Catalog :




Detail Article

Jurnal Ilmiah Perikanan & Kelautan

ISSN 2085-5842

Vol. 4 / No. 1 / Published : 2012-04

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pemantauan virus dengan metode pcr (polymerase chain reaction) di pantai utara jawa timur

Author :

  1. Hari Suprapto*1
  2. Yulia Kartika *2
  1. Program Studi Budidaya Perairan-Fakultas Perikanan dan Kelautan
  2. Program Studi Budidaya Perairan-Fakultas Perikanan dan Kelautan

Abstract :

The disease most dangerous for the cultivation activity is virus. Viruses are organisms subseluler that contain only nucleic acid (RNA or DNA) as genetic material. Koi Herpes Virus  is one  type of virus that  causes  mortality  in  cultured  Cyprinids. KHV  disease  in  Indonesia  started  in  Blitar,  East  Java  on March 2002 because the entry of  imported koi fish that carry the virus KHV, while mortality prosentase could  reach  80%  -  85%, which  causes  loss  of  about  5  billion  rupiah. In    addition  of  KHV,  there  are several types of viral diseases  in shrimp  is White Spot Syndrome Virus (WSSV), Taura Syndrome Virus (TSV), dan Yellow Head Virus  (YHV). Disease  can cause  losses  in  farming activities,  such as WSSV. WSSV  is  an endemic disease  since 1995. disease WSSV  is  exotic  viral disease  that attacks  the  shrimp monodon  in  1998/1999  has  resulted  in  decreased  production  of  very  large,  so  the  Indonesian  shrimp exports down 33,000  tons. Treatment of  viral  diseases  is difficult  because  the  virus  resistant  to certain antibiotics and chemical compounds. Therefore, prevention needs to be done, one through the monitoring activities conducted on the northern coast of East Java. The  method  implemented  is  monitoring  in  location  and  identification  of  viruses  by  PCR (Polymerase Chain Reaction). Monitoring in location includes water quality measurements and sampling. Identification  of  virus  carried  by  IQ  2000TM.  The  identification  procedure  includes  extraction, amplification and electrophoresis. Regional monitoring conducted on  the northern coast of East Java  includes Gresik, Lamongan, Tuban, Bangkalan, Sampang, Pamekasan,  and Sumenep. Water  quality  at  locations  quite well. Results activities of monitoring on the northern coast of East Java is disease White Spot Syndrome Virus (WSSV) was  found positive  in several  locations: Gresik, Lamongan and Tuban, while  the virus  Taura Syndrome Virus (TSV) and Yellow Head Virus (YHV) was not found at all locations . In tilapia, disease Koi Herpes Virus (KHV) was found positive in Tuban.  

Keyword :

Monitoring virus, East Java, PCR ,


References :

  1. Agustian, D, (2009). Materi Kelas X : Maret . - : http://educorolla2.blogspot.com/2009_ 03_01_archive.html. 24/11/2010
  2. Aryani, D., G. N. Susanto, Sumardi, Iswadi, (2008). Pengaruh Perubahan Salinitas Terhadap Virulensi White Spot Syndrome Virus (WSSV) Pada Udang Putih. Lampung : Universitas Lampung
  3. Pharmawati, M, (2008). Optimalisasi Ekstraksi DNA dan PCR-RAPD Pada Grevillea spp. (Proteaceae). Bali : Universitas Udayana
  4. Setyorini, N., A. Khusnah, L. Widajatiningrum, (2008). Kelangsungan Hidup Ikan Koi (Cyprinus carpio koi) Yang Terinfeksi KHV (Koi Herpes Virus). Bangil : Balai Pengembangan Budidaya Air Payau Bangil
  5. Sugianti, B, (2005). Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional Dalam Pengendalian Penyakit Ikan. Bogor : Jurnal Makalah Falsafah Sains. Institut Pertanian Bogor


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 4 / No. : 1 / Pub. : 2012-04
  1. Pengaruh fermentasi actinobacillus sp. pada kotoran sapi sebagai pupuk terhadap pertumbuhan nannochloropsis sp.
  2. Derajat infestasi dan intensitas ichthyophthirius multifiliis pada ikan koi (cyprinus carpio) dengan metode kohabitasi
  3. Induksi kematangan gonad induk jantan kerang abalone (haliotis asinina) dengan metode laserpunktur
  4. Daya antibakteri tepung cacing tanah (lumbricus rubellus) terhadap pertumbuhan bakteri vibrio harveyi secara in vitro
  5. Pengaruh kombinasi media bungkil kelapa sawit dan dedak padi yang difermentasi terhadap produksi maggot black soldier fly (hermetia illucens) sebagai sumber protein pakan ikan
  6. Pengaruh konsentrasi pupuk azolla pinata terhadap pertumbuhan populasi spirulina platensis
  7. Pemberian perasan buah mengkudu (morinda citrifolia) untuk pengendalian argulus pada ikan mas komet (carassius auratus auratus)
  8. Perasan daun pepaya (carica papaya l.) sebagai pengendali infestasi argulus pada ikan komet (carassius auratus auratus)
  9. Kandungan protein kasar dan serat kasar pada kulit pisang raja yang difermentasi dengan trichoderma viride dan bacillus subtilis sebagai bahan baku pakan ikan
  10. Uji efektifitas ekstrak daun sirih merah (piper rocatum) terhadap bakteri aeromonas hydrophila secara in vitro
  11. Pemantauan virus dengan metode pcr (polymerase chain reaction) di pantai utara jawa timur
  12. Fungsi sel imun interleukin-4 (il-4) pada ikan kerapu tikus (cromileptes altivelis) dengan induksi protein imunogenik vibrio harveyi
  13. Prakiraan kesuburan perairan bali dari citra satelit
  14. Prakiraan daerah penangkapan ikan di selat bali berdasarkan data citra satelit
  15. Studi identifikasi dan prevalensi endoparasit pada saluran pencernaan ikan kerapu tikus (cromileptes altivelis) di keramba jaring apung unit pengelola budidaya laut situbondo, jawa timur
  16. Identifikasi dan prevalensi ektoparasit pada ikan kerapu tikus (cromileptes altivelis) di karamba jaring apung unit pengelola budidaya laut situbondo
  17. Uji sensitifitas sari buah pare (momordica charantia l) pada bakteri edwardsiella tarda dengan metode difusi kertas cakram secara in vitro
  18. Pengaruh pemberian pupuk cair limbah ikan lemuru (sardinella sp.) dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan chlorella sp.