UNIVERSITAS AIRLANGGA



Detail Article

Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental

ISSN 2301-7082

Vol. 6 / No. 1 / Published : 2017-12

Order : 2, and page :11 - 21

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Hubungan antara kesadaran diri dengan kecenderungan gangguan makan berlebihan pada remaja dengan obesitas di surabaya

Author :

  1. Adindra Pradhana*1
  2. Woelan Handadari*2
  1. Mahasiswa Fakultas Psikologi
  2. Dosen Fakultas Psikologi

Abstract :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kesadaran diri dengan kecenderungan gangguan makan berlebihan pada remaja dengan obesitas di Surabaya dan menganalisa secara  deskriptif  hubungan  tersebut.Gangguan  perilaku  makan  berlebihan  atau  terkenal  dengan sebutan  binge  eating  disorder  dapat  diketahui  melalui  simtom  terjadinya  episode  makan  secara berlebihan  dan  tidak  wajar  selama  minimal  2  hari  per  minggu  dan  adanya  perasaan  tidak  dapat mengontrol diri  (APA,  1994  dalam Kristeller  and Hallett,  1999).Baumeister  (1991, dalam  Brock  dan Adams,  2001)  mengemukakan  bahwa  terdapat  hubungan  antara  gangguan  makan  berlebihan  dan kesadaran  diri  (self-consciousness)  sebagai  reaksi  dari  evaluasi  diri.Dalam  penelitian  Sawaoka,  dkk. (2012) didapatkan hubungan bahwa semakin tinggi kesadaran diri penderita obesitas, semakin tinggi pula  tingkat  munculnya  gejala  gangguan  makan  berlebihan  (kepelikan).  Jadi,  penderita  obesitas cenderung merasa sadar (conscious) akan dirinya dan tubuhnya, orang di sekitar mengenai dirinya, dan lingkungannya (Sawaoka, dkk., 2002).  Penelitian ini dilakukan pada remaja usia 18-22 tahun dengan obesitas,  dimana  keadaan  obesitas  diketahui  dengan  menghitung  Indeks  Massa  Tubuh  (IMT)  subjek sesuai ketentuan WHO (2006). Jumlah subjek sebanyak 43 orang berdomisili Surabaya. Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi milik Scheier dan Carver (1985) yang merupakan hasil revisi dari alat ukur kesadaran diri milik Fenigstein, Scheier, dan Buss (1975), yaitu Self-consciousness Scale Revised (SCS-R). Alat ukur yang kedua berdasarkan gejala serta gangguan makan pada DSM III dan wawancara pada subjek obesitas dalam alat ukur Binge Eating Scale (BES) milik Gormally, et. al. (1982). Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson dalam program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi antara kesadaran diri dengan kecenderungan gangguan makan berlebihan yakni 0,301 dan signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran diri memiliki hubungan yang positif dan  signifikan  dengan  kecenderungan  gangguan  makan  berlebihan  pada  remaja  dengan  obesitas  di Surabaya.

Keyword :

kecenderungan gangguan makan berlebihan, kesadaran diri, remaja, obesitas,


References :

  1. Gormally, J., Black, S., Daston, S., dan Rardin, D, (1982). The assessment of binge eating severity among obese persons. Addictive Behaviors. 7, 47-55. : -




Archive Article

Cover Media Content

Volume : 6 / No. : 1 / Pub. : 2017-12
  1. Relationship between social support of pairs with quality of life related to health in patients with diabets melitus type 2
  2. Hubungan antara kesadaran diri dengan kecenderungan gangguan makan berlebihan pada remaja dengan obesitas di surabaya
  3. Post-traumatic growth pasca histerektomi pada penderita kanker leher rahim (serviks) usia dewasa madya
  4. Hubungan antara dukungan sosial dan kepuasan hidup homoseksual di surabaya
  5. Hubungan body image dan kecemasan dengan kecenderungan anorexia nervosa pada model dewasa awal
  6. Hubungan antara efikasi diri dan health seeking behaviour pada penderita kanker serviks stadium awal
  7. Hubungan antara dukungan sosial dan obsessive compulsive disorder pada remaja putri dengan kecenderungan body dysmorphic disorder