Catalog :




Detail Article

Jurnal Politik Muda

ISSN 2302-8068

Vol. 4 / No. 1 / Published : 2015-01

TOC : 3, and page :21 - 30

Related with : Scholar   Yahoo!   Bing

Original Article :

Politisasi surat ijo surabaya pemanfaatan gerakan pejuang hapus surat ijo surabaya (gphsis) untuk kepentingan politik

Author :

  1. Adistia Catur Putra*1
  1. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract :

Abstrak   Surabaya memiliki permasalahan yang unik perihal status tanah yang disebut dengan istilah “Surat Ijo” yakni istilah surat ijin pemakaian tanah atau pemberian hak pengelolaan lahan yang dimiliki warga Surabaya dengan map surat berwarna hijau. Oleh karena itu, kemudian muncul istilah “Surat Ijo” yang dikenal hingga saat ini di Surabaya. Beberapa titik wilayah Surabaya yang ditempati oleh warga diakui sebagai tanah aset Pemerintah Kota Surabaya, sehingga warga tidak mempunyai hak sama sekali atas tanah tersebut. Kemudian gerakan digunakan warga “Surat Ijo” sebagai instrument politik untuk melawan Pemerintah Kota Surabaya. Namun peran pemimpin atau ketua gerakan sangat berpengaruh dalam membangun kesadaran dan memelihara kohesivitas warga surat ijo melalui sosialisasi, sehingga dapat memobilisasi warga untuk terlibat dan mendukung upaya – upaya gerakan. Akan tetapi respon pemerintah dalam mempertahankan “Surat Ijo” memberikan situasi ketidakpastian gerakan dalam menghapus surat ijo. Pemilihan umum secara langsung digunakan sebagai akses kebijakan oleh gerakan dengan melakukan kerjasama kepada aktor – aktor politik, sehingga mendorong terjadinya politisasi “Surat Ijo”. Beberapa perubahan didalam kepengurusan gerakan menjelaskan adanya dinamika internal gerakan “Surat Ijo”. Dinamika internal gerakan itu terjadi karena adanya tarik ulur kepentingan didalam kepengurusan gerakan. Akan tetapi kepengurusan didalam internal gerakan yang mendorong untuk melakukan langkah politik yaitu strategi politik dan politik praktis. Strategi politik dengan melakukan aksi perlawanan kepada Pemerintah kota Surabaya. Pemilihan umum secara langsung dimanfaatkan sebagai langkah politik praktis dengan melakukan kerjasama dengan aktor – aktor politik. Namun justru terjadinya pemanfaatan gerakan oleh aktor politik untuk mendapatkan dukungan dalam kontestasi politik.   Abstract   Surabaya has unique issues regarding the status of the land which is called the "Surat Ijo" which is a term license or the granting of land use land management rights owned by residents of Surabaya with green mail folder. Therefore, then the term "Surat Ijo" known up to now in Surabaya. Some point Surabaya area occupied by residents recognized as an asset land Surabaya City Government, so that citizens have no rights at all to the land, then the movement used by "Surat Ijo" as a political instrument to fight the government of Surabaya. however, the role of leader or head of the movement is very influential in building awarness and maintain cohesiveness citizens through socialization “Surat Ijo” , so as to mobilize citizens to engage and support the effort movement. However, the goverment's response in defense of “Surat Ijo” provide movement in removing uncertainties “Surat Ijo”. Elections are directly used as an access policy by the movement with the coorperation of political actors, thus encouraging the politicization of “Surat Ijo”. Some changes in the management of the movement “Surat Ijo”. The internal dynamics happened because due to the tug of interest in the management of movement. However, the management of internal movement within the push to make a political move which political strategies and political politics. Political strategy to carry out acts of resistence to the goverment of the Surabaya. elections are directly utilized as a practical political move through cooperation with political actors.  But precisely the use of movement by political actors to gain support in the political contest.

Keyword :

Gerakan, , pemimpin, , politisasi, , dinamika,


References :

  1. Edwards, Gemma, (2014). Social Movements and Protest. Cambridge : Cambridge University Press.
  2. Horison, Lisa, (2007). Metodologi Penelitian Politik . Jakarta : Kencana Prenada Media Group
  3. J. Miles, Mathew dan A. Michael Huberman, (1992). Analisis Data Kualitatif : Buku Sumber Tentang Metode Baru . Jakarta : UI Press


   


Archive Article

Cover Media Content

Volume : 4 / No. : 1 / Pub. : 2015-01
  1. Potret pandangan akademisi di jurnal ilmu sosial dan ilmu politik ugm (jsp) mengenai permasalahan demokrasi di indonesia
  2. Upaya perempuan aktivis buruh dalam memperjuangkan hak-hak normatif buruh perempuan di perusahaan dalam negeri kabupaten mojokerto
  3. Politisasi surat ijo surabaya pemanfaatan gerakan pejuang hapus surat ijo surabaya (gphsis) untuk kepentingan politik
  4. Kandidasi perempuan caleg di kota surabaya dalam pemilihan legislatif 2014
  5. Peran elit organisasi pencak silat persaudaraan setia hati terate dalam proses politik pemilihan legislatif 2014 di kabupaten nganjuk (studi persaudaraan setia hati terate dalam proses politik di kabupaten nganjuk)
  6. Perilaku memilih warga surabaya dalam pemilu legislatif 2014 (hubungan kesuaian program kandidat, kampanye, identifikasi partai dan pemberian imbalan uang dalam menentukan pilihan partai politik dalam pemilu legislatif 2014)
  7. Politik pengakuan : memperjuangan kepentingan kelompok difabel (tunanetra) kota surabaya
  8. Rezim pertumbuhan kota surabaya studi tentang pembangunan dan revitalisasi hotel di surabaya
  9. Political marketing caleg terpilih partai nasdem pada pemilu legislatif dprd kota surabaya tahun 2014
  10. Kekuasaan dan wibawa kepala desa: kajian tentang upaya kepala desa memperoleh dan mempertahankan kekuasaan di desa watudandang kecamatan prambon nganjuk
  11. Kandidat petahana dprd kota surabaya pada pemilu legislatif 2014 (studi deskriptif caleg terpilih melalui partai kebangkitan bangsa)
  12. Pelembagaan partai nasional demokrat: studi penguatan elektoral di kabupaten nganjuk
  13. Implementasi kebijakan badan usaha milik desa (bumdes) di bojonegoro (studi di desa ngringinrejo kecamatan kalitidu dan desa kedungprimpen kecamatan kanor)
  14. Resistensi pedagang terhadap implementasi kebijakan relokasi pasar waru sidoarjo
  15. Studi kasus tentang organisasi masyarakat dalam pemilihan gubernur bali 2013