Catalog :




Detail Article

Jurnal Politik Muda

ISSN 2302-8068

Vol. 1 / No. 1 / Published : 2012-09

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Perempuan dan politik studi tentangaksesibilitas perempuan menjadi anggota legislatif di kabupaten sampang

Author :

  1. Mohammad Yusuf Pambudi*1
  2. -*2
  3. -*3
  4. -*4
  5. -*5
  1. Mahasiswa S 1 Ilmu Politik FISIP, Universitas Airlangga, Surabaya
  2. -
  3. -
  4. -
  5. -

Abstract :

Demokrasi memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara yang memenuhi syarat untuk dapat memilih dan dipilih sebagai wakil rakyat tanpa adanya diskriminasi terhadap suku, ras, agama, dan gender. Hal ini dikuatkan dengan adanya kebijakan afirmasi yaitu kuota 30% keterwakilan perempuan yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10/2008 tentang Pemilu Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (pemilu  legislatif) serta UU Nomor 2/2008 tentang Partai Politik telah memberikan mandat  kepada  parpol untuk  memenuhi kuota 30%  bagi  perempuan dalam  politik, terutama  di  lembaga  perwakilan  rakyat.  Namun  dalam prakteknya,  parpol terkesan setengah-setengah                    dalam     mengimplementasikannya     karena     dianggap     sebagai persyaratan administratif yang sifatnya hanya formalitas. Jalan panjang yang harus ditempuh oleh perempuan untuk menjadi anggota legislatif tidaklah mudah dan butuh pengorbanan. Sehingga banyak cara yang dilakukan oleh kaum perempuan untuk menembus dominasi laki-laki di dunia politik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengambil Kabupaten Sampang sebagai lokasi penelitian. Religiusitas masyarakat Sampang telah dikenal luas sebagai bagian dari keberagamaan kaum muslimin Indonesia yang  berpegang teguh pada tradisi (ajaran) Islam dalam realitas kehidupan sosial budayanya. Hal tersebut memberikan pembenaran atas penempatan perempuan dalam ranah domestik dan laki- laki pada ranah publik serta melanggengkan budaya patriarki dalam kehidupan bermasyarakat. Dominasi elit politik yang mayoritas adalah laki-laki, menjadi faktor utama penghambat  partisipasi  perempuan  di  dunia  politik.  Melalui  wawancara  dengan informan yang merupakan calon legislatif perempuan pada pemilu legislatif 2009 lalu, telah memberi gambaran tentang aksesibilitas perempuan menjadi anggota legislatif di Kabupaten Sampang

Keyword :

Gender, Kebijakan Afirmasi, Dominasi, Budaya Patriarki, Religiusitas, Elit Politik, Aksesibilitas, -, -, -, -,


References :

  1. Paxton, Pamela, (2007). Women, Politics, and Power: A Global Perpective. London : Pine Forge Press
  2. Tiara Wacana, (2009). Gender and Politics. Yogjakarta : Sastriyani, Siti Hariti
  3. Anugrah SH, Astrid, (2009). Keterwakilan Perempuan dalam Politik. Jakarta : Pancuran Alam
  4. Conway, M. Margaret, (1997). Women and political participation: Cultural change in the political arena. Washington : CQ Press
  5. Shapiro, Ian, (2009). Political Representation. Australia : Cambridge University Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 1 / No. : 1 / Pub. : 2012-09
  1. Gerakan sosial politik omah tani di kabupaten batang
  2. Konstalasi politik kota dalam kebijakan reklame di surabaya
  3. Transformasi kepemimpinan kharismatik menuju demokratisasi
  4. Pemekaran kabupaten adonara – nusa tenggara timur : studi tentang gerakan sosial politik masyarakat daerah
  5. Kebijakan pemerintah kota surabaya tentang penguasaan lahan oleh pengembang di wilayah surabaya barat
  6. Pengusaha media dan kepemimpinan partai politik (studi kasus : hary tanoesoedibjo sebagai ketua dewan pakar partai nasdem)
  7. Kontinyuitas dan diskontinyuitas ambisi politik ( studi calon walikota surabaya yang kalah pada pemilihan walikota periode 2010-2015)
  8. Gerakan serikat buruh: gerakan penolakan/penuntutan revisi ranperda ketenagakerjaan 2011 oleh serikat buruh di kabupaten gresik
  9. Interaksi kepentingan eksekutif dan legislatif ( studi tentang proses penyusunan dan penetapan apbd bidang pembangunan tahun 2012 di kabupaten malang )
  10. Perempuan dan politik studi tentangaksesibilitas perempuan menjadi anggota legislatif di kabupaten sampang
  11. Politik pendidikan: studi tentang pendidikan anak usia dini – pos paud terpadu (paud - ppt) kota surabaya
  12. Interaksi stakeholder dalam perumusan kebijakan parkir berlangganan di kabupaten sidoarjo
  13. Pergerakan lsm nol sampah dalam mengawal politik hijau kota surabaya. studi kasus pendampingan petani lokal pohon mangrove di bosem wonorejo surabaya
  14. Dinamika elite dalam politik surabaya studi konflik pemkazulan walikota surabaya
  15. Relasi kekuatan-kekuatan politik lokal dalam pemenangan pilkada di mojokerto