Catalog :




Detail Article

Jurnal Politik Muda

ISSN 2302-8068

Vol. 4 / No. 1 / Published : 2015-01

TOC : 5, and page :39 - 49

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Peran elit organisasi pencak silat persaudaraan setia hati terate dalam proses politik pemilihan legislatif 2014 di kabupaten nganjuk (studi persaudaraan setia hati terate dalam proses politik di kabupaten nganjuk)

Author :

  1. Brihan Aditya Nardeyoga*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak   Dalam kehidupan masyarakat modern maupun primitif pada saat ini, akan ada kelompok kecil yang memiliki kekuasaan yang menjadi panutan dan acuan. Kelompok kecil tersebut disebut sebagai elit. Elit merupakan  pihak minoritas yang mempunyai kekuasaan dan pengaruh besar atas mayoritas kelompok yang dipimpinnya. Elit terpilih karena adanya legitimasi oleh mayoritas massa yang mendukung. Elit memiliki kedudukan tertinggi di tingkat masyarakat. Elit menempati posisi tertinggi karena memiliki kekusaan ataupun kekayaan. Elit merupakan pihak yang menjalankan pengaruh kekusaan, otoritas dan sumber daya penting yang ada. Elit yang berkuasa berjumlah sedikit dan memiliki kekurangan kelebihan dalam memanfaatkan kekuasaan. Elit terbagi menjadi dua yaitu elit formal dan elit informal. Elit formal adalah elit politik yang memiliki kekuasaan di pemerintahan sedangkan elit informal merupakan kelompok yang memiliki pengaruh besar tetapi tidak terlegitimasi secara hukum dan masuk dalam pemerintahan. Contoh elit informal adalah organisasi masyarakat organisasi keagamaan dan organisasi yang tidak dalam lingkup pemerintah yang lainnya. Elit informal lahir karena banyak faktor, seperti banyaknya pengaruh baik yang dirasakan masyarakat karena adanya elit informal dan jumlah anggotanya yang besar. Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan salah satu contoh elit informal di Indonesia. Elit Persaudaraan Setia Hati Terate yang dimaksudkan adalah pihak individu yang memiliki kewenangan atau otoritas dalam kepengurusan organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (elit formal). Elit Persaudaraan Setia Hati Terate menggunakan kekuasaanya di Persaudaraan Setia Hati Terate dalam memenangkan proses politik pemilihan legislatif 2014 di Kabupaten Nganjuk. Elit Persaudaraan Setia Hati Terate yang merupakan kader partai politik dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif memanfaatkan loyalitas, solidaritas dan jumlah massa Persaudaraan Setia Hati Terate untuk memenangkan pemilihan legislatif 2014 di Kabupaten Nganjuk. Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan kelompok kepentingan yang digunakan oleh elit Persaudaraan Setia Hati Terate dalam mencapai tujuan politiknya. Tujuan politik elit Persaudaraan Setia Hati Terate adalah memenangkan pemilihan legislatif 2014 di Kabupaten Nganjuk dengan dukungan massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Nganjuk. Skripsi ini menggunakan dua rumusan masalah, yang pertama bagaimana peran elit Persaudaraan Setia Hati Terate dalam proses politik di Kabupaten Nganjuk. Kedua,  adakah yang mendapatkan keuntungan dari proses politik di Kabupaten Nganjuk. Pada proses politik yang terjadi dalam pemilihan legislatif 2014 di Kabupaten Nganjuk, terjadi proses politik Persaudaraan Setia Hati Terate yang merupakan organisasi pencak silat berjumlah anggota besar di Kabupaten Nganjuk  tidak memiliki kursi/tidak dapat digunakan sebagai kendaraan politik dimanfaatkan oleh elit Persaudaraaan Setia Hati Terate cabang Nganjuk sebagai sumber dukungan suara. Elit Persaudaraan Setia Hati Terate yang memanfaatkan massa dari Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai sumber dukungan suara menggunakan partai politik sebagai kendaraan politik dalam pemilihan umum legislatif 2014 di Kabupaten Nganjuk.

Keyword :

Elit Politik, Kelompok Kepentingan, Komunikasi Politik,


References :

  1. Bambang, Tunggu W.J, (1994). Sejarah Singkat Dan Perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate . Madiun : Madiun Press
  2. Bungin, Burhan, (2003). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
  3. Drs. Arbi Sanit. , (2008). Sistem Politik Indonesia : Kestabilan, Pemetaan Politik dan Pembangunan. Jakarta : Rajawali Pers


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 4 / No. : 1 / Pub. : 2015-01
  1. Potret pandangan akademisi di jurnal ilmu sosial dan ilmu politik ugm (jsp) mengenai permasalahan demokrasi di indonesia
  2. Upaya perempuan aktivis buruh dalam memperjuangkan hak-hak normatif buruh perempuan di perusahaan dalam negeri kabupaten mojokerto
  3. Politisasi surat ijo surabaya pemanfaatan gerakan pejuang hapus surat ijo surabaya (gphsis) untuk kepentingan politik
  4. Kandidasi perempuan caleg di kota surabaya dalam pemilihan legislatif 2014
  5. Peran elit organisasi pencak silat persaudaraan setia hati terate dalam proses politik pemilihan legislatif 2014 di kabupaten nganjuk (studi persaudaraan setia hati terate dalam proses politik di kabupaten nganjuk)
  6. Perilaku memilih warga surabaya dalam pemilu legislatif 2014 (hubungan kesuaian program kandidat, kampanye, identifikasi partai dan pemberian imbalan uang dalam menentukan pilihan partai politik dalam pemilu legislatif 2014)
  7. Politik pengakuan : memperjuangan kepentingan kelompok difabel (tunanetra) kota surabaya
  8. Rezim pertumbuhan kota surabaya studi tentang pembangunan dan revitalisasi hotel di surabaya
  9. Political marketing caleg terpilih partai nasdem pada pemilu legislatif dprd kota surabaya tahun 2014
  10. Kekuasaan dan wibawa kepala desa: kajian tentang upaya kepala desa memperoleh dan mempertahankan kekuasaan di desa watudandang kecamatan prambon nganjuk
  11. Kandidat petahana dprd kota surabaya pada pemilu legislatif 2014 (studi deskriptif caleg terpilih melalui partai kebangkitan bangsa)
  12. Pelembagaan partai nasional demokrat: studi penguatan elektoral di kabupaten nganjuk
  13. Implementasi kebijakan badan usaha milik desa (bumdes) di bojonegoro (studi di desa ngringinrejo kecamatan kalitidu dan desa kedungprimpen kecamatan kanor)
  14. Resistensi pedagang terhadap implementasi kebijakan relokasi pasar waru sidoarjo
  15. Studi kasus tentang organisasi masyarakat dalam pemilihan gubernur bali 2013