Catalog :




Detail Article

Jurnal Fisika dan Terapannya

ISSN 9 772337 300009

Vol. 3 / No. 2 / Published : 2015-08

TOC : 9, and page :84 - 92

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Efek variasi konsentrasi pelapisan kitosan terhadap karakteristik hollow fiber plla (poly l-lactic acid)-kolagen coating kitosan sebagai kandidat pembuluh darah

Author :

  1. Dita Ayu Mayasari*1
  2. Prihartini Widiyanti*2
  3. Djoni Izak R*3
  1. Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi
  2. Dosen Fakultas Sains dan Teknologi
  3. Dosen Fakultas Sains dan Teknologi

Abstract :

PLLA telah banyak digunakan dalam bidang medis. PLLA berpori sangat potensial untuk rekonstruksi rekayasa jaringan vascular graft. PLLA yang bersifat hidrofobik dan terjadinya penurunan pH saat terdegradasi yang menyebabkan inflamasi mengharuskan adanya modifikasi pada permukaan PLLA, salah satunya dengan melapiskan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek konsentrasi kitosan terhadap karakteristik fisik dan biologi hollow fiber PLLA- kolagen. PLLA yang dicampur dengan kolagen dibentuk menjadi hollow fiber dengan menggunakan spinneret. Kemudian dilapisi dengan kitosan yang divariasi konsentrasinya yaitu 0,5 %, 0,75 %, 1 %, 1,25% dan 1,5%. Kemudian dikarakterisasi fisik dan biologis dengan menggunakan uji tarik, uji morfologi dengan SEM, uji sitotoksisitas dan uji hemolisis. Karakteristik fisik hollow fiber yang didapat dari uji tarik menunjukkan bahwa hollow fiber yang dibentuk dengan pelapisan kitosan memiliki UTS 0,193 – 0,834 MPa, sedangkan hollow fiber tanpa pelapisan kitosan memiliki UTS 1,498 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pelapisan kitosan akan menurunkan sifat elastisitas dari PLLA dan kolagen dan akan membuat hollow fiber semakin kaku. Sedangkan dari uji morfologi didapatkan diameter, ketebalan dan ukuran pori berturut-turut adalah 2,225-2,955 mm, 90,65-236,26 µm dan 4,525-18,06 µm. Karakteristik biologi yang didapatkan dari uji sitotoksisitas dan hemolisis menunjukkan bahwa hollow fiber yang terbentuk aman untuk berinteraksi dengan sel maupun dengan darah dikarenakan memiliki persentase sel hidup > 60 % dan persentase hemolisis < 5%. Berdasarkan hasil uji tarik, uji morfologi, uji sitotoksisitas dan uji hemolisis, hollow fiberPLLA-kolagen berlapis kitosan memiliki potensi sebagai kandidat pembuluh darah.

Keyword :

PLLA, kolagen, kitosan, hollow fiber, vascular graft,


References :

  1. Ma et al. , (2002). Immobilization of Natural Macromolecules on Poly-L-Lactic Acid Membrane Surface in Order to Improve Its Cytocompatibility. - : Wiley Periodicals, Inc.
  2. Ferdous et al. , (2013). Impact of Polymer Structure and Composition on Fully Resorbable Endovascular Scaffold Performance. (9) : 6052-6061 : Acta Biomaterialia
  3. Prahabaran et al., (2006). PLLA-Chitosan Hybrid Scaffolds with Drug Release Capability. - : Journal of Biomedical Materials Research Part B: Applied Biomaterials


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 3 / No. : 2 / Pub. : 2015-08
  1. Kajian transformasi fasa sintesis paduan kobalt sebagai implan tulang prosthesis melalui metode metalurgi serbuk
  2. Aplikasi pengukuran koefisien muai thermal pada material kawat gigi menggunakan interferometer michelson real time
  3. Studi konduktivitas listrik nanosemen gigi zinc oxide eugenol
  4. Pengaruh variasi komposisi madu terhadap karakteristik kitosan-alginat untuk aplikasi penutup luka (wound dressing)
  5. Pengaruh variasi lama waktu pengadukan pada komposit gelatin-hidroksiapatit bergentamisin sebagai bahan implan tulang
  6. Analisa perubahan distribusi frekuensi yang dihasilkan oleh senar gitar e1 akibat korosi melalui hasil perekaman
  7. Efek variasi konsentrasi kolagen terhadap paduan hollow fiber poly l-lactic acid (plla)-kolagen coating kitosan sebagai kandidat pembuluh darah
  8. Rancang bangun prototype exoskeleton berbasis sinyal myoelektrik
  9. Efek variasi konsentrasi pelapisan kitosan terhadap karakteristik hollow fiber plla (poly l-lactic acid)-kolagen coating kitosan sebagai kandidat pembuluh darah
  10. Efek penambahan glycosaminoglycan dari lendir bekicot (achatina fulica) pada paduan alginat – carboxymethyl cellulose (cmc) sebagai accelerator wound healing