Catalog :




Detail Article

Japanology

ISSN 2302-2876

Vol. 2 / No. 2 / Published : 2014-01

TOC : 4, and page :29 - 39

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Analisis penyebab hikikomori melalui pendekatan fenomenologi

Author :

  1. Mohammad Irvansyah*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya

Abstract :

Hikikomori adalah sebuah fenomena sosial di Jepang dimana seseorang menarik diri dari lingkungan sosial karena suatu alasan. Jangka waktu seseorang untuk menarik diri tersebut sangat lama hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Istilah hikikomori diciptakan oleh Dr. Tamaki Saito, seorang psikolog Jepang. Ia menjelaskan seseorang hikikomori menutup dirinya selama enam bulan atau lebih dan tidak mengikuti kegiatan sosial apapun di lingkungannya. Penelitian ini, menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mempelajari fenomena hikikomori yang terjadi dan mencari klasifikasi penyebab seseorang menjadi pelaku hikikomori. Seseorang menjadi pelaku hikikomori dikarenakan beberapa kejadian yang menimpa  dirinya. Kejadian tersebut kebanyakan berasal dari lingkungan di sekitar pelaku hikikomori, seperti lingkungan sekolah, rumah, dan lingkungan sosialnya. Selain itu faktor individu juga berpengaruh untuk menjadikan seseorang menjadi pelaku hikikomori.

Keyword :

hikikomori, cause, phenomenology, seclude themselves ,


References :

  1. Davies Roger J. dan Osamu Ikeno, (2002). The Japanese Mind: Understanding Contemporary Japanese Culture. Tokyo : Tuttle publishing


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 2 / Pub. : 2014-03
  1. Prostisusi remaja wanita jepang dalam anime “ initial d “
  2. Minat pemuda jepang terhadap musik tsugaru shamisen grup yoshida brothers
  3. Dinamika budaya penggemar vocaloid indonesia dalam komunitas vocapost
  4. Analisis penyebab hikikomori melalui pendekatan fenomenologi
  5. Penggunaan kandoushi yang bentuknya sama dengan kelas kata lain dalam komik 20th century boys vol 1-4
  6. Analisis karakter tokoh seiji sebagai furiitaa dalam drama “freeter, ie wo kau”
  7. Perbandingan makna verbal pada poster film the avengers versi jepang dan original: kajian semiotik
  8. Cosplay sebagai sarana rekreasi bagi cosplayer komunitas cosura yang telah menikah
  9. Teh kemasan botol kerjasama jepang dengan indonesia di mata mahasiswa studi jepang di surabaya: analisis encoding decoding stuart hall
  10. Penerimaan masyarakat jepang terhadap tarian yosakoi kreasi pada festival yosakoi di surabaya
  11. Analisis makna wasei-eigo melalui kajian teori medan makna