan pada gerakan pembebasan. Sementara pemerintah India menyebut gerakan pemberontakan sebagai aksi terorisme serta berupaya memperkuat pasukan keamanan di wilayah Kashmir dengan tujuan untuk menghancurkan teroris.

Keyword :

India, Pakistan, India Over Kashmir, Gerakan Pemberontakan, Gerakan Pembebasan,


References :

  1. Ayesha Siddiqa Agha, (2001). Pakistan’s Arms Procurement and Military Buildup 1979–99. New York : Palgrave
  2. P.R. Chari et al., (2007). Four Crises and a Peace Process:American Engagement in South Asia. Washington D.C : Brookings Institution Press
  3. Rajat Ganguly, (1998). India, Pakistan and the Kashmir Dispute. New Zealand : Victoria University of Wellington
  4. A.P Joshi et al. , (2003). Religious Demography of India. Chennai : Centre for Policy Studies
  5. Peter Lyon, (2008). between India and Pakistan:an encyclopedia. . Colorado : Abc-clio Inc




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 1 / Pub. : 2013-03
  1. Politik luar negeri argentina di bawah pemerintahan nestor kirchner dalam sengketa falkland (malvinas)
  2. Perubahan kebijakan pemerintah bangladesh terhadap kaum rohingya di perbatasan bangladesh-myanmar
  3. Permasalahan organisasi kriminal transnasional: analisa perang obat bius meksiko selama merida initiative tahun 2008-2010
  4. Pengaruh globalisasi terhadap industri pariwisata lokal: wisata meeting, incentive, convention exhibition (mice) di kota surabaya tahun 2008-2011
  5. Penggunaan kekuatan pakistan dan india dalam mempertahankan wilayah kashmir pasca perang dingin
  6. Peran partai politik inggris dalam kebijakan non bail out inggris terhadap inggris krisis yunani 2009-2012
  7. Pegeseran politik luar negeri turki dari barat ke timur tengah (2007-2011)
  8. Strategi surabaya tourism promotion board dalam menjalankan diplomasi pariwisata surabaya dengan brunei darussalam tahun 2005-2008
  9. Peran asean regional forum (arf) dalam menjembatani penyelesaian konflik laut cina selatan tahun 2002-2011
  10. Penanganan pemerintah indonesia dalam mengatasi masalah penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia di arab saudi
  11. Peran pemerintah kota surabaya dalam kerjasam sister city sebelum dan setelah desentralisasi
  12. Pengaruh peran united nations development programme dalam peningkatan partisipasi politik wanita di indonesia (2006-2010)
  13. Kelompok industri dalam pengecualian komoditas asal jepang kaesong industrial complex kasus korus fta
  14. Respon china, indonesia dan filipina terhadap keberadaan pangkalan militer amerika serikat di darwin, australia tahun 2011-2012
  15. Strategi kraft menghadapi sentimen nasional inggris terkait akuisisi kraft-cadbury
  16. Faktor internal dan eksternal dalam proses de-eskalasi konflik eta – pemerintah spanyol tahun 2006 - 2012
  17. Strategi pemerintahan ahmadinejad dalam penolakan penghentian program nuklir iran yang berdampak terhadap semakin memburuknya hubungan iran dengan amerika serikat tahun 2005-2009
  18. Peran unicef atas perlindungan kekerasan seksual terhadap perempuan dalam konflik di republik demokratik kongo
  19. Idiosinkretik susilo bambang yudhoyono terhadap kebijakan penanganan mv sinar kudus
  20. Palestinian refugees and lebanese security and political instability post-1989