Catalog :




Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 2 / No. 1 / Published : 2013-03

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Peran asean regional forum (arf) dalam menjembatani penyelesaian konflik laut cina selatan tahun 2002-2011

Author :

  1. Nurul Chintya Irada*1
  1. -

Abstract :

ASEAN Regional Forum (ARF) merupakan suatu forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994 sebagai suatu wahana bagi dialog dan konsultasi mengenai hal-hal yang terkait dengan politik dan keamanan di kawasan, serta untuk membahas dan menyamakan pandangan antara negara-negara peserta ARF untuk memperkecil ancaman terhadap stabilitas dan keamanan kawasan, termasuk sengketa Laut China Selatan. Sengketa Laut China Selatan sudah lama menjadi isu krusial diantara negara-negara Asia Tenggara. Wilayah yang ditenggarai punya arti strategis segi ekonomi dan militer ini menjadi permasalahan yang tidak terselesaikan sampai sekarang karena banyak negara yang mengklaim sebagai wilayahnya. Adapun negara-negara tersebut, antara lain China, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, dan Malaysia. Penelitian ini mengkaji bagaimana ARF berperan dalam menjembatani penyelesaian konflik Laut China Selatan 2002-2011. Berdasar Teori Neoliberalisme, Teori Resolusi Konflik dan Konsep Peran. ARF telah melakukan peranannya sebagai intitusi yang menjembatani berbagai pihak berkonflik di Laut China Selatan antara lain memberikan fasilitas pertemuan serta forum dialog antar negara yang bersengketa untuk saling menyampaikan keinginan sehingga terhindar dari adanya perang ataupun onflik yang meluas dan menemukan kesepakatan.

Keyword :

ARF, DOC, Laut cina Selatan , Cina,


References :

  1. S. R. E. Bateman, (2009). Security and International Politics in the South China Sea. New York : Routledge
  2. R. Emmers and Tan S.S., (2009). The ASEAN Regional Forum adn Preventive Diplomacy: A Failure in Practivce. Singapore : S Rajaratneam School of Itnternational Sutdies
  3. T. Kivimaki, (2002). War or peace in the South China Sea?. Denmark : Nordic Institute Asian Studies
  4. P. Y. Lewis, (1995). The Potential for Conflict in South China Sea: (The Various Names Given to the Spartly). - : Asian Defence Journal
  5. A. Rivai Ras, (2001). Konflik Laut Cina Selatan dan Ketahanan Regional Asia Pasifik. Jakarta : PT. Rendino Putra Sejati dan TNI AL


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 1 / Pub. : 2013-03
  1. Politik luar negeri argentina di bawah pemerintahan nestor kirchner dalam sengketa falkland (malvinas)
  2. Perubahan kebijakan pemerintah bangladesh terhadap kaum rohingya di perbatasan bangladesh-myanmar
  3. Permasalahan organisasi kriminal transnasional: analisa perang obat bius meksiko selama merida initiative tahun 2008-2010
  4. Pengaruh globalisasi terhadap industri pariwisata lokal: wisata meeting, incentive, convention exhibition (mice) di kota surabaya tahun 2008-2011
  5. Penggunaan kekuatan pakistan dan india dalam mempertahankan wilayah kashmir pasca perang dingin
  6. Peran partai politik inggris dalam kebijakan non bail out inggris terhadap inggris krisis yunani 2009-2012
  7. Pegeseran politik luar negeri turki dari barat ke timur tengah (2007-2011)
  8. Strategi surabaya tourism promotion board dalam menjalankan diplomasi pariwisata surabaya dengan brunei darussalam tahun 2005-2008
  9. Peran asean regional forum (arf) dalam menjembatani penyelesaian konflik laut cina selatan tahun 2002-2011
  10. Penanganan pemerintah indonesia dalam mengatasi masalah penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia di arab saudi
  11. Peran pemerintah kota surabaya dalam kerjasam sister city sebelum dan setelah desentralisasi
  12. Pengaruh peran united nations development programme dalam peningkatan partisipasi politik wanita di indonesia (2006-2010)
  13. Kelompok industri dalam pengecualian komoditas asal jepang kaesong industrial complex kasus korus fta
  14. Respon china, indonesia dan filipina terhadap keberadaan pangkalan militer amerika serikat di darwin, australia tahun 2011-2012
  15. Strategi kraft menghadapi sentimen nasional inggris terkait akuisisi kraft-cadbury
  16. Faktor internal dan eksternal dalam proses de-eskalasi konflik eta – pemerintah spanyol tahun 2006 - 2012
  17. Strategi pemerintahan ahmadinejad dalam penolakan penghentian program nuklir iran yang berdampak terhadap semakin memburuknya hubungan iran dengan amerika serikat tahun 2005-2009
  18. Peran unicef atas perlindungan kekerasan seksual terhadap perempuan dalam konflik di republik demokratik kongo
  19. Idiosinkretik susilo bambang yudhoyono terhadap kebijakan penanganan mv sinar kudus
  20. Palestinian refugees and lebanese security and political instability post-1989