Catalog :




Detail Article

Jurnal Politik Muda

ISSN 2302-8068

Vol. 4 / No. 3 / Published : 2015-08

TOC : 10, and page :319 - 327

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Membangun dinasti politik melalui penguatan jejaring kekuasaan pada walikota probolinggo

Author :

  1. Masda Putri Amelia*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Dinasti Politik banyak dibangun di beberapa daerah di Indonesia. Dinasti Politik merupakan kekuasaan yang dipegang secara turun-temurun dalam satu garis keturunan atau kerabat dekat. Hal ini ditandai dengan tersebarnya jejaring kekuasaan melalui trah politik pendahulunya dengan cara penunjukan anak, istri, paman, dan semacamnya untuk menduduki pos-pos strategis dalam partai (lembaga) politik. Biasanya ini adalah cara agar sanak family tersebut bisa dengan mudah meraih jabatan publik baik sebagai bupati/wakil bupati (eksekutif) maupun sebagai anggota perwakilan rakyat/DPRD. Hal ini dapat menghambat sistem demokrasi karena tidak memberikan peluang bagi masyarakat luas untuk ikut serta dalam proses politik. Dinasti Politik di daerah dapat dilihat dari hubungan antara aktor-aktor dalam struktur politik, yang mana terdapat hubungan keluarga diantara mereka. Suprastruktur yaitu walikota sebagai lembaga eksekutif yang juga didukung oleh suami beserta putranya dengan menduduki jabatan-jabatan dalam infrastruktur. Beberapa  teman dekat walikota juga menduduki posisi-posisi dalam infrastruktur yaitu sebagai kelompok kepentingan, dalam hal ini adalah sebagai elite ekonomi dan elite agama. Keluarga beserta teman dekat walikota memiliki sumber-sumber kekuasaan yang dapat mempengaruhi masyarakat sehingga kedudukan dari para elite tersebut sangat terlihat dalam masyarakat. Hubungan walikota dengan keluarga dan teman dekatnya merupakan jejaring yang digunakan untuk mempertahankan kekuasaannya. Dengan demikian maka dapat membantu walikota dalam membangun Dinasti Politik. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu melalui wawancara dan dokumentasi, sedangkan metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu menggunakan metode kualitatif.

Keyword :

Dinasti Politik,


References :

  1. Budiardjo, Miriam. , (2010). Dasar-dasar Ilmu Politik. . 1 : PT Gramedia Pustaka Utama.
  2. Buchori. , (2013). Membangun Watak, Mencerdaskan Jiwa Bangsa (Catatan Bunga Rampai Pendidikan Karakter).. 1 : Bedug Institue
  3. Ever, Hans-Dieter. , (1990). Kelompok-Kelompok Strategis: Studi Perbandingan tentang Negara, Birokrasi, dan Pembentukan Kelas di Dunia Ketiga. . 1 : Yayasan Obor Indonesia.


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 4 / No. : 3 / Pub. : 2015-08
  1. Strategi marketing politik calon legislatif partai demokrasi indonesia perjuangan (pdi-p) pada pemilu legislatif 2014 di kabupaten sidoarjo
  2. Pola politisi pengusaha incumbent memertahankan kekuasaan di dprd kota denpasar 2014-2019
  3. Politik eksploitasi tubuh perempuan studi tarik menarik kepentingan dalam penutupan lokalisasi dolly-jarak di kota surabaya
  4. Gerakan federasi serikat pekerja metal indonesia (fspmi) dalam memperjuangkan penolakan sistem outsourcing di kota surabaya tahun 2012-2015
  5. Kontestasi politik dan politik afiliasi pada organisasi masyarakat sipil studi pada fatayat nahdlatul ulama cabang kota surabaya, jawa timur dalam pemilihan umum 2014
  6. Ekonomi politik ‘rent-seeking’ dalam jaringan kepentingan pertambangan emas di jember (studi : pertambangan emas di gunung manggar desa kesilir kecamatan wuluhan kabupaten jember - jawa timur)
  7. Sengketa pasar koblen surabaya : studi konflik rencana penutupan pasar koblen oleh pemkot surabaya
  8. Dinamika politik pemekaran kecamatan gayam di kabupaten bojonegoro
  9. Kontestasi kelompok masyarakat terhadap kebijakan pembangunan stadion bukit lengis kabupaten gresik
  10. Membangun dinasti politik melalui penguatan jejaring kekuasaan pada walikota probolinggo
  11. Perbandingan struktur dan kewenangan pemerintahan desa: studi kasus desa menganti, kecamatan glagah, kabupaten lamongan
  12. Rasionalitas pilihan veteran surabaya dalam perilaku memilih pada pemilihan presiden 2014