UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

Jurnal Politik Indonesia

ISSN 2303-2073

Vol. 5 / No. 1 / Published : 2019-12

Order : 3, and page :32 - 61

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Pembelahan dukungan jaringan politik nu dalam pemilihan gubernur jawa timur 2018

Author :

  1. Ainur Rohim *1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Studi ini bertujuan memetakan dan menjelaskan terjadinya pembelahan dukungan jaringan politik kiai Nahdlatul Ulama (NU) di pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2018. Hal itu penting dilakukan, mengingat dalam perspektif kesejarahan politik Indonesia, Jatim menjadi wilayah basis tradisional kaum Islam Tradisional (NU) terbesar di Indonesia. Di Pilgub Jatim 2018 ada dua kader NU yang bertarung, yakni Khofifah Indar Parawansa yang menjabat Ketua Umum PP Muslimat NU didukung PAN, PPP, Partai Hanura, Partai NasDem, dan Partai Golkar. Sedang Saifullah Yusuf (Gus Ipul), salah satu ketua PBNU disokong empat partai, yakni PKB, PDIP, Partai Gerindra, dan PKS. Perumusan masalah yang peneliti ajukan adalah bagaimana pembelahan dukungan jaringan politik kiai NU di Pilgub Jatim 2018 dalam perspektif teori jaringan politik. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekaran eksplanatif dan dianalisa dengan teori jaringan politik David Knoke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kiai yang duduk di struktur NU wilayah Jatim maupun NU cabang kabupaten/kota di Jatim memberikan dukungan kepada pasangan Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno. Para kiai ini biasa dikenal dengan sebutan kiai struktural dan memposisikan KH Anwar Manshur (pimpinan Pondok Lirboyo Kediri) sebagai tokoh sentralnya. Di sisi lain, sejumlah kiai NU lain yang tak menduduki jabatan di struktur NU di berbagai jenjang, tapi mengamalkan ajaran NU dalam kehidupan keagamaannya, memberikan dukungan kepada pasangan Khofifah dan Emil E Dardak dan menempatkan KH Salahuddin Wahid (pimpinan Pondok Tebuireng Jombang) sebagai patronnya. Mereka dikenal dengan sebutan kiai kultural. 

Keyword :

NU, Kiai, Poros Lirboyo , Poros Tebuireng, Jaringan Politik ,


References :

  1. Hansen, KM dkk, (2017). How Campaigns Polarize The Electorate: Political Polarization As an Effect of The Minimal Effect Theory Within a Multipartay System, Party Politics. Vol 23 (3) 181-92 : Party Politics
  2. Jacobson, GL, (2012). The Electoral Origins of Polarized Politics: Evidence From The 2010 Cooperative Congressional Election Study . Vol 56 (12) : American Behavioral Scientist




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 1 / Pub. : 2019-12
  1. Program keluarga harapan dari perspektif amartya sen
  2. Gerakan relawan melawan relasi kuasa dan kapital pada pilkada makassar 2018
  3. Pembelahan dukungan jaringan politik nu dalam pemilihan gubernur jawa timur 2018
  4. Pemilu 2019 banjarbaru: upaya mewujudkan pemilu inklusif bagi tahanan/narapidana perspektif kesetaraan warga negara
  5. Politik kesehatan kepentingan di balik fenomena penyakit tidak menular di indonesia
  6. Tantangan implementasi kebijakan dana desa di kabupaten sidoarjo