Catalog :




Detail Article

Japanology

ISSN 2302-2876

Vol. 5 / No. 1 / Published : 2016-01

TOC : 5, and page :50 - 64

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Kalimat tanya negasi naindesuka dan masenka dalam drama 31 sai de isha ni natta boku

Author :

  1. Biru Larasati Woro Nursatya*1
  2. Parwati Hadi Noorsanti*2
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya
  2. Dosen Fakultas Ilmu Budaya

Abstract :

Dalam lingustik, pragmatik adalah salah satu cabang ilmu lingustik yang mempelajari bahasa secara eksternal dan membahas tentang makna menurut konteksnya. Konteks inilah yang memungkinkan sebuah perkataan atau ucapan untuk memiliki maksud tertentu yang hanya tersirat dan tidak secara gamblang tertera pada sebuah pernyataan. Makna yang tersirat dari sebuah pernyataan  tergantung pada konteks tersebut. Hal ini juga terjadi pada penggunaan kalimat tanya negasi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana fungsi dari penggunaan kalimat tanya negasi dalam percakapan Bahasa Jepang dengan menganalisis data berupa dialog dalam drama 37 Sai de Isha ni Natte Boku dengan menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan dengan teori tentang fungsi kalimat tanya negasi yang telah dikemukakan oleh Tanomura, 19 data kalimat tanya negasi berbentuk gramatikal naindesuka dan masenka yang ditemukan, dianalisis untuk mengetahui fungsi penggunaannya. Menurut Tanomura, fungsi dari penggunaan kalimat tanya negasi ini terbagi dua golongan, yaitu golongan pertama penggunaan kalimat tanya negasi dengan memiliki asumsi positif sebelumnya dan golongan kedua penggunaan kalimat tanya negasi yang memiliki asumsi netral sebelumnya, bukan negatif maupun positif. Kalimat tanya negasi berbentuk gramatikal naindesuka dan masenka yang termasuk pada golongan pertama dapat berfungsi untuk menyadarkan, minta tolong, mengajak dan menawarkan, dalam hal ini kalimat tanya negasi lebih dipilih untuk dipakai dengan alasan demi kesopanan dan juga untuk menguatkan argumen, sedangkan yang termasuk pada golongan kedua memiliki fungsi murni untuk bertanya saja.

Keyword :

asumsi positif, asumsi netral, fungsi, konteks, kalimat tanya negasi,


References :

  1. Chaer, Abdul, (2006). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. 1 : Rineka Cipta
  2. Djajasudarma, T. Fatimah, (2006). Metoda Linguistik: Ancangan Metoda Penelitian dan Kajian. 2 : Refika Aditama
  3. Iwao, Ogawa, (1998). Minna no Nihongo I Terjemahan. 1 : 3A Corporation


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 5 / No. : 1 / Pub. : 2016-01
  1. Penggambaran karakter buddha di dalam film saint oniisan
  2. Hanko vs sain: kecenderungan minat mahasiswa universitas hiroshima terhadap pengesahan dokumen
  3. Ritual penebangan pohon di desa kamusari: sebuah gambaran kepercayaan shinto dalam film wood job
  4. Konstruksi cerita rakyat jepang (foklor) dalam iklan televisi produk smartphone au tahun 2016
  5. Kalimat tanya negasi naindesuka dan masenka dalam drama 31 sai de isha ni natta boku
  6. Analisis gaya bahasa pada yonkoma manga seitokai yakuindomo
  7. Analisis strategi off record ironi dalam tuturan merendahkan orang lain pada drama gakkou no kaidan
  8. Fungsi dan situasi danseigo oleh tokoh wanita dalam anime genshiken nidaime second season
  9. Relasi dan citra tokoh-tokoh perempuan jepang pada novel hado boirudo hado rakku karya yoshimoto banana
  10. Scentia sexualis dalam novel noruwei no mori karya murakami haruki
  11. Makna alam dalam kumpulan haiku kaeru to nare yo hiyashi uri karya kobayashi issa