Catalog :




Detail Article

Japanology

ISSN 2302-2876

Vol. 2 / No. 2 / Published : 2014-01

TOC : 5, and page :40 - 48

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Penggunaan kandoushi yang bentuknya sama dengan kelas kata lain dalam komik 20th century boys vol 1-4

Author :

  1. Yulian Hadi Prasetia*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya

Abstract :

Literatur kejepangan telah tersebar luas di dunia dan menjadi yang terbaik dalam bidangnya. Bentuknya bermacam-macam mulai dari novel sampai manga. Jenis literatur tulisan murni  seperti novel yang telah diterjemahkan menjadi lebih mudah untuk dipahami isinya. Berbeda dengan novel, manga memiliki gambar dan tulisan yang kadang kala saat diterjemahkan makna awal bahasa Jepang dapat berubah dari aslinya. Dalam manga terdapat kandoushi (interjeksi) yang membedakannya dari komik berbahasa asing lainnya seperti komik bara. Kandoushi ini berupa satu kata dalam satu balon dialog dan mengungkapkan perasaan tokohnya pada saat itu. Makna dari kandoushi bermacam-macam tergantung situasi perasaan tokohnya. Kata-kata yang tergolong dalam kandoushi ternyata beberapa diantaranya juga termasuk dalam kelas kata bahasa Jepang yang lain. Kelas kata dalam bahasa Jepang ini disebut Hinshi Bunrui dan terdiri dari 9 kelas kata. Dalam empat manga yang diteliti didapatkan 279 kandoushi dan semua berupa satu kata tunggal.

Keyword :

kandoushi, manga, japan, word,


References :

  1. Masuoka,Takashi dan Takubo Ikunori, (1992). Kiso Nihongo Bunpou. Tokyo : Kaiteipan
  2. Sudjianto, (2004). Gramatika Bahasa Jepang Modern Seri A. Jakarta : Kesaint Blanc
  3. Sudjianto dan Dahidi, (2009). Pengantar Linguistik Bahasa Jepang, edisi ketiga. Jakarta : Kesaint Blanc
  4. Sutedi, (2008). Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang, edisi ketiga. Bandung : Humaniora


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 2 / No. : 2 / Pub. : 2014-03
  1. Prostisusi remaja wanita jepang dalam anime “ initial d “
  2. Minat pemuda jepang terhadap musik tsugaru shamisen grup yoshida brothers
  3. Dinamika budaya penggemar vocaloid indonesia dalam komunitas vocapost
  4. Analisis penyebab hikikomori melalui pendekatan fenomenologi
  5. Penggunaan kandoushi yang bentuknya sama dengan kelas kata lain dalam komik 20th century boys vol 1-4
  6. Analisis karakter tokoh seiji sebagai furiitaa dalam drama “freeter, ie wo kau”
  7. Perbandingan makna verbal pada poster film the avengers versi jepang dan original: kajian semiotik
  8. Cosplay sebagai sarana rekreasi bagi cosplayer komunitas cosura yang telah menikah
  9. Teh kemasan botol kerjasama jepang dengan indonesia di mata mahasiswa studi jepang di surabaya: analisis encoding decoding stuart hall
  10. Penerimaan masyarakat jepang terhadap tarian yosakoi kreasi pada festival yosakoi di surabaya
  11. Analisis makna wasei-eigo melalui kajian teori medan makna