Catalog :




Detail Article

Jurnal Biometrika dan Kependudukan

ISSN 2302707X

Vol. 2 / No. 1 / Published : 2013-07

TOC : 1, and page :1 - 9

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Spontaneous abortion in early marriage

Author :

  1. Andrian*1
  2. Kuntoro*2
  1. Departemen Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya
  2. Departemen Biostatistika dan Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Surabaya

Abstract :

Usia yang paling baik untuk menikah adalah 20–30 tahun. Pernikahan pada usia dini memiliki risiko lebih besarterhadap terjadinya komplikasi pada kehamilan dan kelahiran. Di Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar KabupatenBanyuwangi memiliki angka pernikahan pada usia dini yang sangat tinggi. Di Desa Tembokrejo perempuan yangmenikah pada usia < 20 tahun sebesar 70% dari total pernikahan yang terjadi. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui hubungan antara pernikahan usia dini dengan kejadian abortus spontan di wilayah tersebut. Penelitianini menggunakan desain penelitian cross sectional, pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancaramenggunakan kuesioner, sampel sebanyak 130 wanita yang sudah menikah di mana 65 wanita yang menikahpada usia dini dan 65 wanita yang menikah pada usia dewasa. Subjek ditarik dari populasi dengan teknik simplerandom sampling. Variabel penelitian adalah usia pernikahan, usia kehamilan pertama, pendidikan, pengetahuan,serta pemeriksaan kandungan. Hasil penelitian didapatkan χ2 = 8,876 p = 0,003 (α < 0,05) artinya ada hubunganantara pernikahan usia dini dengan kejadian abortus spontan. Kesimpulan yang diambil dari penelitian padawanita yang melakukan pernikahan pada usia dini memiliki risiko lebih besar terhadap kejadian komplikasi padakehamilan dibandingkan dengan wanita yang menikah pada usia dewasa. Pemberian pemahaman tentang efekpernikahan pada usia dini terhadap kesehatan sangat diperlukan.

Keyword :

pernikahan, pernikahan usia dini, abortus, abortus spontan,


References :

  1. Abdurrahman, E.H, (2008). Pola Perkawinan dan Perceraian di Jawa Barat. Vol. 38, No. 4, 21–23. : Warta Demografi
  2. Badan Pusat Statistik, (2010). Sensus Penduduk 2010. Januari 5, 2013 : www.bps.go.id.
  3. Mochtar, R., (2002). Sinopsis Obstetri Edisi 2. Jakarta : EGC.
  4. UNICEF, (2008). The State of the World’s Children 2009. New York : United Nations Children’s Fund.
  5. Wijono, W, (2001). Implementasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial. VIII, No. 2, 21–32. : Majalah Kesehatan Perkotaan


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 1 / Pub. : 2013-07
  1. Spontaneous abortion in early marriage
  2. Factors associated with sexual behavior premarital adolescent community scavengers in surabaya
  3. Identification of factors influencing the exclusion of family planning post-natal
  4. Health card usage effectiveness (kms): electronics improving services to speed​​, simplify data collection and decision making health status in posyandu
  5. Role of teachers in adolescent reproductive health education deaf (studies of work majesty smplb-b surabaya)
  6. Factor analysis of early menarche age relations
  7. Factors that influence the anxiety scores in women menopause
  8. The role of the midwife in perception mother in mother's rights complete pregnancy pregnant during examination (k1-k4)
  9. Socio-demographic conditions of eligible couples (efa) and the role of the husband of the maternal health preparedness
  10. Mixture modeling survival case study of hiv / aids at vct clinic / hospital dr cst. kariadi semarang
  11. Effect of correction in patients with myopia glasses the student achievement grade vii junior high school 34 surabaya
  12. Comparison of methods arima (box jenkins) and method of winter forecasting the number of cases of dengue fever