Catalog :




Detail Article

Jurnal Analisis Hubungan Internasional

ISSN 2302-8777

Vol. 2 / No. 1 / Published : 2013-03

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Respon china, indonesia dan filipina terhadap keberadaan pangkalan militer amerika serikat di darwin, australia tahun 2011-2012

Author :

  1. Rina Oktavia*1
  1. -

Abstract :

In November 2011, Barack Obama announced his agreement with Australian Prime Minister Julia Gillard that United States and Australia has agreed to enhancing alliance in military sector, he said that United States will establish a new permanent military base in Darwin, Australia. The military base will equipped with 2,500 marines gradually from 2012 to 2015. Difference reaction showed from Asia Pasific nation. As we know, in Asia Pasific region still have many issues, China polical problem with Taiwan, as well as several border disputes with India, Japan and some ASEAN member countries in relation to South China Sea claims. Moreover, US military base in Darwin will affect Indonesia as a closest nation with only 820 km from its boundary to Darwin. With all the issues, many different reaction showed from Asia Pasific countries. Writer classifying the reaction into three categories, support, neutral and unsupport the US military base.

Keyword :

Pangkalan Militer, Indonesia, Cina, Filipina, Amerika Serikat,


References :

  1. Bandoro Bantarto, (1996). Agenda dan Penataan Keamanan di Asia Pasifik. Jakarta : CSIS
  2. A. L. Clunan, (2009). The social construction of Russia’s resurgence: Aspirations, identity, and security interests. Baltimore, MA : The Johns Hopkins University Press
  3. V. M. Hudson, (2007). Foreign policy analysis: Classic and contemporary theory. Maryland : Rowman & Littlefield
  4. Graham Evans & Jeffrey Newnham , (1998). The Penguin Dictionary of International Relations. London : Penguin Group
  5. Renato Crus et al., (2011). U.S.-Philippines Partnership in the Cause of Maritime Defense. - : heritage.org


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 1 / Pub. : 2013-03
  1. Politik luar negeri argentina di bawah pemerintahan nestor kirchner dalam sengketa falkland (malvinas)
  2. Perubahan kebijakan pemerintah bangladesh terhadap kaum rohingya di perbatasan bangladesh-myanmar
  3. Permasalahan organisasi kriminal transnasional: analisa perang obat bius meksiko selama merida initiative tahun 2008-2010
  4. Pengaruh globalisasi terhadap industri pariwisata lokal: wisata meeting, incentive, convention exhibition (mice) di kota surabaya tahun 2008-2011
  5. Penggunaan kekuatan pakistan dan india dalam mempertahankan wilayah kashmir pasca perang dingin
  6. Peran partai politik inggris dalam kebijakan non bail out inggris terhadap inggris krisis yunani 2009-2012
  7. Pegeseran politik luar negeri turki dari barat ke timur tengah (2007-2011)
  8. Strategi surabaya tourism promotion board dalam menjalankan diplomasi pariwisata surabaya dengan brunei darussalam tahun 2005-2008
  9. Peran asean regional forum (arf) dalam menjembatani penyelesaian konflik laut cina selatan tahun 2002-2011
  10. Penanganan pemerintah indonesia dalam mengatasi masalah penempatan dan perlindungan tenaga kerja indonesia di arab saudi
  11. Peran pemerintah kota surabaya dalam kerjasam sister city sebelum dan setelah desentralisasi
  12. Pengaruh peran united nations development programme dalam peningkatan partisipasi politik wanita di indonesia (2006-2010)
  13. Kelompok industri dalam pengecualian komoditas asal jepang kaesong industrial complex kasus korus fta
  14. Respon china, indonesia dan filipina terhadap keberadaan pangkalan militer amerika serikat di darwin, australia tahun 2011-2012
  15. Strategi kraft menghadapi sentimen nasional inggris terkait akuisisi kraft-cadbury
  16. Faktor internal dan eksternal dalam proses de-eskalasi konflik eta – pemerintah spanyol tahun 2006 - 2012
  17. Strategi pemerintahan ahmadinejad dalam penolakan penghentian program nuklir iran yang berdampak terhadap semakin memburuknya hubungan iran dengan amerika serikat tahun 2005-2009
  18. Peran unicef atas perlindungan kekerasan seksual terhadap perempuan dalam konflik di republik demokratik kongo
  19. Idiosinkretik susilo bambang yudhoyono terhadap kebijakan penanganan mv sinar kudus
  20. Palestinian refugees and lebanese security and political instability post-1989